Hush Ep 14 Part 1

Drama Korea – Sinopsis Hush Episode 14 Part 1, Yuk gaes baca juga selengkapnya untuk daftar link ada di goresan pena yang ini. Pastikan Kalian juga mesti mengenali kalau tersedia juga Episode sebelumnya baca di sini.

Joon Hyuk cuma berdua dengan CEO Park, di ruangan CEO Park.

CEO Park duduk di mejanya, memandang Joon Hyuk. Lalu ia bertanya, apa Joon Hyuk tahu lukisan apa yang tergantung di belakangnya.

Joon Hyuk : Ya. “The Anatomy Lesson” oleh Rembrandt.

CEO Park : Tentu saja kamu tahu. Pelajaran anatomi yakni tontonan terbaik dikala itu.

Joon Hyuk : Ya. Pasti memukau menyaksikan ke dalam badan manusia. Yang terpenting, itu dianggap tolok ukur kemutakhiran.

CEO Park duduk di belakang kedua foto kakeknya.

CEO Park : Kakekku memamerkan lukisan itu kepadaku dan menyampaikan ini. Myong Hwan-ah, ada dua macam orang di dunia ini. Orang yang menghasilkan koran dan yang membaca koran.

Joon Hyuk : Kurasa mereka yang tidak membaca koran bahkan bukan insan baginya.

CEO Park : Itu yang kukatakan. Lalu ia memberitahuku. Yang menghasilkan koran, mereka menyerupai lelaki dengan pisau bedah. Dan yang membaca koran, mereka menyerupai penonton di sampingnya. Lalu bagaimana dengan mereka yang tidak membaca koran?

CEO Park beranjak lagi ke mejanya.

CEO Park : Baginya, mereka bukan cuma bukan insan biasa, namun jenazah yang tetap mati, bahkan dikala dibelah terbuka. Jadi, Myong Hwan, kamu akan menghasilkan koran. Maka kamu akan menggerakkan dunia dan merubah dunia. Berbanggalah dengan itu.

Seketaris Lee kemudian masuk bareng koki, menenteng hidangan.

CEO Park memerintahkan Joon Hyuk makan.

Joon Hyuk terkejut menyaksikan santapan yang dibawa CEO Park.

CEO Park : Ini sungguh menyegarkan.

Itu sup pengar!

Kita diberitahu apa yang terjadi 8 jam lalu.

Di ruangannya, CEO Park tengah membaca postingan wacana dirinya di internet selaku tersangka pembunuh Soo Yeon.

CEO Park marah, apa yang kalian lakukan? Rumor ini menyebar dalam semalam.

Kepala Na : Itu cuma diunggah di internet. Tidak ada salinan cetaknya.

CEo Park : Di mana Manajer Han?

Ji Yeon : Begini… Sejak ia melalui gerbang tol Seoul semalam, GPS-nya dimatikan. Aku tidak sanggup menghubunginya.

Ji Yeon menaruh foto Joon Hyuk dan Ji Soo di kendaraan beroda empat di atas meja.

CEO Park melihatnya dan mengajukan pertanyaan apa maksud Ji Yoon.

Sang Kyu : Biar kutebak. Kurasa Manajer Han kabur untuk melindungi dirinya. Pengadu yang kusebutkan sebelumnya…

Kepala Na menjajal melindungi Joon Hyuk, Yoon Siljang! Kenapa kamu terus membicarakan rumor yang belum pasti?

Ji Yoon : Tidak, ia benar. Jika ia menghilang dalam suasana ini, kita mesti mencurigai dia, rumor atau bukan.

Sang Kyu : Dia mungkin melarikan diri setelah memajukan rumor ini.

CEO Park : Lalu?

Sang Kyu : Aku mengundang tim inspeksi untuk investigasi darurat. Hasilnya memamerkan bahwa bahkan jikalau ia tidak memajukan rumor itu, setidaknya ia menolong atau melindungi seseorang yang dicurigai selaku pengadu.

Sang Kyu menunjuk foto Ji Soo.

Ji Soo dan Joon Hyuk masih di perjalanan.

Ji Soo yang menyetir, mengundang Joon Hyuk.

Ji Soo : Sunbae, serentak saya tidak sanggup bilang itu kesalahpahaman Reporter Goo. Saat kali pertama berjumpa denganmu dan dikala Soo Yeon Eonni meninggal, saya senantiasa menyiapkan hal yang sama.

