Drama Korea – Sinopsis All of Us are Dead Episode 6, Cara pintas untuk menerima spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Episode Sebelumnya ada disini.

Dalam videonya Pak Lee menamai virus itu virus Jonas dan ia akan mencari obatnya.
Cheolsu menulis SOS di atap dengan benda-benda yang ada. Eunji mencuci tangannya dan juga wajahnya. Ia memakai lip tint dan mengikat rambutnya.
Mijin, Hari dan lainnya masih berjuang dengan membunuh zombie yang mereka temui.
Gwinam menerima pisaunya dan mengambilnya.
Anak-anak yang ada di ruang siaran terdiam. Nggak tahu mesti gimana lagi.
Yang Cheongsan lihat yakni anak wanita yang sudah menjadi zombie. Ia tertimpa meja dan nggak dapat pergi dari sana.
Dan ternyata orang yang mengintip Cheongsan yakni Nayeon.

Onjo menggenggam tangan Jimin. Mendadak Jimin melepaskan tangan Onjo dan jalan menuju jendela. Ia mau bunuh diri. Onjo manggil lainnya dan minta mereka untuk mencegahnya. Jimin nangis-nangis dan minta mereka untuk membiarkannya.
Selanjutnnya Onjo bicara berdua sama Jimin di ruang siaran. Ih bicaranya di akrab toilet. Jimin melarang Onjo untuk menyampaikan sesuatu. Ia nggak tahu rasanya nggak punya orang tua. Nggak akan ada yang memerahinya dan nggak akan ada yang mencemaskannya. Berhenti berperilaku kalo ia tahu segalanya.


Onjo dongeng kalo ia senantiasa nyaris berada di peringkat akhir. Ayahnya senantiasa memarahinya kalo nilainya nggak akan naik dengan sendirinya sehingga ia akan sulit untuk masuk UNS. Tapi satu hal yang senantiasa ayahnya bilang. Kalo terjadi sesuatu padanya maka ayahnya lah yang hendak pertama datang.
Jimin menyediakan kalo ayahnya nggak datang. Onjo membenarkan. Ia nggak tahu ayahnya masih hidup apa enggak. Jimin pikir Onjo masih punya harapan. Onjo mengungkit kalo ia sudah kehilangan Isak dan Gyeongsu. Ia nggak mau kehilangan teman dekat lagi dan minta Jimin mudah-mudahan jangan mati.
Tanpa sadar Jimin menekan mic sehingga menghasilkan bunyi dengung. Banjang jadi punya ide. Yang lain masuk mengikuti Banjang.

Selanjutnya Banjang menerangkan rencananya. Makara ia akan menghasilkan bunyi ke beberapa tempat. Para zombie akan berkumpul dan mereka dapat pergi ke daerah Cheongsan untuk menjemputnya. Selanjutnya mereka ke atap. Ada banyak helikopter di atas dan mereka dapat didapatkan kalo di atap. Daesu paham. Tapi mereka akan memutar lagu apa?
Banjang menyediakan CD di jendela. Lanjut ke planning selanjutnya. Mereka membuka kertas di sekat ruang siaran. Soohyuk bilang ke Cheongsan lewat mic dan memintanya untuk tetap di sana. Mereka akan menjemputnya. Cheongsan melarang mereka untuk melakukannya sebab itu sungguh berbahaya.


Nggak mau temannya dalam bahaya, Cheongsan bermaksud untuk pergi dari sana. Onjo secara tiba-tiba bicara. Ia tahu kalo selama ini Cheongsan nggak pernah mendengarkannya. Tapi untuk kali ini saja ia minta Cheongsan untuk mendengarkannya. Tetap di sana hingga mereka datang.
Hal itu malah jadi peluang buat Gwinam. Ia mengambil pisaunya dan pergi ke ruang siaran untuk membunuh semua yang ada di sana.

Semua zombie pergi ke arah speaker. Soohyuk menyaksikan dari atas dan Daesu menyaksikan dari pintu. Masih ada anak gendut yang kakinya memakai pembatas jalan. Setelah ia pergi masih ada satu zombie yang bukannya pergi ke arah bunyi namun malah membenturkan kepalanya di jendela.
Junyoung rasa ia b#doh kayak Daesu. Atau ia tuli. Nggak ada waktu lagi. Soohyuk nyuruh Daesu dan JUnyoung untuk menenteng lainnya pergi dari sana dan ia akan mempertahankan dari belakang. Onjo menggenggam tangan Jimin dan meminta mudah-mudahan jangan melepaskan tangannya.

