Hush Ep 13 Part 3

Drama Korea – Sinopsis Hush Episode 13 Part 3, Yuk gaes baca juga selengkapnya untuk daftar link ada di goresan pena yang ini. Pastikan Kalian juga mesti mengenali kalau tersedia juga Episode sebelumnya baca di sini.

Ji Soo , Ki Ha, Yoon Kyung dan Se Joon berkumpul di ruang meeting.

Mereka membahas video pertemuan Sung Yeon.

Yoon Kyung : Apa waktunya sungguh tepat? Maksudku somasi adiknya.

Se Joon : Aku tahu. Dia semestinya melakukannya di saat “Tanpa Hasil, Tanpa Derita” masih mendidih.

Ji Soo : Pers asing memperhatikan, jadi, perusahaan lain tidak sanggup mengabaikannya.

Ki Ha : Tapi mereka semua akan menghapusnya besok.

Ji Soo : Apa?

Se Joon : Kita menyerang media lain di saat diperlukan, namun kita semua buka usaha media bersama.

Ji Soo : Apa maksudmu? Kekurangan kita yakni laba mereka, bukan?

Ki Ha : Tidak. Karena mereka juga sanggup lewat ini.

Yoon Kyung : Harian Korea akan menyerang si pembawa pesan, bukan pesannya. Mengajukan permintaan balik dan memanipulasi kisahnya.

Ji Soo : Lantas, kita juga mesti menyerang pembawa pesannya.

Yoon Kyung : Bagaimana caranya?

Ji Soo menceritakan apa yang diceritakan salah satu pendemo kemarin.

Flashback….

Seorang pendemo, pemilik bisnis kecil, ditanyai oleh Ji Soo. Ji Soo menyediakan brosur revitalisasi itu pada si bapak pendemo.

Si bapak pendemo bilang, kata mereka itu semua lantaran No Gain No Pain.

“Mereka cuma memberi kami beberapa kotak mi instan dan segenggam brosur ini. Aku menyaksikan belum dewasa muda itu kemarin. Kami semua berada di suasana yang sama. Kami tidak bodoh. Kami tidak akan gulung tikar lantaran pekerja paruh waktu.”

Ji Soo kemudian menulis di catatan ponselnya, Grup Nammoo.

Flashback end…

Yoon Kyung : Grup Nammoo?

Ji Soo : Ya. Tapi…

Ki Ha mengambil brosur yang ditunjukkan Ji Soo. Dia mengomel, An Ji Yoon bukan cuma menghasilkan komitmen dengan kisah, namun memprovokasi publik dengan ini. Dia bertujuan menyingkirkan “Tanpa Hasil, Tanpa Derita” dengan teliti.

Ji Soo ingin bicara. Soal brosur itu namun Ki Ha terus nyerocos.

Ki Ha : Baik, mari kita tulis perihal ini. Aku akan menulisnya.

Yoon Kyung : Benarkah?

Se Joon : Itu ia Ki Ha kita. Setelah kericuhan di atap, ia sungguh-sungguh kembali, bukan? Kuharap kamu kembali dengan benar.

Ji Yoon, Joon Hyuk, Sang Kyu, Kepala Na gres keluar dari ruangan CEO Park.

Joon Hyuk mendekati Ji Yoon. Ji Yoon tanya, bisakah ia mempercayai Joon Hyuk.

Joon Hyuk : Itu tidak akan mahal. Percayalah kepadaku.

Ji Yoon ingat obrolan mereka tadi.

CEO Park : Direktur Yoon menentangnya?

Sang Kyu : Tapi… Manajer Han belum gagal. Kurasa kita sanggup memercayainya sekali lagi.

CEO Park bangkit dan memandang lukisannya.

CEO Park kemudian memandang mereka semua.

CEO Park : Benar. Itu yang ingin kukatakan.

Flashback end…

Joon Hyuk lantas bilang, ada argumentasi kenapa ia masih di lantai 15.

Joon Hyuk : Karena saya belum gagal.

Joon Hyuk beranjak pergi. Ji Yoon termenung dengan tampang ragunya.

Ki Ha menulis postingan perihal Nammoo Food.

“Apa hasil pertukaran politik antara Harian Korea dan Nammoo Food? “Tanpa Hasil, Tanpa Derita” hancur lantaran komitmen buruk.” tulis Ki Ha.

