Drama Korea – Sinopsis Bad and Crazy Episode 2, Cara pintas untuk mendapatkan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Lihat episode sebelumnya disini.

Suyeol kesudahannya terjaga di rumah sakit. Ibu marah-marah sambil memukulnya namun bergotong-royong ibu khawatir padanya. Kakaknya menenangkannya. Suyeol sendiri masih risau kenapa ia ada di sana. Ia dan Jaesun kemudian menjenguk Kyungtae yang kini koma.
Suyeol menceritakan versinya namun yang beredar malah Kyungtae menjajal bunuh diri gegara Suyeol.
Selanjutnya Suyeol dan Jaesun mencari informasi dari para tetangga Kyungtae namun nggak ada yang tahu perihal lelaki berhelem.


Inbeom menampilkan apa yang didapatkannya pada anggota dewan Do. Ternyata itu pesan Jeong Yuna untuk putrinya. Anggota dewan Do kemudian menegaskan kalo ia aman. Ia ingin Inbeom membereskannya secara Kyungtae sempat menyaksikan parasnya malam itu.
Suyeol menemui Bongpil dan dimarahi perihal yang ditulis media kalo Suyeol yang menghasilkan Kyungtae menjajal untuk bunuh diri. Suyeol memberi tahu yang terjadi kalo dikala ia tiba di sana ia menyaksikan Kyungtae tergeletak di lantai. Ia justru menyelamatkannya namun malah ini yang ia dapatkan.
Bongpil malah berpikir kalo Suyeol nggak mau dipromosikan. Suyeol membantahnya dan menekankan kalo itu nggak ada hubungannya.


Suyeol makan sama Jaesun sambil ngomongin permasalahan yang terjadi. Ih Suyeol masih mikirin soal lelaki berhelem yang anehnya nggak ada satupun yang melihatnya. Suyeol mikirnya malah kemana-mana. Pria berhelem temenan sama Kyungtae alasannya tahu rumahnya. Atau bergotong-royong ia temannya pelaku. Mereka reunian.
Dih Jaesun hingga gedheg dengarnya dan berpikir kalo Suyeol butuh konseling. Suyeol marah-marah menolaknya. Jaesun menenangkan kalo ia tahu psikiater yang cantik dan akan mengenalkannya ke Suyeol.


Suyeol beneran menemui dokter itu. Dokternya menceritakan gimana ia sanggup mengenal Jaesun dan jadi akrab banget setelahnya. Selanjutnya ia minta Suyeol untuk menceritakan masalahnya. Suyeol dongeng soal lelaki berhelem itu ke dokternya. Dikiranya ia penjahat dan menyarankan biar Suyeol menangkapnya secara ia yakni polisi.
Habis itu Suyeol ngasih tahu kalo cuma ia yang sanggup menyaksikan lelaki berhelem itu. Dokternya berpikir kalo Suyeol berhalusinasi alasannya sedang mengalami depresi berat namun Suyeol membantahnya secara ia melihatnya dua kali. Ia bahkan melihatnya sebelum musibah itu.
Tanpa sepengetahuan Suyeol, dokternya berkirim pesan dengan seseorang. Ia kemudian minta Suyeol untuk dongeng pertama kalinya ia ketemu sama lelaki berhelem itu. Dan sesudah mendengar ceritanya ia pikir Suyeol cuma berkhayal alasannya nggak ada yang melihatnya. Suyeol menampilkan luka yang didapatkannya dari lelaki berhelem. Dokter pikir itu alasannya terjatuh dikala sedang tidur. Ia menyarankan biar Suyeol menjajal untuk tidur dan beristirahat. Ia kemudian ngasih obat tidur ke suyeol biar ia sanggup tidur dengan nyaman.

Sampai rumah Suyeol masih mempertimbangkan semuanya. Jaesun nelpon dan bertanya-anya siapa yang meletakkan dendam sama Kyungtae.
Esok harinya mereka mengunjungi rumah Jeong Yuna. Sebelum musibah itu Kyungtae sempat tiba ke sana. Apa yang dibilang Do Inbeom tetang kartu Jeong Yuna yang digunakan beberapa hari ini yakni bohong. Jaesun sudah menyelidikinya kalo Jeong Yuna nggak menggunakan kartunya alasannya kesusahan keuangan. Sekarang kasusnya sudah ditutup namun Jeong Yuna belum ditemukan.