Mereka berbaris meninggalkan ruang siaran sempurna di belakang zombie itu. Awalnya seluruhnya berlangsung lancar. Sampai tanpa sengaja Junyong menjatuhkan botol minumnya. Zombienya merespon. Soohyuk ngasih kode buat lari. Mereka kemudian menaiki tangga. Jimin sempat terjatuh kesandung elemen tangan. Onjo menawan tangannya dan membantunya.
Soohyuk ada di posisi paling belakang dan mengusir zombie yang tersisa.


Gwinam hingga di ruang siaran untuk menerima Cheongsan namun nggak ada siapapun di sana. Dih ia menyaksikan catatan yang ditinggalkan banjang. Tahu apa yang mereka rencanakan, ia pun pergi ke sana.
Di tangga zombie tadi sukses menerima Soohyuk dan bermaksud menggigitnya. Soohyuk berjuang untuk mengelak dan bertahan sebisanya. Gwinam tiba dan membunuh zombie itu. Dih darahnya bikin mau muntah. Soohyuk berterima kasih dan menyaksikan pisau di tangan Gwinam yang berlumuran darah. Ia terluka namun bilangnya nggak papa.
Gwinam menanyakan Cheongsan dan bilang akan membunuhnya. Soohyuk berhati-hati dan minta Gwinam untuk nggak melakukannya. Gwinam muak. Dia tahu kalo Soohyuk cendekia berkelahi. Ia senantiasa bilang seumpama itu. Tapi kini ia nggak terkalahkan.

Keduanya berkelahi. Awalnya Soohyuk lebih unggul, namun Gwinam lebih mempunyai pengaruh darinya. Dan dikala Soohyuk tersudut, Banjang tiba dan berupaya untuk menjauhkan Gwinam dari Soohyuk. Akibatnya ia malah yang digigit Gwinam. Soohyuk menawan Gwinam dan melemparkannya ke luar. Gwinam jatuh dan sekarat.
Soohyuk menolong Banjang dan membawanya pergi dari sana.

Mijin, Hari, Minjae dan Junsung tiba di depan sentra pembinaan memanah. Mijin menyaksikan pintunya terkunci dan menanyakan kodenya. Minjae memberitahunya sambil melawan zombie. Akhirnya pintunya terbuka. Junsung tongkatnya patah. Kayak ia terluka dikala melawan zombie.
Semuanya masuk setelahnya. Junsung nangis mengeluhkan lukanya. Ternyata ia tertusuk. Mijijn cemas dan minta Hari dan Minjae untuk membawakan kotak P3K.


Mereka balasannya sukses menerima Cheongsan. Daesu eksklusif memeluknya, namun dikala Cheongsan menyaksikan Onjo, ia eksklusif mendorong Cheongsan dan meluk ONjo. Onjo melepaskan pelukannya dan menendang Cheongsan yang nggak pernah mendengarkannya.
Mendadak Onjo menyadari kalo Soohyuk nggak ada. Mereka keluar untuk mencarinya. Soohyuk kembali bareng Banjang. Ada zombie yang memburu sehingga mereka kembali masuk, mengunci pintu dan menutup semua tirai. Banjang meriksa daerah itu. Cheongsan ngasih tahu kalo ada zombie di sana namun nggak dapat bergerak sebab kejepit piano.
Hyoryeong secara tiba-tiba ketakutan lihat luka gigitan di tangan Banjang. Yang lain yang melihatnya juga jadi mundur sama takutnya.

Ayah nggak dapat cuma diam. Ia minta Bu Park yang seorang anggota dewan untuk memakai kuasanya dan mengeluarkannya dari sana. Ia mesti ke sekolah untuk menyelamatkan putrinya. Bu Park nggak dapat melakukannya. Ia minta ayah untuk menanti hingga mereka selesai dites dan ia akan mengirim helikopter. Nggak bisa. Pun sehabis dites mereka masih mesti dikarantina
Tentara tiba membawakan makanan. Ayah menanyakan berapa usang mereka mesti dikarantina. Pak prajurit bilang sekitaran sebulan. Ayah nggak dapat menanti selama itu. Ia minta pak prajurit untuk membiarkannya keluar dengan mengungkit kalo ia juga pernah mengikuti pembinaan berssama rekannya. Dan rekan ayah yakni sunbae pak tentara.