Ji Soo gusar memandang Ki Ha.

Sang Kyu datang. Ki Ha dan Se Joon terkejut Sang Kyu secara tiba-tiba datang.

Sang Kyu sedikit memandang Ji Soo, sambil berlangsung ke mejanya Ki Ha.

Se Joon : Apa yang dijalankan administrator kita di wilayah sederhana ini?

Sang Kyu : Manajer Kim, bagaimana kalau kita minum kopi?

Ki Ha : Apa? Kenapa?

Sang Kyu : Ayo.

Seketaris Lee menyediakan resume Joon Hyuk dan Ji Soo pada CEO Park.

Seketaris Lee : Menurut observasi Direktur Yoon, latar belakang Manajer Han mencurigakan.

CEO Park memandang resume Ji Soo.

CEO Park : Lee Ji Soo? Apa ia terkait dengan mendiang pemagang itu?

Seketaris Lee : Tidak. Mereka berdua terkait dengan Produser Lee Yong Min.

CEO Park : Siapa itu?

Seketaris Lee menyediakan keterangan Produser Lee.

CEO Park : Kejadiannya sudah usang sekali. Manajer Han berkhasiat di saat ini. Hasilnya menyediakan itu. Dari yang kulihat, reaksi Direktur Yoon berlebihan. Jangan terganggu.

Kepala Na duduk di meja Joon Hyuk. Dia memandang Joon Hyuk yang terlihat sibuk dengan komputer.

Kepala Na : Saat kukenang, jajangmyeon murah dan soju yakni yang terbaik.

Joon Hyuk : Aku tidak tahu soal itu. Makanan dan minuman mahal terlihat lebih baik.

Kepala Na : Ketamakan akan menghancurkanmu.

Joon Hyuk : Anda bilang orang tamak lebih baik dibandingkan dengan pemarah.

Kepala Na bangkit dan menasehati Joon Hyuk.

Kepala Na : Jika punya planning lain di otakmu, kamu mesti mengakhirinya dengan hening di sini.

Joon Hyuk : Lalu apa? Jika saya diam, apa yang hendak anda kerjakan untukku?

Kepala Na terkejut dengan pertanyaan Joon Hyuk, apa?

Joon Hyuk kemudian tertawa. Dia bilang ia cuma bercanda.

Joon Hyuk : Rencana lain apanya? Aku anak latih anda. Jika anda menyuruhku tetap di sini, tentunya saya akan tetap di sini. Tapi Kepala. Kita semua jurnalis yang sama. Mengatakan bahwa saya sudah berubah dan menjadi serakah… Jangan akal-akalan bersih. Lalu saya ini apa?

Sang Kyu memfitnah Joon Hyuk. Dia bilang ia mencemaskan Joon Hyuk pada awalnya.

Ki Ha : Maksudmu Han Joon Hyuk? Bukankah ia bawahanmu?

Ki Ha : Tidak juga. Dia sendirian belakangan ini. Dahulu ia cuma intel untuk Kepala dan kini ia percaya diri dengan CEO di pihaknya.

Ki Ha terkejut mendengar Joon Hyuk intel Kepala Na. Padahal mata-matanya Kyung Woo.

Sang Kyu : Kau tidak tahu? Dia dan Kepala sudah usang saling mengenal. Kepala membawanya ke mana-mana menyerupai anak anjing dan menjadikannya melaksanakan banyak hal buruk. Dia tidak melalaikan satu tulang pun yang dilempar Kepala. Dia terlahir menyerupai itu. Tabloid itu tidak mengejutkan.

Ki Ha : Tabloid?

Sang Kyu : Kau tahu. Tentang mendiang pemagang itu. Itu pembunuhan, bukan bunuh diri.

Ki Ha : Pembunuhan?

Sang Kyu : Ya. Ada juga rumor ia berselingkuh dengan seniornya serta ia mengaborsi bayi itu dan lainnya… Ada banyak detail.

Ki Ha pun teringat masa lalunya. Di tahun 2012, Ki Ha yang ingin ke pantry, menyaksikan Sang Kyu dengan seorang perempuan tengah bersitegang.

Ki Ha masuk ke pantry.

Sang Kyu : Pokoknya, turuti perkataanku.

Ki Ha mendengar. Sang Kyu kemudian melangkah pergi. Wanita itu menangis.

