All Of Us Are Dead Ep 12

Drama Korea – Sinopsis All of Us are Dead Episode 12, Cara pintas untuk mendapatkan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Episode Sebelumnya ada disini.

Foto : NODRAKOR.ICU

Sehabis pengeboman, semua zombie pribadi mati. Anak wanita yang diselametin sama pak polisi nangis manggil ibunya. Timnya bu Park merasa nggak tenang. Bu Park dengan sungguh percaya merobek surat pengunduran diri dari ketua partai. Pak polisi sama rekannya juga menyayangkan pengeboman.

Anak-anak yang selamat sudah berada di gunung. Kakinya Daesu terluka. Untuk sementara mereka nggak dapat melanjutkan perjalanan.

Foto : NODRAKOR.ICU

Soohyuk mengajak Onjo untuk pergi tetapi Onjo mau ke wilayah tadi dulu. Banjang sama Soohyuk pergi menemaninya. Tempatnya sudah hancur. Onnjo manggil Cheongsan tetapi Cheongsan sudah nggak ada. Banjang minta Onjo untuk mengucapkan salam perpisahan ke Cheongsan kemudian pergi. Ia kemudian meluk Onjo dan menenangkannya.

Mereka kemudian melanjutkan perjalanan.

Para prajurit menyisir wilayah sisa pengeboman dan menandainya dengan tanda kondusif untuk wilayah yang nggak ada zombinya dan area terlarang buat wilayah yang ada zombienya meski sudah ditembak.

Foto : NODRAKOR.ICU

Akhirnya Onjo mau melanjutkan perjalanan. Ia menyesalkan para prajurit yang nggak jadi menyelamatkan mereka dan malah mengebom sekolah mereka. Mungkin para prajurit itu ingin mereka mati. Banjang pikir itu alasannya merupakan dirinya. Mungkin dikiranya mereka sama menyerupai dirinya yang bukan insan dan bukan zombie.

Onjo melarang Banjang untuk bicara menyerupai itu alasannya merupakan ia merupakan teman dekat dan banjang. Apa yang mereka lakukan malam itu sungguh mengena di hati Banjang. Ia gres pertama kali melaksanakan itu. Membuat api unggun dan berkumpul bareng teman-teman. Ia ingin melakukannya lagi. Onjo mengajaknya untuk melakukannya malam ini.

Foto : NODRAKOR.ICU

Yang lain mengeluhkan kalo mereka cuma berputar-putar. Mijin juga merasa kalo mereka tersesat. Wujin kemudian menyaksikan sesuatu dan menunjukkannya pada yang lain. Mereka turun untuk melihatnya. Ternyata itu merupakan tanda penanda jalan yang dibentuk sama ayah. Mereka pun mengikutinya.

Mendadak Onjo mendapatkan senter punya ayah. Dia nangis.

Para petugas mengunjungi rumah pak Lee dan menguras semua yang ada. Bahkan anak sama istrinya pak Lee juga.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Onjo dan lainnya hingga di pertokoan Yangdong. Tempatnya sepi dan nggak terlalu berantakan. Mereka pikir mereka sudah kondusif tetapi tahunya enggak. Banjang mendengar bunyi zombie dan setelah dijumlah jumlahnya ada belasan. Alih-alih terus lari, mereka menegaskan untuk menghadapinya.

Setelah berjuang untuk bertarung pada karenanya Wujin kena gigit setelah menjajal untuk menyelamatkan kakaknya. Sebelum berganti Wujin sempat bicara sama kakaknya. Dia tahu kalo Hari nggak lolos dalam babak penyisihan. Harusnya ia pulang dan nggak kembali ke sekolah. Ia kemudian minta Hari untuk terus memanah dan jangan menyerah.

Wujin karenanya berubah. Mijin ingin membunuhnya tetapi Hari melarang. Akhirnya Banjang yang melakukannya di saat Wujin ingin menyerang yang lain. Selanjutnya Banjang menyampaikan arah wilayah yang ada sedikit zombienya.

Foto : NODRAKOR.ICU

Hari malah mau ke arah sebaliknya. Banjang menariknya dan bilang biar jangan mati sia-sia. Melihat Hari menghasilkan Banjang merasa lapar. Mijin menyindirnya yang harusnya minta maaf sudah membunuh adik Hari di hadapannya.

Mereka kembali berlangsung setelah Banjang memperingatkan biar mereka secepatnya pergi. Mereka masih punya waktu untuk lari. Dan di saat sedang lari itulah Banjang merasa sungguh lapar dan ingin mengkonsumsi mereka. Ia sendiri nggak ingin melakukannya. Untuk menahannya ia membenturkan kepalanya di tembok dan menggigit tangannya sendiri.

