Hush Ep 13 Part 2

Drama Korea – Sinopsis Hush Episode 13 Part 2, Yuk gaes baca juga selengkapnya untuk daftar link ada di goresan pena yang ini. Pastikan Kalian juga mesti mengenali kalau tersedia juga Episode sebelumnya baca di sini.

Ji Soo lagi makan malam sama ibunya.

Sambil makan, Ji Soo menyaksikan gunjingan wacana No Gain, No Pain. Di sana dituliskan, bahwa No Gain, No Pain tidak penting.

Kamera menyorot makan malam mereka. Ibunya berkata, itu lezat.

Ji Soo bilang sudah usang ia ingin membelikan ibunya cheese tteokgalbi.

Nyonya Kang lantas bertanya, siapa lelaki yang bareng Ji Soo tadi. Apa kawan kantor Ji Soo.

Ji Soo : Dia seniorku.

Nyonya Kang : Begitu rupanya. Dia terlihat menyerupai lelaki yang baik. Keluarganya niscaya kaya.

Ji Soo : Keluarganya mempunyai salah satu dari 50 perusahaan terbesar.

Nyonya Kang : 50? Dia terlihat menyerupai pangeran.

Ji Soo : Aku dapat terlihat menyerupai tuan putri kalau seseorang membelikanku tas bermerek.

Nyonya Kang : Tas bermerek? Bagaimana kamu dapat menyampaikan itu setelah menghadiri demonstrasi?

Ji Soo : Aku cuma bercanda.

Nyonya Kang : Mereka semua anak kesayangan bagi seseorang. Bagaimana perasaan orang renta mereka kalau menyaksikan gunjingan itu?

Ji Soo : Kedua pihak menderita.

Ji Soo kemudian membuka ponselnya. Dia memandang foto yang diambilnya tadi.

Ternyata foto yang ia ambil merupakan foto para pengikut No Gain, No Pain yang tengah berdemo.

Ji Soo kemudian menuliskan sesuatu di bawah foto itu.

“Jangan ada lagi pertengkaran antarkorban. Keduanya menang.” tulis Ji Soo.

Setelah itu, Ji Soo membaca lagi brosur wacana revitalisasi bisnis besar untuk negara yang lebih baik.

Joon Hyuk menempelkan postingan No Gain, No Pain yang tidak penting ke jendelanya.

Dia terus memandang postingan itu.

Setelah itu, ia mengalihkan pandangannya ke foto CEO Park, sambil menimbang-nimbang kata-kata Ji Yoon tadi.

Ji Yoon : CEO Park tak mempunyai banyak lelaki mempunyai faedah di sekitarnya. Pemilu bukanlah perlombaan pengumpulan suara. Ini pertandingan tenaga kerja. Kebaikanku terhadapmu merupakan mengawasimu.

Joon Hyuk : Apa saya ditawari pekerjaan sekarang?

Ji Yoon : Benar. Aku sudah mempersiapkan proyek nominasinya dengan hati-hati untuk waktu yang sungguh lama. Bagaimana menurutmu? Maukah kamu menyaksikan bunga bersamaku? Lencana bunga nasional kita yang yang dibikin dari emas.

Flashback end…

Joon Hyuk kemudian menulis sesuatu di foto CEO Park.

Setelah itu, ia mengontak Sung Yeon.

Joon Hyuk : Halo, saya Han Joon Hyuk. Kau sudah sungguh menderita. Kurasa kamu sudah cukup menunggu. Mari tuntut mereka, Oh Sung Yeon-ssi.

Joon Hyuk lantas beranjak pergi.

Kamera menyorot foto CEO Park. Ternyata Joon Hyuk bukan menulis, tetapi menggambar lencana bunga.

Dan begitu Joon Hyuk pergi, kertas tempel berwarna pink jatuh ke lantai dari jendelanya.

Seseorang login ke akun No Gain, No Pain. Di sana, sudah ada video serta foto-foto para pendemo kemarin yang diikuti goresan pena bahwa No Gain, No Pain cuma dibesar-besarkan.

“Keputusasaan di balik anonimitas. Jari-jari ringan dan bokong berat menghasilkan neraka berjulukan Korea ini.”

Setelah itu, ia meniadakan akun tersebut.

Jae Eun dan Dong Wook membahas akun No Gain, No Pain.