Ki Ha memandang perempuan itu.

Ki Ha : Dia tidak patut menerima air matamu. Dunia tidak akan runtuh.

Wanita itu berkata ia marah.

Ki Ha marah, kenapa kamu tidak meninjunya? Kau semestinya murka kepadanya. Kenapa kamu menangis?

Flashback end…

Ki Ha terlihat marah. Dia tanya apa maksud Sang Kyu.

Ki Ha : Itu omong kosong.

Sang Kyu : Awalnya, kupikir juga begitu. Tapi Joon Hyuk bereaksi dengan aneh. Seolah-olah bersalah atau semacamnya, ia sungguh-sungguh membeku. Sejujurnya, Joon Hyuk sungguh bagus kepadanya. Dia sudah beberapa tahun tidak menulis kisah dan ia berupaya keras untuk obiutarinya. Kau tidak pernah tahu apa yang terjadi antara lelaki dan wanita. Mereka niscaya punya sesuatu. Astaga. Seharusnya saya tidak menyampaikan ini, tapi… Aku cukup andal…

Ki Ha : Hentikan!

Sang Kyu terkejut Ki Ha teriak.

Ki Ha : Aku tahu Han Joon Hyuk sampah, namun ia tidak sepertimu, brengsek.

Sang Kyu : Apa? Brengsek? Kau pikir saya siapa?

BRAAAK!! Ki Ha menggebrak meja dan berupaya meredam emosinya.

Setelah emosinya agak mereda, ia minta Sang Kyu gak membahas Joon Hyuk lagi dengannya.

Ki Ha : Aku tidak ada sangkut paut dengannya. Janji yang kamu buat denganku… simpan saja.

Ki Ha beranjak pergi.

Je Kwon di mejanya, dihubungi seseorang.

Je Kwon : Aku mengerti. Aku akan secepatnya mulai.

Habis menemui Sang Kyu, Ki Ha pribadi naik ke atap gedung Harian Korea.

Ki Ha berupaya menenangkan dirinya.

Dia kemudian teringat masa lalunya.

Flashback…

Dia mengajak perempuan itu makan. Wanita yang dilihatnya bersitegang dengan Sang Kyu.

“Aku merasa jauh lebih baik sekarang. Aku menyedihkan, bukan?”

“Saat kamu marah, makanlah makanan hangat. Kau sanggup berkeringat. Jangan menangis.”

Ki Ha kemudian bilang tak sanggup menyaksikan perempuan itu menangis lagi.

Ki Ha lantas meminta perempuan itu menjadi kekasihnya.

Ki Ha : Aku tidak tahu soal hal lain, namun saya tidak akan membuatmu menangis.

Wanita itu yakni Hong Eun Hee, yang kini menjadi istrinya.

Ki Ha menginformasikan Sang Kyu bahwa Eun Hee sudah resign dari Harian Korea dan menjadi istrinya.

Sang Kyu kaget, apa?

Ki Ha : Jadi, jangan menghubunginya lagi.

Sang Kyu : Kau tidak mengenalnya. Dia sedang hamil.

Ki Ha pun meledak. Dia mencengkram Sang Kyu dan mendesaknya ke bibir atap.

Ki Ha : Jika ingin menjaga pekerjaanmu, sebaiknya kamu diam. Jika kamu menyinggungnya lagi, saya akan membunuhmu.

Sang Kyu ciut, baiklah. Aku berutang banyak kepadamu.

Ki Ha : Berutang kepadaku? Apa utangmu kepadaku?

Sang Kyu : Tidak, maksudku… Terima kasih. Maafkan aku.

Ki Ha berupaya keras meredam emosinya. Dia kesudahannya melepas cengkramannya dan mendorong Sang Kyu ke sampingnya.

Ki Ha : Lupakan semuanya. Lanjutkan hidupmu seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Jika kamu melaksanakan itu, saya akan memperlakukanmu selaku senior dan tidak pernah bersikap seenaknya.

Sang Kyu : Baiklah.

Flashback end…

Ki Ha : Kau tidak melakukannya kan, Han Joon Hyuk? Kau bukan sampah menyerupai itu.

CEO Park menggelar pertemuan pers.

CEO Park : Pertama-tama, saya mendoakan arwah Oh Soo Yeon, reporter magang Harian Korea. Setelah kematiannya beberapa bulan lalu, kami semua di Harian Korea berduka cita atas kematiannya.