Foto : NODRAKOR.ICU

Soohyuk menyadari kalo Banjang nggak ada di belakang. Ia kembali untuk mencarinya dan ONjo ikut pergi untuk menemaninya. Setelah usang berlangsung karenanya mereka menemukannya. Banjang sedang makan orang. Onjo berupaya untuk mengajaknya bicara dan mengajaknya pergi dari sana.

Mendadak Banjang berlari ke arahnya dan mau menggigitnya. Soohyuk mengambil sekop dan siap untuk mengayunkannya tetapi Onjo melarang. Ia memperbolehkan Banjang untuk memakannya. Nggak tahu kenapa Banjang malah nggak jadi melakukannya dan menegaskan pergi. Soohyuk dan Onjo pergi mencarinya tetapi nggak ketemu.

Mereka lanjut berlangsung dan berjumpa dengan beberapa prajurit di perbatasan. Dih nangis dilihatin sama pengorbanan orang-orang yang sayang sama mereka.

Foto : NODRAKOR.ICU

Di wilayah karantina Onjo ketemu sama rekannya ayah dan ditanya-tanya soal ayah. Onjo cuma membisu sambil menyaksikan senter ayah yang ada di dalam kotak barang-barangnya. Rekan ayah nampaknya sudah tahu apa yang terjadi.

Selanjutnya mereka diinterogasi untuk menolong penyelidikan. Mereka yang merasa sungguh kecewa dengan apa yang dijalankan tim penyelamat menjawab tiap pertanyaan dengan santai.

Foto : NODRAKOR.ICU

Beberapa bulan kemudian

Sidang atas pengeboman Hyosan karenanya dihentikan. Darurat militer dihapus dan warga yang dikarantina dibebaskan. Meski begitu mereka diharap nggak meninggalkan wilayah pengungsian.

Malam harinya Onjo menyelinap keluar. Ia meletakkan beberapa masakan di suatu pohon. Ada beberapa pita di sana yang bertuliskan nama dari teman-teman mereka yang sudah berkorban demi mereka. Ih ada CHeongsan, saya mencintaimu. Dan di saat mau kembali Onjo secara tiba-tiba menyaksikan sesuatu di atap sekolah.

Mijin berdemo minta dikasih kebebasan untuk mendaftar di universitas.

Foto : NODRAKOR.ICU

Onjo menemui Soohyuk dan menginformasikan perihal apa yang dilihatnya. Ia ingat Banjang bilang kalo mereka mesti berkumpul di saat ada yang menyalakan api. Ia mau ke sana malam ini untuk memastikannya.. Soohyuk menyampaikan kalo ia akan ikut sama Onjo.

Ia juga meminta maaf di saat Banjang menggigitnya ia nggak dapat berbuat apa-apa. Onjo nggak papa. Pilihannya menyelamatkan mereka semua. Sebelum pergi ia berpesan biar Soohyuk jangan ngasih tahu yang lain. Ia nggak mau mereka khawatir.

Foto : NODRAKOR.ICU

Malamnya Onjo kembali ke sana. Lah kok malah seluruhnya ada di sana. Kaprikornus Soohyuk ngasih tahu Daesu, Daesu ngasih tahu Hari dan Mijin ikut sama Hari. Bahkan Horyeog juga ikut. Kaprikornus yang selamat cuma mereka berenam.

Sebelumnya mereka meletakkan masakan di bawah pohon. Hehe lainnya ngasih masakan tetapi Daesu malah ngasih bungkusnya doang..

Mereka lanjut ke sekolah setelah Hari menyaksikan beneran ada cahaya di sana. Sesaat Onjo termenung di wilayah Cheongsan meninggal. Soohyuk merangkulnya dan menenangkannya. Sampai atap beneran ada api unggun. Mereka bertanya-tanya siapa yang melakukannya tetapi Onjjo percaya banget kalo itu Banjang.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Annyeong! Ho ho secara tiba-tiba Banjang datang. Dia tersenyum alasannya merupakan masih diundang Banjang. Ia ingin mengunjungi mereka tetapi semestinya jangan. Onjo dengan tanpa ragu menghampiri Banjang dan menggenggam tangannya. Ia minta Banjang untuk pergi bareng mereka.

Banjang bilang kalo siswa itu bukan anak kecil tetapi juga bukan orang dewasa. Ia juga menyerupai itu. Ia bukan insan tetapi juga bukan monster. Mereka tetap teman dekat meski nggak dapat bersama. Katanya masih ada yang mesti ia lakukan. Ada beberapa yang menyerupai dirinya. Sebagian meninggalkan sekolah tetapi ada juga yang tetap di sana.

Mendadak ia tersenyum dan bilang kalo mereka kembali. Banjang menawan resleting jaketnya kemudian lompat ke bawah.

T A M A T

Red Shoes Ep 13 Part 2

Drama Korea – Sinopsis Red Shoes Episode 13 Part 2, Cara pintas untuk mendapatkan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cara lain un...