Keduanya masuk. Tempatnya sudah berubah dari sebelumnya. Pekerja pindahan mengeluhkan banyaknya orang yang suka ikut campur dengan pekerjaannya. Ia menyebutkan kalo beberapa hari yang kemudian juga ada yang tiba nyari boneka. Suyol menampilkan foto Kyungtae dan eksklusif dibenarkan.
Suyeol menampilkan tanda pengenalnya dan ngasih tahu kalo mereka polisi. Ia kemudian ingat mimpinya di kamar mandi rumah itu. Kayak nggak mungkin kalo itu cuma mimpi.

Keduanya meninggalkan rumah Jeong Yuna dan meyakini kalo Kyungtae mengenali sesuatu makanya kembali tiba ke sana. Jaesun berpikir untuk mendapatkan Jeong Yuna dulu. Dih Suyeol jadi sakit kepala banget jadinya. Ia pun pergi ke apotik untuk berbelanja obat.
Setelahnya ia menyaksikan brosur yang ditulis tangan sama anaknya Jeong Yuna. Ia kemudian nelpon Jaesun dan memintanya untuk menceritakan perihal keluarga Jeong Yuna.

Suyeol mau tiba ke sekolah anaknya Jeong Yuna dan menemukannya di jalan. Anak itu menempelkan poster perihal ibunya dan dihentikan sama petugas. Ia kemudian mengajak anak itu makan es krim.
Anak itu sungguh berharap sanggup mendapatkan ibunya. Ia bahkan nggak maksa Suyeol untuk menyampaikan yang bergotong-royong kalo itu sulit. Ia kemudian melepas gelang semangginya dan minta Suyeol untuk memberikannya ke Kyungtae.

Dengan dibantu sama Jaesun, Suyeol meriksa rekaman CCTV area wilayah tinggal Jeong Yuna. Semalaman mereka meriksa dan nggak membuahkan hasil. Paginya secara nggak terduga Jaesun mendapatkan kendaraan beroda empat van yang mencurigakan. Ia menelpon nomor yang ada di van itu namun nomornya nggak terdaftar.
Selanjutnya mereka mengikuti rute kendaraan beroda empat van itu sesuai dengan rekaman CCTV. Akhirnya mereka mendapatkan kendaraan beroda empat van pemakaman itu. Nggak jauh dari sana ada gudang kayaknya. Apa kantor. Ah nggak tahu. Di dalamnya ada seorang lelaki yang yakni karyawan di sana.

Suyeol dan Jaesun meriksa wilayah itu. Karyawan tadi mau berbagi kopi untuk mereka dan pergi. Jaesun menyadarinya sesudah meriksa komputernya. Mereka bergeges berlari keluar dan mendapati lelaki itu kabur naik sepeda motor.
Suyeol sama Jaesun kemudian meriksa kendaraan beroda empat van tadi.

Do Inbeom marah-marah ke bos dari karyawan tadi. Apalagi sesudah dengar kalo Suyel mengambil seluruhnya terutsma abunya. Ia kemudian nyuruh mereka untuk pergi ke ke mancanegara untuk sementara. Ia bahkan juga ngasih duit ke mereka.
Inbeom kemudian menemui Kyungtae di rumah sakit yang keadaannya makin membaik.
Jaesun sama Suyeol menjinjing bubuk itu untuk diperiksa. Dipastikan kalo itu yakni bubuk manusia. Dokter percaya kalo mereka akan melaksanakan tes DNA.


Selanjutnya keduanya menemui keluarga Jeong Yuna dan mengambil sampel dari adiknya. Suyeol sempat menyaksikan anak Jeong Yuna sedang memijat neneknya. Dih adiknya Jeong Yuna malah menyinggung perihal duit asuransi jiwa kakaknya dan ingin mengklimnya. Suyeolmemberitahu kalo ia mesti memiliki hak bimbing atas putrinya alasannya itu yakni haknya. Tapi kalo ia macam-macam dengan duit itu, ia akan selsai di penjara.
Putri Jeong Yuna menyusul Jaesun dan Suyeol dan mengonfirmasi apa ibunya sudah meninggal? Jaesun nggak tega mau jawabnya dan jalan duluan. Suyeol cuma bilang kalo mereka belum tahu. Anak itu berubah murung minta Suyeol berhenti mencari ibunya. Dih nangis dengarnya.
Pemilik rumah Kyungtae membersihkan wilayah itu. Saat pekerja mau menyingkirkan wilayah air, secara tiba-tiba ia menyaksikan sesuatu.