Joon Hyuk memandang CEO Park dari kejauhan. Dia bangkit di bersahabat pintu ruangan konferensi.

Joon Hyuk ingat sarannya tadi ke CEO Park.

Ternyata Joon Hyuk lah yang menyarankan CEO Park untuk konferensi.

Sang Kyu tak setuju, perwakilan pers tidak pernah meminta maaf. Apa maksudmu, pertemuan pers? Maksudmu ia melaksanakan kesalahan?

Flashback end…

Lanjut ke pidato CEO Park.

CEO Park : Tapi di saat pers berhenti, kebenaran juga berhenti. Jadi, para reporter dari Harian Korea sudah menahan sedih mereka dan menyanggupi tanggung jawab mereka. Kematian mengenaskan Reporter Oh Soo Yeon yakni kesalahan saya. Jelas, saya tidak mengorganisir pegawai dengan cukup baik.

Kita kembali diperlihatkan argumentasi Joon Hyuk meminta CEO Park melaksanakan itu.

Joon Hyuk : Jika anda memikul semua tanggung jawab dan mundur dari manajemen, anda sanggup tampil selaku pengusaha yang jujur. Dengan memisahkan anda dari Harian Korea, bulat penduduk dan politik akan menganalisa anda ulang selaku cip biru yang kurang dihargai.

Kembali ke CEO Park yang masih berpidato. CEO Park akal-akalan sedih.

CEO Park : Saya tahu lantaran pernah kehilangan seorang anak. Jadi, saya ingin mempergunakan waktu ini untuk mengirim seruan maaf terdalam terhadap keluarga Oh Soo Yeon. Mulai sekarang, saya mundur dari posisi CEO Harian Korea.

Ji Yoon merasa itu masuk akal, namun juga berisiko.

Kepala Na : Bagaimana dengan kita?

Joon Hyuk : Kita dihentikan bertindak terbuka. Tapi di belakang….

Kepala Na : Kita menyerang pembawa pesan dengan tabloid?

CEO Park : Terakhir, kuharap kelalaian saya tidak akan melukai reporter Harian Korea dan kerja keras mereka selama 65 tahun terakhir.

CEO Park yang gres keluar dari ruang pertemuan pribadi dikerubungi reporter dari harian lain.

Mereka minta kepastian apakah CEO Park beneran mundur.

CEO Park masuk ke mobilnya. Joon Hyuk ikut mengirim CEO Park hingga ke mobil.

Ji Yoon mendekati Joon Hyuk.

Ji Yoon : Kau melaksanakan hal yang sungguh berisiko. Kau tahu itu, bukan?

Joon Hyuk : Jika saya mencemaskan kartuku berikutnya, bagaimana saya sanggup berjudi?

Ji Yoon : Kau terlihat sungguh berbeda.

Joon Hyuk : Tidak. Aneh sekali. Hari ini CEO An sungguh “pemalu”.

Je Kwon bareng Sang Kyu di bar.

Sang Kyu : Jadi, kamu sudah membagikan semua tabloid?

Je Kwon : Ya.

Je Kwon menyediakan tabloid yang ia bagikan di ponselnya.

Je Kwon : Aku mengirim yang pertama ke kantor. Aku akan mengantarkan yang kedua sehabis menyidik reaksi terhadap pertemuan pers.

Sang Kyu : Kau tidak perlu melaksanakan itu. Masukkan semuanya.

Je Kwon : Baiklah.

Sang Kyu : Omong-omong, bagaimana kabar kandidat CEO kita? Bekerja dengan baik?

Je Kwon : Bekerja? Aku tidak sanggup menyuruhnya melaksanakan apa pun. Aku tidak tahu siapa bosnya.

Kyu Tae mentraktir Ji Soo dan Joo Ahn di resto mahal.

Ji Soo : Ada program apa? Sesuatu yang bagus terjadi? Itu senantiasa diterima, tapi…

Kyu Tae : Aku tahu.

Joo Ahn : Tapi tiga sajian untuk tiga orang?

Kyu Tae : Aku akan memesan lagi nanti. Tentu saja. Kita tidak perlu argumentasi untuk makan bersama.

