Drama Korea – Sinopsis Love (ft. Marriage and Divorce) Season 3 Episode 1. Untuk mendapatkan daftar-daftar link recap ada di goresan pena yang ini. Kalian dapat dapatkan sesuatu yang lain menyerupai Season sebelumnya disini.

Songwon mengalami kontraksi. Persalinannya maju sepekan dari yang diperkirakan. Ayah dan ibu bersiap dan menolong Songwon sementara Sahyun menanti di mobil. Dih ayah sama ibu hingga risau sendiri. Ayah nyuruh ibu untuk pesan dingklik roda namun lupa naruhnya di mana.
Jia telponan sama neneknya yang hendak merencanakan makanannya. Ia kemudian bersiap kemudian bilang akan ke tempat tinggal ayahnya.
Piyoung dan Seoban bengong menyimak puisi dari Shi Eun.

Ayah dan ibu kesannya nggak jadi ikut ke tempat tinggal sakit. Mereka berbincang-bincang sesudah ayah merasa baikan. Baik ayah maupun ibu sama-sama nggak sabar menanti anak dari Sahyun. Mereka ingin tau apa jenis kelaminnya.
Songwon dan Sahyun masih di jalan. Ayah nelpon dan malah ngomongin yang nggak perlu. Ia nanyain Sahyun mimpi apa. Lah Sahyun nggak mimpi apa-apa. Ayah juga berpesan biar Songwon jangan terlalu konsentrasi sama rasa sakitnya dan mengingat dikala mereka pertama kali ketemu sama Bada. Ibu merebut ponselnya dan nyuruh Sahyun untuk mengirim pesan dikala sudah hingga rumah sakit nanti.
Dih siapa ini yang malah ingat dikala mereka melakukannya hingga terbentuklah Bada.

Akhirnya mereka hingga di rumah sakit. Songwon pun didorong sama perewat dan juga Sahyun.
Piyoung menelpon ahjumma di toilet. Ia murka dikala dengar ahjumma mengirim Jia ke tempat tinggal ayahnya dan nyuruh biar Jia dibawa kembali pulang dari sana.
Ternyata Dongmi minta Jia untuk tiba alasannya yakni berniat untuk menampilkan Ami selaku pacar ayahnya biar Jia murka dan Ami diusir.

Dongmi merencanakan masakan untuk Jia. Ahjumma secara tiba-tiba tiba dan mengajak Jia untuk pergi alasannya yakni ibunya yang nyuruh. Sepertinya ada yang penting. Jia pun pergi. Ami keluar dari kamar mandi nggak usang kemudian. Dongmi mengeluhkan Ami yang usang keluar dari kamar mandi dan memberi tahu kalo Jia tiba tadi. Ia ingin tau apa yang dikatakannya dikala tahu Ami merebut ayahnya. Yusin sungguh mencintai putrinya melampaui apapun. Ami sesumbar kalo segala hal dapat terjadi. Dan mereka pun kembali berantem dengan saling mengejek.
Songwon sedang diperiksa. Dokter bilang kemungkinan akan hingga tengah malam alasannya yakni pembukaannya masih kecil. Lah Sahyun nggak ngeh. Pembukaan?

Shi eun ketakutan terjadi sesuatu dengan Jia hingga Piyoung pulang. Hyerong pikir enggak. Karena kalo iya Piyoung niscaya akan ngasih tahu mereka. Ia kemudian ditelpon sama manajernya kalo mobilnya ditabrak sama lelaki paruh baya yang lagi mabuk. Ia pun pergi ke sana dengan ditemani sama Seoban.
Nam Gabin ada di rumah sakit (kayaknya). Seo Dongma tiba dan memberi tahu kalo ia akan pulang besok. Gabin minta Dongma untuk mencaritahu eksistensi Haerun. Dongma minta Gabin untuk nggak mengkhawatirkan orang lain. Hhh namun ia juga nggak dapat nolak seruan Gabin. Habis itu ia membicarakan ihwal pernikahan. Gabin nggak terpikat namun Dongma malah mendesaknya untuk secepatnya menegaskan tanggal dan prospektif kalo ia nggak akan menyakitinya lagi.
Piyoung masih di jalan dengan naik taksi. Ih ia terlihat murka banget.