Jae Eun : Apa yang kukatakan? Sudah kubilang mereka akan merusak diri sendiri.

Jae Eun memandang layar komputernya yang memperlihatkan postingan No Gain, No Pain yang hancur.

Dong Wook : Aku juga berpikir itu akan menghilang sebuah hari, tetapi saya tidak menerka itu menghilang dalam semalam.

Jae Eun : Aku bahagia sekali. Kenapa tidak menghilang lebih awal?

Jae Eun berhenti bicara pas menyaksikan Ki Ha dan Se Joon menatapnya tajam.

Ji Soo menghela nafas. Joo Ahn mengundang Ji Soo.

Joo Ahn : Bagaimana? Dari berita, saya dapat menyaksikan nyaris tidak ada siapa pun.

Ji Soo : Ada beberapa.

Ji Soo memperlihatkan foto para pendemo di ponselnya.

Joo Ahn : Kurasa kamu tidak bisa mewawancarai mereka dengan layak.

Ji Soo kemudian memandang sebal Jae Eun yang masih membahas menghilangnya akun No Gain, No Pain sama Dong Wook.

Jae Eun : Sejujurnya, bukankah kamu senang?

Dong Wook : Tidak juga.

Jae Eun tertawa, jujurlah. Aku bahagia sekali.

Paginya, Joon Hyuk, Ji Yoon, Sang Kyu dan Kepala Na di ruangan CEO Park.

CEO Park memuji kerja semuanya, utamanya kerja Joon Hyuk. CEO Park kemudian tanya ke Ji Yoon apa langkah mereka selanjutnya.

Ji Yoon : Mereka niscaya berkalkulasi untuk nominasi strategis. Mari kita tunggu dan lihat suasana penominasian.

CEO Park : Bagaimana dengan Manajer Han?

Ji Yoon : Aku sudah menyediakan tawaran. Belum ada jawaban. Kau mesti mendengarnya sendiri.

CEO Park memandang Joon Hyuk.

Joon Hyuk mau bicara, begini…

Tapi Sang Kyu nyamber kek bensin.

Sang Kyu : Jika itu terlalu besar bagimu, kamu dapat tetap di sini. Kuakui kamu mempunyai kemampuan menulis. Saat CEO kita… ah, tidak. Saat kandidat Park kita mencalonkan diri menjadi MP, seseorang mesti tetap di sini dan menulis untuk menolong pemilunya.

CEO Park dihubungi seketarisnya.

Seketarisnya bilang mereka dalam masalah.

Sung Yeon menggelar pertemuan pers!! Omo!

Sung Yeon : Kakakku Oh Soo Yeon merupakan reporter magang Harian Korea. Dalam hidupnya, ia melakukan pekerjaan selama 5 tahun 8 bulan di 8 media berlainan dan 2 perusahaan penyiaran. Dia pegawai magang berpengalaman. Tapi ia tidak menyadari impiannya menjadi reporter dan sayangnya mengucapkan perpisahan pada dunia. Tapi ia tidak pernah menyalahkan perusahaan atau atasannya. Dia cuma merasa sedih alasannya merupakan dunia yang tidak adil dan alasannya merupakan ia tak mempunyai kuasa untuk mengubahnya. Harian Korea berpura-pura berduka cita, tetapi tidak bertanggung jawab. Mereka membungkam bunyi “Tanpa Hasil, Tanpa Derita” dan mencibir niat baik para penduka. Yang dijalankan mendiang kakakku, Oh Soo Yeon dan penunjang “Tanpa Hasil, Tanpa Derita” cuma satu hal. Jika Harian Korea sungguh-sungguh ingin bertanggung jawab, mereka mesti minta maaf atas nama CEO Park.

Kepala Na kembali ke ruangan CEO Park dan berkata, tim aturan mereka akan secepatnya mengawali gugatan.

CEO Park sendiri lagi menonton pertemuan pers Sung Yeon.

Setelah itu duduk kembali bareng Joon Hyuk, Ji Yeon, Sang Kyu dan Kepala Na.

Joon Hyuk : Pak, boleh saya bicara?

CEO Park : Silakan.

Bersambung ke part 3…

Red Shoes Ep 13 Part 2

Drama Korea – Sinopsis Red Shoes Episode 13 Part 2, Cara pintas untuk mendapatkan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cara lain un...