Ji Soo : Aku tidak bilang kita butuh alasan, namun dari semua hari…

Kyu Tae : Jika mesti menghasilkan alasan, saya ingin tau apa usulan kalian perihal program hari ini.

Ji Soo : Acara apa?

Kyu Tae : Konferensi pers. Bagaimana menurutmu?

Ji Soo : Yang mana? Soo Yeon Eonni dongsaeng? Sajang?

Kyu Tae : Keduanya.

Ji Soo : Aku sedih soal adiknya Soo Yeon, namun CEO kita….

Joo Ahn : Itu tidak masuk akal. Perwakilan pers tidak pernah meminta maaf. Dia bahkan mengundurkan diri. Itu tidak masuk akal.

Ji Soo : Menurutmu ia berbohong?

Joo Ahn : Sudah jelas.

Kyu Tae : Dia terperinci mundur dari posisi pemilik.

Ji Soo : Benarkah? Kau mendengar kabar dari Meja Politik?

Kyu Tae : Tidak juga. Kita akan tahu dari langkah berikutnya.

Kyu Tae kemudian mengajak mereka bersulang. Dia bilang mereka sudah terlampau banyak bicara soal pekerjaan.

Usai bersulang, Ji Soo tanya bagaimana rasanya berada di Meja Politik.

Ji Soo : Kau punya banyak pekerjaan?

Joo Ahn : Hei, kita yang paling banyak melakukan pekerjaan di Harian Korea Digital.

Kyu Tae : Para senior terlihat sungguh sibuk. Aku masih junior, jadi, saya tidak yakin. Tapi dalam waktu dekat penyeleksian umum.

Ji Soo berpikir, penyeleksian umum…

Sang Kyu dan Je Kwon masih di bar.

Sang Kyu : Dia akan menjadi Redaktur Meja Politik termuda yang baru.

Je Kwon : Jangan lupakan saya di saat kamu mengikutinya ke Parlemen. Aku ingusan langsungmu.

Sang Kyu : Hei. Kau pikir mudah menerima lencana emas itu?

Je Kwon : Tentu saja tidak. Tapi… Itu tidak benar, bukan?

Sang Kyu : Tidak kendala tabloid benar atau tidak. Hanya ada kecurigaan bahwa itu mungkin benar.

Joon Hyuk yang tengah menyetir, menyaksikan notifikasi di ponselnya perihal janjkematian Soo Yeon.

“Berita Sela! Reporter magang Harian Korea yang bunuh diri ternyata mungkin dibunuh!”

Joon Hyuk terkejut dan menepikan mobilnya. Dia membuka keterangan yang lain.

“Reporter magang yang lain mengungkapkannya ke Harian Shilla.”

Joon Hyuk kaget.

Dia kemudian ingat pas tadi usai konferensi, ia menyaksikan Reporter Goo di lobi Harian Korea.

Teringat hal itu, Joon Hyuk menelepon Detektif Kim.

Joon Hyuk : Halo? Detektif Kim. Ini aku.

Ji Soo cs tengah berkumpul.

Mereka membahas mundurnya CEO Park selaku CEO Harian Korea.

Yoon Kyung : Mustahil ia mengalah secepat ini.

Kyung Woo : Benar. Itu bahkan bukan seruan maaf tertulis, namun pertemuan pers.

Ji Soo : Redaktur Yang ,selebaran yang kutunjukkan tadi.

Ji Soo mengambil brosur itu dan menunjukkannya ke Yoon Kyung.

Dia menyediakan goresan pena yang ada dibawah selebaran, yang lebih menyerupai slogan.

“Harian, jendela Korea menuju kebenaran. Kini jendela menuju kebahagiaan.”

Yoon Kyung : Apa-apaan ini? Maksudmu, Harian Korea yang menghasilkan ini, bukan Grup Nammoo?

Ji Soo : Tidak. Kurasa itu bukan sebutan demonstrasi. Itu mungkin slogan pemilu. Sebentar lagi penyeleksian umum.

Ki Ha : Pemilu?

Ji Soo memerintahkan mereka membaca lagi.

Ji Soo : Harian, jendela Korea menuju kebenaran. Aku akan menjadikannya jendela untuk kebahagiaan.

Mereka tak percaya.

Yoon Kyung : Kau bercanda? Apa maksudmu CEO mencalonkan diri menjadi MP?

