Secret Mother Eps 19 Part 1

Drama Korea – Sinopsis Secret Mother Ep 19 Part 1, Cara pintas untuk memperoleh spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cek Episode sebelumnya disini

Yoon Jin balasannya siuman. Se Yeon eksklusif membombardir Yoon Jin dengan beberapa pertanyaan.

Se Yeon : Kau sudah bangun? Kau tahu sedang berada dimana? Penyebabnya sinkop vasovagal lantaran stres dan kecapekan berlebihan. Seharusnya kamu menjaga dirimu. Bagaimana ingatanmu sebelum pingsan? Kau ingat apa yang terjadi?

Yoon Jin duduk.

Se Yeon : Istirahatlah lebih lama. Butuh waktu usang untuk merencanakan tesnya.

Yoon Jin : Tes apa? Tes menyerupai apa yang kubutuhkan?

Se Yeon bertele-tele menjelaskannya.

Se Yeon : Kau pingsan sehabis menonton video itu. Mungkin itu lantaran kecemasan.

Yoon Jin : Lantas? Tes menyerupai apa yang kubutuhkan?

Se Yeon : MRI otak dan EEG lebih dahulu. Tergantung hasilnya nanti, mungkin kamu butuh psikometri. Kudengar pasien dari setahun kemudian yaitu guru privat putramu. Dia dekat denganmu, namun kamu tidak sanggup ingat. Kami mesti menanganinya selaku problem psikologis.

Yoon Jin gedek mendengarnya.

Yoon Jin : Sekarang saya pasienmu. Kau bersenang-senang, Se Yeon-ah?

Yoon Jin mencopot selang infus nya. Setelah itu ia beranjak pergi. Se Yeon acuh.

Jae Yeol dan orang-orangnya berlangsung di koridor RS.

Jae Yeol mempertimbangkan klarifikasi dokter tadi soal hilangnya Eun Young.

“Menurut catatan, pagi ini Bu Kim Eun Young menjalani MRI otak dan dirawat di rumah sakit. Kami tidak mengenali kawasan maksudnya setelahnya.”

Jae Yeol ingin tahu apa ada kemungkinan Eun Young siuman. Dokter bilang Eun Young pingsan selama 3 hari, namun kondisinya tak sanggup diprediksi.

Jae Yeol pun eksklusif mengoptimalkan status Eun Young selaku tersangka tabrak lari di Namyangju. Dia memerintahkan Kepala Park menyelediki semua CCTV RS.

Jae Yeol : Cari tahu kawasan tujuannya. Cari tahu apakah ada orang yang membantunya melarikan diri.

Kepala Park mengetahui dan eksklusif pergi.

Yoon Jin ke ruang keamanan. Pas Yoon Jin datang, Pak Kang lagi main ponsel. Yoon Jin meminta salinan video yang tadi ia tonton.

Pak Kang menolak seruan Yoon Jin, sambil terus main ponsel.

Pak Kang : Aku tidak sanggup membocorkan video tanpa izin Pak Direktur.

Yoon Jin : Membocorkan? Aku dirut rumah sakit ini.

Pak Kang : Aku tahu soal itu, namun cuma Direktur Park yang berwenang untuk menyaksikan atau menyalin video ini.

Yoon Jin marah. Dia mengambil ponsel Pak Kang.

Yoon Jin : Aku akan mengorganisir prosedurnya! Buat saja salinan itu!

Pak Kang balasannya berdiri, saya tidak bisa.

Yoon Jin : Dia berhubungan dengan kecelakaan putriku. Di mana?

Yoon Jin menyelediki komputer Pak Kang.

Yoon Jin : Putar lagi videonya.

Pak Kang mencengkram lengan Yoon Jin.

Pak Kang : Jika begitu, mintalah izin polisi dan ikuti prosedurnya.

Jung Wan tiba dan menampilkan tanda pengenalnya selaku polisi.

Jung Wan memerintahkan Pak Kang melepaskan Yoon Jin.

Yoon Jin : Dia kemari bareng detektif. Lepaskan dia.

Terpaksalah Pak Kang yang kurang latih itu, melepaskan Yoon Jin.

Jung Wan kemudian memerintahkan Yoon Jin keluar. Dia bilang prosesnya takkan lama. Yoon Jin patuh dan keluar.

Jung Wan kemudian menyaksikan tanda pengenal yang tergantung di leher Pak Kang.

“Kang Song Hoon, Ketua Keamanan”

Jung Wan : Kang Song Hoon-ssi, kamu ditangkap secara darurat lantaran melanggar Pasal 25 UU Perlindungan Privasi, mengatur, dan mengungkap perlengkapan pemrosesan video.

Pak Kang kaget, pelanggaran?