Joon Hyuk : Pasti begitu. Aku mengerti.

Ji Soo : Aku berjanji akan menyelisik korupsi Han Joon Hyuk dan memamerkan betapa jahatnya Harian Korea dan para pegawainya. Tapi dikala berjumpa dengan para reporter senior, mereka berlainan dari dugaanku. Aku ingin akal-akalan tidak tahu. Aku berharap mereka tidak tahu aib hingga akhir. Agar saya sanggup tidak suka orang-orang yang membuat selesai hidup ayahku.

Joon Hyuk teringat kata-kata Kepala Na pas mereka di pemakaman Soo Yeon.

Kepala Na : Hapus obituarinya kapan pun kamu mau.

Joon Hyuk : Kuharap ia tidak menderita. Kuharap ia tidak tahu aib hingga akhir.

Flashback end…

Joon Hyuk : Aku mencicipi hal yang serupa dikala menyaksikan Kepala.

Ji Soo : Tidak. Aku tidak sama denganmu. Seperti kata tabloid, saya menginformasikan Reporter Goo wacana Soo Yeon. Jika para reporter senior tahu, mereka akan sungguh kecewa kepadaku.

Joon Hyuk : Jika kamu merasa tidak nyaman, katakan yang sebenarnya. Mereka akan mengerti.

Ji Soo : Ya. Aku mesti menjalankan itu.

Joon Hyuk : Ini belum berakhir. Saat kembali, kita mungkin akan menghadapi hal yang lebih buruk.

Joon Hyuk memandang Ji Soo.

Joon Hyuk : Bisakah kamu bertindak sesuai perkataanku?

Ji Soo memandang Joon Hyuk sebentar, sebelum jadinya kembali memandang lurus ke depan.

Ji Soo : Ya. Entah bagaimana, saya akan menyintasi ini.

Joon Hyuk menyalakan ponselnya.

Dia menyaksikan ada panggilan tak terjawab dari Sang Kyu dan ayahnya.

Sekembalinya ke kantor, Joon Hyuk langsung dihadang Seketaris Lee dan dua staf keamanan.

Joon Hyuk bersikap tenang.

Joon Hyuk : Ada duduk kendala dengan CEO Park?

Seketaris Lee : Tidak, tidak ada duduk kendala dengannya. Masalahnya ada padamu.

Joon Hyuk pun mulai disidang oleh dua orang dari tim inspeksi CEO Park.

Salah satu dari mereka menyalakan alat perekam di ponselnya.

“Aku akan mulai merekam.” ucap perempuan itu.

Dia mulai menanyai Joon Hyuk.

“Manajer Han Joon Hyuk, kamu tahu kenapa kita di sini, bukan?”

Joon Hyuk akal-akalan gak tahu, entahlah.

“Kau tahu duduk kendala apa yang kamu hadapi?”

Kita ke Ji Soo yang dihadiri Sang Kyu dan dua anak buah Sang Kyu.

Tapi sama kayak Joon Hyuk, Ji Soo juga bersikap tenang.

Ji Soo : Masalah? Nama ayahku yakni Lee Yong Min dan ia juga produser MBS. Bagaimana itu sanggup menjadi masalah?

Sang Kyu : Tidak patut membicarakan itu di sini. Ikuti aku.

Sang Kyu memerintahkan anak buahnya menenteng Ji Soo.

Tepat dikala itu, Ki Ha dan Se Joon datang.

Mereka langsung membatasi Sang Kyu menenteng Ji Soo.

Ki Ha : Apa yang terjadi?

Sang Kyu : Ini duduk kendala eksekutif. Bukan urusanmu.

Se Joon emosi, kami sudah bertanya. Harian Korea Digital mandiri. Direktur Eksekutif tidak berhak menenteng bau kencur kami.

Sang Kyu : Junior? Juniormu…

Kepala Na dan Sung Han datang.

Kepala Na marah, Yoon Siljang! Si Sang Kyu langsung diam.

Kepala Na mendekati Sang Kyu.

Kepala Na : Suruh mereka naik dan datanglah ke ruanganku. Kenapa kamu mencibir para reporter?

Joon Hyuk mengatai mereka tidak tahu sopan santun.

“Bukankah semestinya kamu menyampaikan siapa dirimu lebih dahulu?” tanya Joon Hyuk.

“Maaf. Aku Jang dari tim inspeksi. Kita semua melakukan pekerjaan untuk Harian Korea di sini.” jawab yang laki-laki.