Di rumah sakit, Suyeol yang sedang menemui Kyungtae ditelpon sama Jaesun dan dikasih tahu kalo bubuk itu memang Jeong Yuna dan BFN sudah memastikannya.
Sampai di rumah ia malah menyaksikan kakaknya sedang bareng wanitanya. Ia menakutinya dengan melaporkannya selaku permasalahan pembobolan rumah. Kakaknya merasa was was kemudian nyuruh pacarnya untuk pergi. Habis itu pengirim jokbal datang. Suyeol menyaksikan ada kamera di helmnya.

Suyeol yang terpikir sesuatu kemudian nelpon Jaesun dan kemudian mengunjungi kantor jasa pengirim makanan. Di sana ia menyaksikan rekaman kamera pengirim dan mendapatkan Do Inbeom tiba ke sana. Selanjutnya ia ngasih tahu Jaesun.
Jaesun sih dah percaya banget kalo itu bukan kebetulan. Ia ingin menghabisi Kyungtae alasannya tahu perihal pembunuhan Jeong yuna. Suyeol menyuruhnya untuk mengunjungi kantor polisi Munyang. Kalo perlu mereka sanggup mengurung Do Inbeom.

Keduanya ke sana untuk mengonfirmasi argumentasi Do Inbeom menemui Kyungtae di sana. Dih Do Inbeom malah menyampaikan hal yang mengagetkan kalo Kyungtae sudah membunuh Jeong Yuna. Ditemukan pisau dengan sidik jari Kyungtae dan darah Jeong Yuna di bawah tangki air rumahnya. Dan bergotong-royong Do Inbeom sudah menyiapkan semua kebohongan itu. Ia ke tempat tinggal sakit untuk mengambil sidik jari Kyungtae.
Jaesun sungguh mencurigai apa yang Inbeom katakan dan nggak mempercayainya. Mereka malah sabung di sana sesudah Jaesun menjajal untuk menyerangnya.

Suyeol menemui Kwak Bongpil. Sudah disangka ia nggak percaya dengan apa yang Suyeol katakan kalo Do Inbeom yang sudah membunuh Jeong Yuna namun Kyungtae. Apalagi sesudah bukti-bukti yang ditemukan. Bahkan di hari pembunuhan itu yakni tanggal 25 bulan lalu, anggota dewan Do menyatakan kalo Do Inbeom sedang bersamanya.
Bongpil kemudian menampilkan berkas promosi. Suyeol akan mendapat penawaran spesial kalo menandakan kalo Kyungtae memang pembunuhnya.


Ramai diberitakan kalo Kyungtaelah yang sudah membunuh Jeong Yuna kemudian menjajal untuk bunuh diri. Lah Kyungtae nya aja masih belum sadar.
Suyeol dan Jaesun menghadiri pemakaman Jeong YUna. Nggak tahu kenapa Suyeol terus menyaksikan anak itu dengan memainkan gelang semanggi di tangannya. Jaesun berpikir kalo ia nggak sanggup berhenti di sana. Itu akan memunculkan mereka b#d#bah.

Suyeol kesudahannya mendapat penawaran spesial yang diinginkannya. Sekarang ia jadi kapten. Nggak tahu kenapa ia kok malah nggak senang. Apalagi lihat Jaesun kayak kesal dan bahkan kayak menjauhinya.
Saat pulang ada Higyeom di depan dan menyindirnya yang sukses mendapatkannya. Mereka bicara di mobil. Higyeom terang nggak percaya kalo Kyungtae yang membunuh Jeong Yuna. Ia sudah mengevaluasi kalo Kyungtae nggak berafiliasi dengan Jeong Yuna hingga ia menghilang.


Suyeol cuma berpegang pada bukti yang sudah ditemukan. Higyeom memberi tahu kalo bukti sanggup dimanipulasi dan Kyungtae nggak punya motif untuk melakukannya dan memberi tahu kalo Jeong Yuna yakni informan rahasianya Tak Minsu. Sebelumnya Higyeom menemui seseorang dan mendapatkan kalo Tak Minsu menghasilkan kalung yang berisi kamera.
Sayangnya keduanya sudah mati. Higyeom menampilkan kalung itu pada Suyeol. Mereka sanggup mengungkap seluruhnya kalo mendapatkan kalung itu. Kematian keduanya bukan sesuatu yang biasa. Suyeol menolak untuk terlibat dan menghalau Higyeom. Higyeom menentukan untuk menyelidikinya sendiri.