Jung Wan : “Pihak ketiga yang tidak berwenang untuk menyelediki dihentikan menyaksikan atau mendapatkan bukti video apa pun.” Tapi kamu menampilkan video itu terhadap Direktur Park dahulu. Itu pelanggaran. Berikan KTP-mu. Aku mesti menyelediki riwayatmu. Jika tidak mau mengeluarkannya, silakan ikuti aku. Kau sanggup menampilkan sidik jarimu di kantor polisi.

Pak Kang kesal, semestinya saya tidak membocorkan video itu.

Jung Wan keluar. Dia menghampiri Yoon Jin yang duduk menunggunya diluar. Dia duduk disamping Yoon Jin, kemudian memberi Yoon Jin flashdisk. Tapi dikala Yoon Jin mau mengambilnya, Jung Wan tidak mau menyerahkannya.

Jung Wan : Aku akan menyimpan ini. Ini bukti. Aku ingin menyelediki keasliannya.

Yoon Jin : Ada perlu apa kamu kemari hari ini?

Jung Wan : Saat Kang Hyun Chul bersaksi bahwa Kim Eun Young pelaku dalam kecelakaan kendaraan beroda empat Min Ji, saya juga memperoleh videonya untuk mendukung pengakuannya. Saat melihatnya, saya menjadi sungguh kesal.

Yoon Jin : Kalau dipikir-pikir, kita sulit dipercayai sanggup menerangkan video itu direkayasa. Kenyataan bahwa Kim Hyeon Joo yang menemuiku cuma tersisa di ingatanku. Aku mesti memperoleh Kim Hyeon Joo atau video aslinya.

Jung Wan berdiri dan memandang Yoon Jin.

Jung Wan : Bisakah kamu menawarkan waktu selama 30 menit?

Ternyata Jung Wan mengajak Yoon Jin makan.

Jung Wan : Kau terlihat buruk menyerupai orang yang belum makan berhari-hari. Itu sebabnya kamu pingsan. Kau mesti makan biar bertahan.

Yoon Jin : Kau memperoleh keterangan soal Kim Hyeon Joo?

Jung wan : Jika saya menjawab, maukah kamu makan?

Yoon Jin sedikit tertawa mendengarnya.

Jung Wan : Aku belum memperoleh ponsel atau riwayat medisnya. Aku masih mencari tanda lain menyerupai pengantaran atau keterangan di media sosialnya.

Jung Wan kemudian ditelpon seseorang. Dia kaget, apa? Baiklah. Aku secepatnya ke sana.

Jung Wan memandang Yoon Jin.

Yoon Jin : Pergilah kalau itu mendesak. Aku juga mesti secepatnya pergi untuk menjemput putraku.

Jung Wan : Baiklah. Pastikan menghabiskannya.

Tapi Jung Wan nya balik lagi ke Yoon Jin.

Jung Wan : Ini soal Kim Eun Young. Dia menghilang dari rumah sakit. Aku mesti pergi dan menyelediki kejadiannya, namun jangan terlalu cemas walaupun kamu mendengar sesuatu.

Jung Wan pergi. Setelah Jung Wan pergi, Yoon Jin menghubungi seseorang.

Yoon Jin juga tidak terlampau terkejut dikala mendengar Eun Young hilang.

Se Yeon memberi laporannya terkait kesehatan Yoon Jin ke Direktur Park. Dia bilang, ia tak sanggup menenteng hasil tes kejiwaan Yoon Jin lantaran Yoon Jin menolak untuk diperiksa.

Se Yeon : Tapi saya meninggalkan catatan bahwa perlu diadakan pemeriksaan.

Direktur Park : Menurutmu ia akan bersedia menjalani pemeriksaan? Yoon Jin orang yang kuat. Dia susah digoyahkan atau ditaklukkan.

Se Yeon : Jika saya mesti menghasilkan diagnosis menurut apa yang kulihat, keterangan dari anda dan dari perbincangan singkat kita, kurasa ia mengidap PTSD.

Direktur Park : Kau sudah menghasilkan diagnosis. Cobalah kembangkan problem ini.

Se Yeon : Aku ada pertanyaan. Kurasa anda melakukan ini bukan cuma untuk memecatnya. Kekuasaan anda di rumah sakit ini sudah melebihi kekuasaannya. Aku ingin tahu argumentasi anda berupaya menyudutkan ia dengan diagnosis formal.

Direktur Park : Shin Sonsaeng, tidak ada yang lebih sembrono dibandingkan dengan menanti jawaban yang tidak akan pernah didapat. Kau bukan orang sembrono.

Jae Yeol tiba-tiba menerobos masuk dan marah.

Jae Yeol : Ibu yang melakukan ini?

Direktur Park memerintahkan Se Yeon keluar.

Setelah Se Yeon pergi, Direktur Park bilang bahayanya makin besar.