Seoban kembali namun Shi Eun sudah nggak ada. Pelayan bilang ia sudah pulang. Seoban kemudian menyaksikan botol anggur sudah kosong. Dan dikala ia mau mengeluarkan duit tagihan ternyata sudah dibayar sama Shi Eun.
Di perjalanan pulang Shi Eun nelpon Haerun namun nggak dijawab. Akhirnya ia meninggalkan pesan suara. Haerun menyimak seluruhnya di kawasan tidurnya. Dan di antara seluruhnya yang paling nyesek yakni kesannya kau mencicipi apa yang kurasakan dulu. Dia eksklusif nangis setelahnya.
Di jalan Seoban menyerupai mempertimbangkan banyak hal.

Yusin sedang minum sendirian di bar. Ia menyaksikan seorang perempuan bertato sedang berdansa dan jadi ingat ssama Piyoung. Saat merayakan ulang tahun kontrak nikah dahulu mereka berdansa di hotel. Ia berniat untuk menghasilkan tato dan mnulis nama Piyoung. Piyoung melarang dan bilang kalo itu nggak perlu. Niat saja sudah cukup. Ami kemudian nelpon dan ngasih tahu kalo ia sudah sampai.
Piyoung hingga dan menanyakan Ami. Dongmi ngasih tahu kalo Ami pergi sesudah ditelpon sama Yusin. Ia kemudian duduk dengan mantan ibu mertuanya. Ia tahu persis argumentasi ibu nyuruh Jia tiba dengan mengiming-iminginya dengan makanan. Ia berupaya untuk ngasih tahu keadaan Jia yang kini ini sedang puber dan emosinya juga nggak stabil. Ibu berargumentasi kalo ia cuma kangen dengan Jia dan ingin berjumpa dengannya.

Lah habis itu mereka malah bertengkar. Dongmi mengungkit apa yang sudah ia lakukan hingga kesannya Piyoung dapat menikah sama Yusin dulu. Piyoung nggak mau kalah dan menampilkan kalo Dongmi nggak ada bedanya sama Yusin. Tukang selingkuh. Ia bahkan mengungkit yang terjadi dulu.
Dongmi merekam perselisihan mereka dan hingga menampar Piyoung. Piyoung membalasnya dengan melempar keramik. Tepat dikala itu Yusin dan Ami pulang. Dengan emosi Piyoung menampilkan yang Dongmi lakukan pada Jia. Ia menampilkan rekaman di ponsel selaku buktinya. Ami mengambilnya dan mau memutarnya namun Yusin melarang.

Yusin nyuruh seluruhnya untuk duduk atau ia nyuruh Piyoung untuk pergi. Mereka malah bertegkar lagi. Yusin yang nggak dapat menahannya mau nelpon Jia dan menyuruhnya tiba biar Jia tahu sekalian dan mereka nggak perlu menyembunyikannya lagi. Hal itu kian menghasilkan Piyoung murka dan mengancam akan menghasilkan Yusin nggak dapat lagi menemui Jia.
Piyoung berniat untuk pergi. Ami bilang kalo ia akan pergi dari sana kalo itu yang ia inginkan. Piyoung nggak menjawab dan pergi. Ami mengambil kunci mobilnya dan menyusul Piyoung. Ia akan mengirim Piyoung namun Piyoung menolak dan terus jalan. Melihat Piyoung menghasilkan Ami percaya untuk pergi, meski itu sudah terlambat.
Di kamarnya Dongmi berpikir kalo Ami sendiri nanti yang hendak rugi.