Suyeol pulang. Di dalam lift ia kepikiran sama apa yang Higyeom bilang kalo Kyungtaedijebak. ,mendadak liftnya berhenti. Ia menghubungi petugas dan melaporkannya. Ih habis itu liftnya malah makin aneh. Seseorang membuka pintu lift dengan pisau. Suyeol pikir itu petugas. Tahunya malah lelaki berhelem.
Pria itu menghentakkan kakinya hingga liftnya bergerak. Suyeol cemas banget. Terakhir ia menghentaknya dengan sungguh keras hingga lift nya meluncur jatuh.
Nggak tahu gimana ceritanya Suyeol selsai dengan dibonceng motor sama lelaki itu dalam posisi terbalik menerjang siapa pun dan keluar dari sana.

Motornya terus melaju bahkan hingga mengebut dan memunculkan kekacauan. Dan sesudah ketegangan itu, secara tiba-tiba motornya berhenti. Dih Suyeol malah makin takut. Tahunya lelaki itu berhenti gegara ada nenek-nenek nyeberang. Setelah selesai ya lanjut lagi.
Ternyata lelaki itu menjinjing Suyeol ke wilayah layanan mayat. Ia ke atas sementara lelaki itu sabung sama orang-orang itu. Di sana ia mendapatkan kalung yang Higyeom maksud kemudian lompat turun lewat balkon.
Sementara lelaki itu masih bertarung sama orang-orang itu samai menumpahkan oli (kayaknya) segala. Ia juga masuk ke tong dan melanjutkan pertarungan.


Sampai rumah Suyeol eksklusif mandi. Setelahnya ia menyaksikan isi dari kalung itu dan terlihatlah musibah dikala Jeong Yuna meninggal. Ada anggota dewan Do yang mabuk dan marah-marah padanya. Suyeol terburu-buru menutup laptopnya, takut ada yang lihat.
Di jembatan Suyeol mempertimbangkan seluruhnya dan menentukan untuk mencampakkan kalung itu ke sungai. Tahu-tahu lelaki berhelem timbul dan mengambilnya kemudian pergi dengan motornya. Suyeol ingin mengejarnya namun lelaki itu malah berbalik, menuju ke arahnya dan menghancurkan beling mobilnya.


Setelahnya Suyeol sukses menjatuhkannya. Ia menanyakan siapa lelaki itu sebanarnya dan kenapa ia melaksanakan seluruhnya padanya? Pria itu melepas helemnya dan bilang kalo ia jagoan yang menghukum semua berandalan kala ini. Ia nyuruh Suyeol untuk mempertimbangkan siapa ia sebenarnya. Kedip kedip..
Ia kemudian bangkit di tepi jembatan dan menjatuhkan diri sambil senyum. Aneh. Saat Suyeol mencarinya ia nggak ada.



Anggota dewan Do Yugon kembali terpilih dan Suyeol mendapat promosinya alasannya orang itu. Suyeol menemui komisaris dan Bongpil. Nggak usang kemudian anggota dewan Do datang. Ia mengajak mereka untuk makan siang bersama.
Saat mau pergi secara tiba-tiba Suyeol merasa pusing. Ia ke toilet untuk mencuci parasnya dan malah ketemu sama lelaki berhelem. Ia tahu apa yang ada dalam kalung itu danjuga sudah menyaksikan video di dalamnya. Ia kemudian keluar dari sana lewat tangga dan Suyeol mengejarnya.
Pri itu hingga di luar dan melalui Higyeom sementara Suyeol masih di atas. Ia mengundang Do Yugon keras kemudian melompat dan menendangnya.
Masih belum tahu?
Kita kemudian dibawa mundur. Yang jatuh kala itu cuma Kyungtae dan Suyeol. Dan yang sabung sama orang-orang itu hingga mukanya kena oli yakni Suyeol. Yang meriksa kamar mandi Jeong Yuna yakni Suyeol. Dan yang menendang anggota dewan Do adalah…Suyeol.
Bersambung…