Pak prajurit tetap pada aturan dan menekankan kalo mereka nggak dapat memakai koneksi. Bahkan hakim sama jaksa aja dikarantina. Ayah nggak dapat berlama-lama dan melumpuhkan prajurit yang ada di ruangan itu. Bu park menegur ayahh dan minta ayah untuk mengikuti protokol. Ayah nggak bisa. Ia sering nggak dapat menyelamatkan orang dikala mengikuti protokol. Ia minta bu Park untuk nggak menghukum mereka.
Bu Park menolak. Lah ayah yang menghasilkan ulah kok malah ia yang mesti membereskannya. Ayah mohon pada bu park selaku orang tua. Ia niscaya tahu apa yang ia pikirkan.
Selanjutnya ayah mengubah pakaiannya jadi busana pak tentara. Ia menyamar keluar bareng rekannya.
Sampai luar ayah menyaksikan kalo nggak ada yang memakai seragam sekolah. Nggak ada yang bisa keluar. Nggak ada yang bisa diselamatkan.

Cheongsan berhati-hati dan mau menyerang Banjang namun Soohyuk menghalangi. Ia beerusaha bilang ke Cheongsan kalo Bnajang nggak digigit zombie. Dia digigit sama Gwinam. Cheongsan kian percaya sebab ia menyaksikan sendiri Gwinam digigit sama zombie. Orang yang digigit zombie akan menjelma zombie.
Soohyuk kekeuh dengan pendiriannya kalo gwinam bukan zombie. Dia mengenalinya dan dapat bicara dengannya. Banjang lebih percaya pada Cheongsan dan berpikir kalo ia akan menjadi zombie. Ia nggak mau membahayakan mereka dan bermaksud untuk pergi. Ia berterima kasih pada Soohuk dan berbalik.

Nggak kayak biasanya, Soohyuk manggil Banjang dengan namanya, Namra dan memintanya untuk jangan pergi. Ia menawan Banjang je jendela dan membukanya. Dengan menyediakan tangannya yang menggenggam tangan Banjang ia bilang kalo ia akan melempar Banjang kalo ia berganti biar nggak membahayakan mereka.
Cheongsan nggak dapat percaya begitu aja. Ia mendekat meski Soohyuk melarangnya. Mereka nyaris bertenkar . Banjang teriak minta mereka berhenti. Ia bilang keCheongsan kalo ia akan bunumereka diri kalo merasa ada yang aneh. Cheongsan minta maaf. Banjang nggak papa. Ia juga nggak merasa bersalah pada mereka.


Selanjutnya ia duduk di jendela. Ia minta Soohyuk untuk mendorongnya kalo ia berubah.
Onjo menghampiri Cheongsan dan berpikir kalo Banjang nggak akan berubah. Sudah usang dan ia masih belum berubah. Cheongsan pikir Onjo mengatakannya sebab suka sama Soohyuk makanya memihaknya. Onjo membantahnya namun di mata Cheongsan Onjo memang begitu.

Minjae udah mengobati Junsung. Pendarahannya sudah berhenti dan ia juga sudah mensterilkannya. Junsung ngomel mulu menyalahkan mereka. Harusnya mereka nggak keluar. Mijin menenangkan kalo Junsung nggak akan mati.
Hari menjajal untuk nelpon pemberian namun telponnya nggak dapat terhubung.

Mendadak Banjang merasa asing dengan tangan kirinya. Ia menyaksikan Soohyuk dan merasa lapar. Ia merasa Soohyuk sungguh harum dan mau menggigit lehernya. Cheongsan mau menyerangnya namun Soohyuk menghalangi. Mereka jadi sabung selamat . Onjo nyuruh Cheongsan untuk meletakkannya. Kalo Banjang menggigit Soohyuk kini lehernya niscaya berdarah. Tapi ia nggak papa.
Onjo menghampiri Banjang dan menanyakan keadaannya. Banjang menanyakan kenapa Onjo membelanya padahal sebelumnya ONjo sungguh membencinya? Onjo menyampaikan kalo kini ia masih membencinya. Tapi nggak tahu keapa ia melakukannya.


Banjang mau pergi meninggalkan mereka biar seluruhnya selesai namun Onjo dan Soohyuk melarang. Jimin nggak mau bareng Banjang. Ada darah zombie dalam tubuhnya. Orang tuanya juga dibunuh sama zombie. Ia mengungkit kalo ia sendiri yang bilang mau menggigit Soohyuk dan bukan nggak mungkin banjang juga akan menggigit mereka.
Onjo menginformasikan kalo sebelum berganti tangan isak dan Gyeongsu sungguh masbodoh namun tangan banjang hangat. Ia bukan zombie. Ia kemudian menentukan apa yang Cheongsan dan Soohyuk lihat soal Gwinam. Ia percaya kalo mereka nggak bohong. Dalam film ada orang-orang yang kebal kepada gigitan zombie. Mungkin Gwinam dan Banjang salah satunya.
Soohyuk mengambil tali dan mengikat tangan Banjang dengan tangannya. Dengan begitu kalo Banjang berubah, ia cuma dapat menggigitnya dan nggak akan menggigit mereka.