Yang perempuan memamerkan foto-foto Joon Hyuk dan Ji Soo. Dia bertanya, apa relasi Joon Hyuk dengan Ji Soo.

Joon Hyuk bilang ia melatih Ji Soo dan memeriksa Ji Soo dikala Ji Soo masih pegawai magang.

“Tidak ada relasi tidak layak lainnya?”

Wanita itu memamerkan foto Joon Hyuk dan Ji Soo di kendaraan beroda empat dalam perjalanan semalam.

Joon Hyuk mulai kesal, saya bimbang ini. Apa yang kalian bayangkan?

Jang : Aku kemari bukan untuk menggali kehidupan pribadimu. Kau tahu siapa ayahnya. Menurutmu kebetulan ia bergabung dengan perusahaan kita?

Ji Soo dan Sang Kyu bersitegang di ruangan Kepala Na.

Kepala Na membisu saja menyaksikan mereka berdua berdebat.

Ji Soo : Bagaimana jikalau itu bukan kebetulan?

Sang Kyu : Biarkan saja. Reporter Goo dari Harian Shilla menulis cerita ayahmu dua tahun lalu. Reporter Han dari Harian Korea menulis laporan salah. Karena itu, ayahmu meninggal dengan tidak adil.

Sang Kyu memamerkan laporan Joon Hyuk wacana Yong Min.

Ji Soo : Bukankah itu fakta? Kenapa kini menjadi masalah?

Sang Kyu : Masalahnya yakni kamu menelepon Reporter Goo. Contohnya…

Ji Soo : Maksudmu Reporter Goo menghasutku untuk menjadi pengadu? Begitukah?

Kembali ke Joon Hyuk dan tim inspeksi.

Joon Hyuk tanya belakang layar apa yang mesti ia bocorkan.

Joon Hyuk : Apa ada belakang layar penting yang ingin disembunyikan perusahaan?

Kita ke Ji Soo dan Sang Kyu lagi.

Ji Soo : Meskipun ada belakang layar penting, saya cuma menekan tombol segar sehari sarat di depan monitor. Bagaimana saya sanggup tahu itu?

Sang Kyu : Kau mungkin memeras Han Joon Hyuk dengan menyampaikan bahwa ia membunuh ayahmu.

Ji Soo : Apa?

Sang Kyu : Atau kalian mungkin sudah bergandengan. Kau tidak pernah tahu apa yang terjadi di antara lelaki dan wanita.

Ji Soo tak terima dengan perkataan Sang Kyu.

Ji Soo memandang Kepala Na, Kepala. Dia gres saja melecehkanku secara seksual.

Kepala Na menegur Sang Kyu.

Sang Kyu minta maaf pada Ji Soo namun dengan wajah sinis.

Sang Kyu :Tapi kalian menghilang bareng dalam semalam. Kenapa? Bagiku, itu cuma konferensi yang manis. Tapi bagi perusahaan, itu mungkin suatu kejahatan.

Ji Soo : Kejahatan?

Ke Joon Hyuk lagi kita.

Si perempuan bilang, semalam dari pukul 22.32 hingga 22.38, selama enam menit Joon Hyuk bicara dengan Reporter Goo di telepon.

Joon Hyuk : Rekaman kamera pengawas dan riwayat panggilan. Bukankah itu ilegal?

Jang : Kau menandatangani kontrak yang menyampaikan sebaliknya. Itu tidak ilegal. Tapi jikalau membocorkan belakang layar perusahaan, kamu bertanggung jawab atas pelanggaran kewajiban. Katakan. Kau menghasilkan perjanjian dengan reporter itu, bukan?

Ji Soo mengakui bahwa Reporter Goo meminta materi cerita darinya.

Ji Soo : dan saya merasa depresi alasannya yakni berutang kepadanya.

Sang Kyu masih semangat menyalahkan mereka.

Sang Kyu : Benar. Kau membocorkan keterangan alasannya yakni depresi dan Reporter Han melindungimu. Dia pengertian.

Ji Soo : Reporter Han bilang ia butuh waktu.

Kepala Na : Waktu? Apa maksudmu?

Ji Soo : “Neraka akan terbuka lebar besok pagi.” “Aku mencemaskan apa yang mau kulakukan selanjutnya.”

Si kolot Sang Kyu gak sadar juga ia lagi dipermainkan Ji Soo.