Di rumah ayah sungguh ketakutan alasannya yakni belum ada kabar kalo Songwon sudah melahirkan. Ibu masih lebih damai dan menjajal untuk menenangkan ayah.
Songwon menanyakan kemungkinan melahirkan dengan selamat. Dokter mengiyakan dan berpikir kalo anak mereka akan menarik menyerupai kedua orang tuanya.
Di rumahnya Seoban merasa nggak damai kemudian mengambil ponselnya.
Ayah dan ibu berdoa di gereja untuk keamanan Songwon. Ayah ingin cucunya kali ini lelaki sedang ibu cuma ingin cucunya lahir dengan selamat.

Shi Eun sedang berendam dikala secara tiba-tiba Seoban menelponnya. Ia menyayangkan SHi Eun yang mengeluarkan duit tagihannya padahal harusnya ia yang membayarnya. Shi Eun mengalihkan dengan menanyakan keadaan Hyerong. Tapi yang Seoban amati yakni Shi Eun. Ia merasa kalo suaranya sedih dan ingin bicara dengan suami Shi Eun.
Saat itulah kesannya Shi Eun bilang kalo ia sudah nggak bersuami lagi. Mendadak Seoban jadi aneh. Ia bilang kalo ia akan ke kawasan Shi Eun padahal ia sudah di rumah. Ia bahkan eksklusif pergi dengan berlari sesudah mengatakannya.


Songwon menangis sambil bicara dengan bayinya dan betapa ia ingin berjumpa dengannya. Ia meminta anaknya untuk keluar dengan berani. Sahyun masuk dan minta Songwon untuk dioperasi saja. Songwon menolak dan bilang kalo ia merasa sungguh senang hingga nangis. Ia kemudian menggenggam tangan Songwon. Menadak Songwon merasa kontraksi hingga tanpa sadar menggenggam tangan Sahyun erat.
Shi Eun menegaskan busana dan bersiap untuk menemui Seoban. Sementara itu Seoban masih dalam perjalanan.

Songwon terkenang dikala mereka selesai melakukannya dulu. Mereka membicarakan performa Sahyun dan Sahyun sesumbar kalo ia akan tetap keren hingga selamanya. Mendadak ia mencicipi kontraksi lagi. Rasanya mungkin sakit namun ia menahannya untuk nggak teriak alasannya yakni nggak ingin menghasilkan bayinya takut. Nggak usang setelahnya Sahyun tiba bareng dengan dokter.
Ayah dan ibu meninggalkan gereja. Sahyun nelpon. Mereka pikir bayinya sudah lahir namun Sahyun bilang masih belum. Mungkin berjam-jam lagi. Ayah bilang kalo ia nggak akan tidur dan nyuruh Sahyun untuk eksklusif menelponnya.
Hyanggi selesai menghasilkan nasi goreng untuknya dan Wuram. Shi Eun keluar dari kamarnya dan bilang akan keluar sebentar.

Akhirnya Shi Eun berjumpa dengan Seoban. Tapi ada yang absurd dengannya. Ia menampilkan minuman pengar untuk Shi Eun yang sengaja ia beli dalam perjalanan alasannya yakni tahu kalo Shi Eun habis minum banyak tadi. Ia juga menolak membicarakan ihwal Hyerong dan ingin lebih membicarakan ihwal mereka.
Selain itu ia juga menegaskan perasaan Shi Eun pada mantan suaminya kalo sudah nggak ada perasaan yang tersisa. Dan dikala dengar kalo selingkuhan mantan suaminya meninggalkannya secara sepihak Seoban menanyakan apa mereka akan rujuk? Dengan sungguh percaya Shi Eun menjawab enggak.
Seoban pikir kini memang bukan waktu yang tepat. Ia akan mengatakannya besok dikala mereka nggak mabuk.
Dongma kemudian nelpon menanyakan air panas.