Jae Yeol menginformasikan ibunya bahwa Eun Young hilang.

Direktur Park : Kau menuduh ibu membantunya kabur?

Jae Yeol : Jika benar begitu, syukurlah.

Direktur Park : Kau tahu keberadaannya dikala ini?

Jae Yeol juga murka soal video rekayasa itu.

Direktur Park : Andai Ibu memberitahumu, akankah kamu mengizinkan?

Jae Yeol : Andai ibu memberitahuku, saya tidak akan membiarkan Yoon Jin mengenali video itu. Dia tahu siapa Kim Hyeon Joo.

Direktur Park : Dia cuma tahu pasien dari tahun kemudian itu yaitu kakaknya Kim Eun Young.

Jae Yeol : Ibu melakukan ini padahal mengetahuinya? Ibu pikir ia akan memercayai ibu?

Direktur Park : Ibu tidak acuh ia percaya atau tidak. Ibu punya maksud tersembunyi.

Jae Yeol : Maksud tersembunyi apa?

Direktur Park : Video itu akan mengacaukan ingatannya dan menjadikannya terkejut. Setelah ini, Dokter Shin akan menghasilkan diagnosis ihwal dia.

Jae Yeol : Haruskah ibu bertindak sejauh itu!

Direktur Park : Pelankan suaramu.

Jae Yeol : Ibu cuma makin menjadikannya kesal dengan menggandakan video itu. Ibu menyudutkan ia padahal ia sudah cukup marah.

Direktur Park : Entah apa yang mau terjadi lantaran sekarang Kim Eun Young hilang. Kita mesti merencanakan sesuatu apa pun kemungkinannya. Dia sudah tahu soal Kim Hyeon Joo. Ibu tidak sanggup membiarkan ini. Jangan pernah membiarkan Kim Eun Young menemui Yoon Jin.

Min Joon mengajari ibunya menggunakan aplikasi wajah. Pertama-tama, Min Joon mengambil foto mereka.

Min Joon : Wajahku menjadi menyerupai tampang ibu. Keren, bukan?

Yoon Jin : Ini sungguh keren. Dari mana asal putra yang menggemaskan ini?

Min Joon : Dari ibu dan ayahku.

Jae Yeol pulang. Bersamaan dengan itu, Yoon Jin keluar dari kamar Min Joon sambil tertawa.

Yoon Jin : Kau sudah pulang.

Jae Yeol : Kau baik-baik saja?

Yoon Jin : Aku cuma merasa lelah. Aku baik-baik saja.

Jae Yeol : Aku cemas lantaran tidak melihatmu bangkit sebelum berangkat. Syukurlah kamu terlihat baik-baik saja.

Yoon Jin : Kita mesti bicara.

Mereka bicara di kamar. Yoon Jin menampilkan foto Hyeon Joo dan Eun Young. Jae Yeol kaget.

Yoon Jin : Mereka berdua menemuiku. Kau ingat pasien yang menemuiku tahun lalu? Namanya Kim Hyeon Joo. Aku sudah bercerita soal dia. Kau ingat?

Jae Yeol : Ya.

Yoon Jin : Lantas kenapa kamu membisu saja? Saat kita bahu-membahu menonton video itu di rumah sakit, kenapa kamu tidak bilang pasien itu bukan Kim Eun Young, namun kakaknya, Kim Hyeon Joo?

Jae Yeol gagap dong. Dia gak tahu mau jawab apa dan balasannya menampilkan jawaban gak nyambung.

Jae Yeol : Kau niscaya mengajukan pertanyaan lantaran Kim Eun Young ada dalam DPO. Bukannya saya memercayai semua ucapan Kang Hyun Chul. Aku mesti mendengar kesaksian mereka berdua soal…

Yoon Jin tegas, saya mengajukan pertanyaan soal Kim Hyeon Joo. Kenapa ia mesti dirahasiakan? Kenapa seseorang bertindak jauh dengan merekayasa rekaman untuk merahasiakannya? Kau tahu alasannya?

Jae Yeol masih berkilah.

Jae Yeol : Aku percaya itu tidak disengaja. Itu niscaya kesalahan. Kim Eun Young mesti didapatkan dulu biar situasinya jelas.

Jae Yeol beranjak ke lemarinya.

Yoon Jin menyerah, kamu benar. Kita cuma perlu menanti hingga ia siuman.

Yoon Jin beranjak keluar.

Jae Yeol terkejut mendengar kata-kata Yoon Jin.

Jae Yeol kemudian memandang foto Eun Young dan Hyeon Joo.

Kemudian ia meremas foto itu.

Hye Kyung dan Hwa Sook berjalan, menyusuri jalanan. Hye Kyung bilang, nampaknya suasana di sekeliling mereka agak susah sehabis insiden di bazar.