Se Joon : Tidak mungkin. Dia meminta maaf dan mundur dari jabatannya. Dia tidak akan melakukannya jikalau sungguh mencalonkan diri.

Ji Soo : Bagaimana jikalau ia berhenti untuk mencalonkan diri menjadi MP?

Ji Soo pun kesudahannya membisu lantaran semua menatapnya dengan tatapan tidak percaya.

Ki Ha : Tidak. Dia akal-akalan minta maaf dan membuatkan rumor di belakang. Mungkin tebakanmu benar.

Ki Ha menyediakan tabloid di tabletnya perihal Soo Yeon.

Ji Soo membaca, reporter magang Harian Korea yang bunuh diri mungkin gotong royong dibunuh. Sesama pemagang membocorkannya ke Harian Shilla?

Ji Soo teringat pas ia keceplosan kalau Soo Yeon dibunuh ke Reporter Goo. Ji Soo pun pribadi diam.

Kyung Woo membaca lagi.

Kyung Woo : Dia punya perilaku kerja yang jelek dan bertindak tidak senonoh…

Yoon Kyung merebut tablet Ki Ha dari Kyung Woo.

Yoon Kyung : Juga dicurigai berselingkuh dengan reporter senior…

Ki Ha : Dia tidak meminta maaf. Dia mencibir Soo Yeon dengan membingkainya dengan menjijikkan. Lalu, terduga selingkuhannya yakni Han Joon Hyuk. Itu sebabnya ia menulis obituarinya dengan hati-hati. Itulah yang mereka curigai.

Se Joon : Siapa yang menyampaikan omong kosong itu?

Ki Ha : Yoon Sang Kyu, si brengsek itu.

Ji Soo yang tahu kebenarannya, membela Joon Hyuk.

Ji Soo : Reporter Han tidak menyerupai itu…

Ki Ha : Aku tahu. Aku tahu itu bukan dia. Kuharap bukan dia.

Yoon Kyung : Tentu saja. Aku benci ia lantaran mengkhianati kita, namun ia sulit dipercayai melaksanakan itu.

Ki Ha : Kudengar ia intel Kepala.

Se Joon : Benarkah itu?

Ki Ha : Dia menerima suap di saat memerankan anjing Kepala.

Joon Hyuk tiba-tiba timbul di belakang mereka.

Joon Hyuk : Kau benar. Setengah benar, setengah salah. Saat gres diperintahkan ke Meja Kota, saya ingin kisahku utuh. Jadi, saya memerankan anjing penggembala untuk Kepala Na. Tentu saja, saya tidak menerima apa pun untuk itu.

Flashback…

Joon Hyuk terkejut menyaksikan ada segepok duit di bawah piring.

Kepala Na menghasilkan tanda segitiga dengan tangannya.

Kepala Na : Jika kamu memercayaiku hingga akhir, saya akan mempertahankanmu hingga akhir.

Joon Hyuk menyusul Kepala Na keluar restoran. Dia mengembalikan duit itu.

Joon Hyuk : Aku akan mengikuti anda hingga akhir. Tapi saya tidak perlu ini. Jangan berikan ini kepadaku.

Flashback end…

Joon Hyuk : Tapi sehabis peristiwa enam tahun lalu, saya pastikan lebih baik berhenti menulis kisah. Aku bahkan tak mau melihatnya atau bicara dengannya lagi. Kalian tahu sisanya. Selain itu, Oh Soo Yeon dan aku. Kalian tahu orang menyerupai apa Yoon Sang Kyu itu.

Yoon Kyung : Apa CEO Park mencalonkan diri menjadi MP?

Melihat ekspresi Joon Hyuk, Yoon Kyung paham itu benar.

Yoon Kyung : Aku mengerti. Karena kamu di sini, minumlah.

Joon Hyuk : Tidak. Aku mampir untuk bicara dengan Ji Soo.

Tapi pas mau pergi, Se Joon mengundang Joon Hyuk.

Se Joon : Kau tahu… Setelah gelap, bahkan anak kucing pulang. Kau sanggup makan di mana pun kamu mau, namun tidurlah di tempatmu seharusnya. Saat waktunya tiba, pulanglah.

Bersambung ke part 4….

Red Shoes Ep 13 Part 2

Drama Korea – Sinopsis Red Shoes Episode 13 Part 2, Cara pintas untuk mendapatkan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cara lain un...