Pak polisi memakai jaket dan memasukkan bayi Haesu di dalamnya ia menyaksikan ada motor di luar dan bermaksud untuk pergi menggunakannya. Rekannya menolak. Takutnya itu nggak akan dapat dipakai seumpama sebelumnya. Pak polisi meyainkan kalo itu nampaknya masih bagus.
Akhirnya mereka keluar. Dan sehabis menyalakannya, para zombie eksklusif memburu mereka. Mendadak ada seorang anak wanita berlari ke arah mereka dan minta diselamatkan. Pakpolisi membawanya masuk kembali ke restoran. Rekannya pak polisi mengeluh kalo mereka harusnya eksklusif pergi tadi.
Anak itu ngasih tahu kalo ibunya ada di luar. Pak polisi merasa duka lihatnya. Ibu anak itu sudah menjadi zombie. Ia kemudian meluk anak itu.


Banjang dan Soohyuk duduk agak jauhan dari yang lain. Daesu dan lainnya membicarakan Banjang yang kini ada darah zombie di tubuhnya. Kalo benar Banjang kebal, apa ia nggak akan berunah jadi zombie? Daesu ikir Banjang Sembi? Setengah zombie.
Junyoung mengeluhkan mereka yang sudah nggak minum selama 2 hari. Hyoryeong juga merasa lapar. Nayeon menyaksikan ada banyak minuman di dekatnya dan mau keluar namun bawah umur malah membicarakannya. Mereka bilang kalo ia bukan insan sehabis apa yang dilakukannya pada Gyeongsu. Akhirnya ia nggak jadi keluar. Lah mereka malah ingat kalo di ruangannya ada kuliner dan minuman sumbangan dari para wali murid..
Mereka mau masuk namun keburu Nayeon menguncinya. Ia kemudian sembunyi sebab nggak mau mereka menemukannya.

Ayah dan rekannya hingga di pintu belakang. Mereka mesti memanjat tembok. Ayah naik duluan dan meninggalkan rekannya padahal rekan ayah ingin ikut dengannya.
Habis turun ayah tertangkap berair sama petugas. Ia ditanya dari unit mana? Ayah nggak dapat menjawabnya dan melumpuhkannya. Habis tu ayah ditembaki dikala pergi dari sana.

Daesu berupaya membuka kunci itu namun nggak dapat dan balasannya mendobraknya. Dih susah. Dan lagi suaranya malah menghasilkan zombie diluar jadi bereaksi jadinya mereka berhenti.
Jimin mengambil kamera dan merekam. Ibu dan ayahnya tiba ke depan sekolah untuk menyelamatkannya namun polisi dan tim pemberian malah nggak datang. Kalo nanti ada yang menyaksikan videona ia minta mudah-mudahan mereka yang harusnya tiba dihukum. Ia nangis dan bilang ke orang tuanya kalo ia sayang mereka.

Hyoryeong mengambi kamera itu sehabis Jimin meletakkannya. Ia juga bicara dengan orang tuanya kalo ia baik-baik saja dan teman-temannya memperlakukannya dengan baik. Ia bahkan juga memamerkan teman-temannya kemudian bilang kangen sama ayah dan ibunya.
Wujin minta orang tuanya untuk mengoptimalkan duit jajannya dan Daesu nyanyi namun liriknya soal makanan. Cheongsan bilang kalo ia baik-baik saja dan berharap orang tuanya juga sama.


Onjo dongeng ke ayahnya kalo mereka nunggu ayah semalaman namun ayah nggak tiba jadi mereka bertahan sebisanya.
Ayah sendiri berupaya bertahan diantara tembakan yang diarahkan padanya. Ia berlari sekuat yang ia dapat kemudian lompat ke sungai. Kayak ayah terluka namun ia bertahan dan terus berenang.
Onjo tahu kalo ayahnya akan tiba dikala terjadi sesuatu padanya. Ayah nggak perlu tiba kalo nggak memungkinkan. Yang paling penting ayah baik-baik saja. Dan hal yang umumnya ia katakan dikala minta duit jajan, kali ini akan ia katakan secara cuma-cuma. Appa saranghae..
Bersambung…