Sang Kyu : Neraka akan terbuka lebar? Karena rumor yang ia sebarkan?

Ji Soo cuma membisu memandang Sang Kyu dengan sedikit senyum mempercantik wajahnya.

Joon Hyuk mengaku bahwa ia menghasilkan perjanjian dengan Reporter Goo.

Joon Hyuk : Aku menyarankan perjanjian dengannya. Aku menyuruhnya untuk tidak mengusik Ji Soo dan memberi saya waktu. Lalu saya akan memberinya keterangan langsung terbaru.

Jang : Berita eksklusif? Seperti apa?

Joon Hyuk : Berita langsung yang mau menyelisik rumor itu palsu.

Sang Kyu terus saja memaksa Ji Soo menyampaikan bahwa Joon Hyuk yakni pengadu.

Sang Kyu : Tidak penting apakah rumor itu palsu. Siapa yang memajukan rumor artifisial itu? Han Joon Hyuk, kan?

Ji Soo : Maafkan aku, namun pukul berapa ini?

Joon Hyuk menyaksikan jam nya, kurasa sudah terbit sekarang. Periksalah sendiri. Aku menghabiskan semalaman untuk cerita ini.

Jang dan rekannya bergegas membaca cerita yang ditulis Joon Hyuk.

Itu cerita wacana CEO Park yang judulnya “Pengakuan mengagetkan mantan CEO Harian Korea! “Aku membunuhnya.”

Kita diperlihatkan flashback dikala Joon Hyuk menelepon Reporter Goo pas ia mau bicara sama Ji Soo.

Joon Hyuk : Dalam semalam, rumor akan menyebar. Akan tertulis bahwa CEO Park membunuh pemagang itu. Itu duduk kendala yang sungguh provokatif, jadi, itu niscaya akan dimanfaatkan.

Ji Soo memandang Joon Hyuk.

Di pantai, Joon Hyuk selesai dengan laptopnya. Ternyata ia gres saja mengantarkan cerita CEO Park itu ke Reporter Goo.

Joon Hyuk memerintahkan Reporter Goo mengungahnya di siang hari.

Reporter Goo yang gres menemukan surel dari Joon Hyuk, langsung mengungah cerita Joon Hyuk.

Reporter Goo dijanjikan akan menemukan keterangan langsung wacana Soo Yeon.

Dua orang dari tim inspeksi saling berpandangan membaca cerita Joon Hyuk.

Di cerita Joon Hyuk tertulis, bahwa CEO Park menyalahkan diri sendiri atas selesai hidup reporter magang. Dia sudah menghukum dirinya, berpikir bahwa dirinya sendiri yang membunuh pemagang itu. Mantan CEO Park bermaksud mengundurkan diri setelah pemakaman dan bersikeras diselidiki oleh polisi, namun dewan direksi menghentikannya, jadi, ia sanggup mundur setelah gugatan.

Kepala Na dan Sang Kyu juga membaca cerita itu.

“Menentang usulan berkali-kali dari staf, ia mengajukan diri untuk mengadakan konferensi pers.”

Kita diperlihatkan flashbask pas Joon Hyuk nyaranin CEO Park menggelar konferensi pers.

Joon Hyuk : Jangan menuntut balik atau mempublikasikan cerita manipulasi. Unggah surat undangan maaf atas nama anda menyerupai impian keluarganya. Atau konferensi pers akan lebih baik.

Kita juga ditunjukkan pas CEO Park menggelar konferensi pers.

CEO Park : Kematian mengenaskan Reporter Oh Soo Yeon yakni salah saya. Jelas, saya tidak mengorganisir pegawai dengan baik. Saya tahu. Saya tahu alasannya yakni pernah kehilangan seorang anak.

Di ruangannya, CEO Park juga membaca cerita Joon Hyuk.

“Selama konferensi pers, kelihatannya ia berduka soal putranya yang meninggal dikala kuliah di Amerika. Dia murka alasannya yakni ketulusannya disalahtanggapi alasannya yakni rumor palsu.”

Kamera menyorot layar komputer CEO Park yang memperlihatkan Joon Hyuk yang disidang tim inspeksi.

Ponsel CEO Park berbunyi.

Telepon dari ayahnya Kyu Tae.

Bersambung ke part 2…

Red Shoes Ep 13 Part 2

Drama Korea – Sinopsis Red Shoes Episode 13 Part 2, Cara pintas untuk mendapatkan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cara lain un...