Hye Kyung : Ji Ae belum menghadiri kelas.

Hwa Sook : Bukan belum, namun tidak bisa.

Hye Kyung : Apa yang terjadi antara kalian berdua? Aku mendengar sedikit dari polisi, Seung Soo menolong keluarga Chae Rin.

Hwa Sook : Hei, Hye Kyung. Mari anggap kisah itu tidak pernah ada, ya?

Hye Kyung : Aku tahu. Ini diam-diam antara kita berdua. Aku tidak boleh membahas ini dengan siapa pun. Mari anggap semua hal yang kita dengar dari polisi tidak terjadi.

Hwa Sook : Tentu saja, sudah pasti. Kita berdua sungguh beradab. Kita bukan tipe orang yang menggosipkan orang.

Ponsel Hye Kyung berdering. Hye Kyung menjangkau ponselnya. Sementara Hwa Sook mengajukan pertanyaan ada problem apa antara Hye Kyung dan Eun Young.

Hye Kyung terkejut mendapatkan kiriman foto ia dan Tae Hwan sepedaan.

Hye Kyung : Bu Kim masih tidak sadarkan diri, bukan?

Hwa Sook : Memang. Kenapa?

Hye Kyung : Lantas siapa yang mengirimiku ini?

Jin Hee tiba sambil memegang ponselnya. Dan ia terus mengirimi foto Hye Kyung dan Tae Hwan di taman.

Sontak lah Hye Kyung terkejut tahu Jin Hee pelakunya.

Hwa Sook tanya siapa Jin Hee. Hye Kyung bergegas menggandeng Jin Hee dan membawanya ke rumah.

Hye Kyung marah. Dia mencengkram tangan lengan Jin Hee.

Hye Kyung : Apa yang kamu laksanakan Yoo Jin Hee-ssi?

Jin Hee : Sakit, Bu Kang. Jangan bersikap kasar. Tumben kamu begini.

Jin Hee menghempaskan tangan Hye Kyung. Lalu ia beranjak, arah piano Hye Kyung.

Jin Hee : Kau niscaya ketakutan. Kau cukup kuat.

Hye Kyung ingin menjambak Jin Hee.

Jin Hee berbalik dan tertawa, kamu ingin menjambakku? Tapi kamu perempuan berbudaya.

Hye Kyung : Selama ini kamu pelakunya?

Jin Hee : Ada apa denganmu?

Hye Kyung : Kau yang mengancamku dengan mengantarkan foto itu?

Jin Hee : Tidak, saya cuma menyaksikan kalian dikala di taman pekan lalu. Kau juga yang mengirim foto itu ke suamiku?

Jin Hee : Aku tidak mengirimnya ke Pak Jung.

Hye Kyung tak tahan lagi. Dia meleda, HYAAAAAAA!! Percuma saya murka dan emosi terhadap Bu Kim. Aku sudah merasa bersalah atas insiden yang menimpanya. Ternyata kamu yang mengancamku? Tidak cukup kamu mengusik suamiku? Kau menikmati mempermainkanku!

Hye Kyung berupaya merebut ponsel Jin Hee. Jin Hee menjaga ponselnya. Hye Kyung mendorong Jin Hee ke sofa dan menjambak Jin Hee.

Ponsel Hye Kyung bunyi. Telepon dari Sung Hwan namun Hye Kyung gak tahu ponselnya bunyi.

Sung Hwan sendiri lagi di jalan, bareng polisi. Dia cemas lantaran Hye Kyung gak menjawab teleponnya.

“Penguntit anda menyelinap ke tempat tinggal anda?”

“Ya. Kemarin saya melaporkan ia lantaran menguntitku. Kurasa ia kesal, kemudian mengincar istriku.”

Tak lama, Sung Hwan membaca sms Jin Hee.

Jin Hee : Beraninya kamu melaporkanku selaku penguntit. Aku tidak sanggup membiarkanmu.

Sung Hwan panic, bergegaslah. Istriku sungguh lembut. Dia akan kerumitan menghadapinya.

Sampai di rumah, Sung Hwan eksklusif mencari Hye Kyung. Dia eksklusif berlari dikala menyaksikan perempuan yang duduk di sofa dengan rambut beserak. Dia pikir itu Hye Kyung. Taunya Jin Hee. Sontak ia terkejut.

Polisi ingin menggeledah rumah Sung Hwan, mencari si penguntit. Tapi dihentikan Sung Hwan.

Lalu Hye Kyung keluar.

Hye Kyung : Ada apa, Sayang?

Sung Hwan makin terkejut istrinya baik-baik saja.

Bersambung ke part 2…

Red Shoes Ep 13 Part 2

Drama Korea – Sinopsis Red Shoes Episode 13 Part 2, Cara pintas untuk mendapatkan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cara lain un...