Hyanggi sedang belajar. Sudah jam 1 melalui namun ibunya masih belum pulang.
Shi Eun dan Seoban meninggalkan restoran. Shi Eun menuanjukkan taksi biar SEoban dapat secepatnya pulang namun Seoban malah milih untuk mengantarna dan berlangsung bersamanya. Ia menanyakan bawah umur Shi Eun. Mendadak angin bertiup. Seoban melepas mantelnya dan memakaikannya ke Shi Eun. Ia bilang kalo mereka pernah ketemu. Shi Eun pikir mereka satu sekolah namun Seoban bilang enggak. Tapi ia juga nggak mau ngasih tahu. Besok.
Hyanggi datang. Nggak mau ia salah paham, Shi Eun pun mengembalikan mantel Seoban dan mengenalkan Hyanggi. Setelah Seoban pergi, Hyanggi menampilkan rasa sukanya pada Seoban. Bahkan hingga di lift Hyanggi masih saja membicarakannya. Shi Eun memberi tahu yang terjadi sebelumnya dan ngasih tahu kalo nggak ada apa-apa di antara mereka.

Ayah terus gusar sesudah hingga rumah. Nggak dapat nunggu lagi ia pun mengajak ibu untuk ke tempat tinggal sakit.
Dongma ngasih tahu Seoban kalo ayah nggak sepakat kalo ia sama Gabin. Tapi ia tahu kalo ayah nggak dapat hidup tanpanya. Ia percaya kalo dalam sepekan ayah niscaya akan menyuruhnya untuk pulang. Seoban menanyakan apa Gabin mau memaafkannya?
Sampai rumah Shi Eun kemudian meminum minuman dari Seoban.

Ayah dan ibu sudah di rumah sakit. Mereka sungguh mengkhawatirkan Songwon. Dih ayah malah ngomongnya nakutin. Katanya orang jaman dahulu melepas sepatu dikala masuk ruang bersalin. Mereka nggak tahu masih dapat memakai sepatunya lagi apa enggak sesudah keluar dari ruang bersalin. Ih ibu eksklusif memarahinya.
Di dalam Songwon akan bersalin. Dokternya bilang sudah terbuka 8 cm.
Shi Eun nggak dapat tidur. Seseorang nelpon. Dia berharap kalo itu Seoban. Lah tahunya malah Haerun. Dia menanyakan klinik oriental yang bagus. Katanya rahangnya bergeser. Makara tadi ia minum namun tahu-tahu airnya tumpah. Ia menyaksikan parasnya di cermin dan mengenali kalo rahangnya bergeser.

Yusin mencari Ami di kamar mandi namun ia nggak ada. Tahunya Ami sedang menangis di sofa. Ayahnya meninggal. Sebelumnya ia jatuh dikala berkeda dan menjadi lumpuh. Dan kini ia meninggal. Ia diberitahu sama ibunya.
Jia terbangun alasannya yakni merasa mendengar bunyi nyanyian. Ia membangunkan ibunya dan memberitahunya. Mereka ke ruang tamu dan ada kakek yang sedang berkaraoke namun keduanya nggak melihatnya. Akhhirnya Jia tidur dengan ibunya. Piyoung prospektif akan menyebarkan Jia hamburger untuk sarapan besok.
Songwon masih belum melahirkan. Tubuhnya kian lemas namun ia menahannya.

Shi Eun mengirim pesan ke Haerun dan memintanya untuk mengantarkan alamatnya.
Songwon akan melahirkan. Dokter tiba bareng para perawat. Songwon minta Sahyun untuk menanti di luar padahal ia ingin menemani Songwon. Tapi alasannya yakni Songwon yang minta kesannya ia menurut. Sebelum keluar ia meluk Songwon dan bilang saranghae sambil menyemangatinya. Dan sesudah menanti beberapa dikala kesannya ia mendengar bunyi bayinya.


Sahyun ingin masuk namun apalagi dahulu ia nelpon ayah dan mengabari kalo Songwon sudah melahirkan. Ayah dan ibu senang banget. Ia menanyakan jenis kelaminnya namun Sahyun mengaku belum tahu.
Di dalam dokter menampilkan bayinya ke Songwon. Melihat tampang bayinya menghasilkan Songwon nangis. Anakku, ini ibu nak…
Bersambung…