Red Shoes Ep 6 Part 2

Drama Korea – Sinopsis Red Shoes Episode 6 Part 2, Cara pintas untuk mendapatkan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cara lain untuk cari dongeng spoiler Episode sebelumnya cek disini.

Sebelumnya…

Paginya, Jin A terlihat segar.

Dia duduk di kasurnya dan mencari pekerjaan di internet.

Yu Kyung kemudian menelponnya.

Jin A : Yu Kyung-ah, telah lama.

Yu Kyung : Jemma-ya, saya sanggup pekerjaan!

Yu Kyung menginformasikan kalau kini beliau merupakan manajer kedai makanan tradisional Korea.

Jin A kaget, apa?

Yu Kyung cerita, ada kedai makanan tradisional Korea yang gres buka. Tempatnya besar dan bagus.

Yu Kyung : Itulah kenapa saya menelponmu. Masukkan lamaranmu. Mereka akan memberdayakan orang-orang selesai pekan ini. Karyawan tetap!

Yu Kyung diundang anak buahnya dan bergegas menyudahi panggilannya.

Jin A mau siap2, namun ponselnya berdering lagi. Dia pikir itu dari Yu Kyung lagi.

Jin A : Apa lagi?

Terdengar bunyi lelaki di seberang sana, Kim Jemma-ssi…

Yu Kyung risau dan tanya itu siapa.

Pria itu bilang Jin A akan secepatnya tahu dan mengajaknya berjumpa kemudian mutusin panggilan gitu aja.

Jin A pun pergi menemui lelaki yang menelponnya.

Ada dua lelaki yang menunggunya. Satu lelaki dengan stelan jas, satu lagi terlihat seumpama tukang pukul.

Pria itu menampilkan kartu namanya. Jin A terkejut membaca kartu bisnis lelaki itu.

Pria itu berasal dari kantor rentenir daerah beliau meminjam uang.

Pria berjas mengaku, beliau merupakan ‘direktur’ yang baru. Dia membaca berkas Jin A dan mengenali Jin A belum mengembalikan uangnya.

Jin A minta maaf. Dia bilang, sesuatu mendesak terjadi pada adiknya.

Pria itu tak mau mengerti. Dia bilang itu kendala Jin A.

“Mereka bilang kamu akan mengeluarkan duit ahad ini.”

“Minggu ini?”

“Sepertinya kamu orang baik.”

Intinya, lelaki itu mau Jin A mengeluarkan duit uangnya kini juga.

Jin A minta maaf dan minta waktu lagi.

Pria itu murka dan bilang mereka udah cukup sabar nunggu Jin A bayar utang.

Yu Kyung mengirimkan pelamar keluar.

Dia berada di ruangan Ki Seok, menemani Ki Seok menginterview pelamar.

Jin A masuk.

Yu Kyung pun menyemangati Jin A.

Ki Seok terkejut menyaksikan Jin A.

Jin A lantas duduk di depan Ki Seok.

Ki Seok membaca resume Jin A.

Ki Seok bilang Jin A tak mempunyai pengalaman melakukan pekerjaan dengan meja.

Semua pengalaman yang Jin A miliki merupakan melakukan pekerjaan di coffee shops, kedai makanan pizza, taman bermain, toserba.

Jin A bilang beliau akan melakukan pekerjaan keras.

Ki Seok : Bekerja keras bukan bermakna kamu baik dalam melaksanakan pekerjaanmu. Akan sukar jikalau kamu tidak berorientasi pada detail.

Ki Seok menunjuk ke arah kancing atas kemeja Jin A yang terbuka.

Ji A menyaksikan ke kancingnya dan terkejut.

Ki Seok eksklusif menganggap Jin A selaku tipe yang ceroboh.

Jin A : Bukan begitu.

Ki Seok : Kau tidak sanggup menepati kontrak dan mencuri duit milik orang lain secara teratur. Aku benar? Kau tidak mempunyai kenangan atau kehandalan. Saat saya melakukannya, itu merupakan kesalahan. Saat orang lain melakukannya, itu salah.

Ki Seok yang salah paham pada Jin A, menentukan untuk tidak mendapatkan Jin A selaku pegawainya.

Yu Kyung terkejut, daepyeonim.

Ki Seok memerintahkan Jin A keluar.

Jin A beranjak menuju pintu. Tapi kemudian beliau berbalik lagi, memandang Ki Seok.

Jin A : Permisi. Maaf kalau saya melalui batas, namun seberapa banyak kamu mengenali tentangku? Aku tak ingin melakukan pekerjaan dengan seseorang yang tidak punya budbahasa atau suka mengkritik orang lain cuma alasannya beliau tak menggemari mereka. Apa yang kamu tahu tentangku? Bagaimana sanggup kamu menghinaku seumpama itu? Kau tidak layak menjadi CEO untuk kedai makanan besar seumpama ini.

Ki Seok : Seberapa baik saya mengenalmu? Aku tahu kamu sungguh tak tahu aib sehingga kamu menggores kendaraan beroda empat orang lain dan mengabaikan panggilannya.

Jin A pun terkejut menyadari Ki Seok merupakan lelaki yang mobilnya beliau gores.

Tentu saja, Jin A eksklusif minta maaf.

Yu Kyung membela Jin A. Yu Kyung bilang beliau tidak tahu apa dilema Jin A dan Ki Seok, namun Jin A merupakan pekerja keras.

Jin A pun beranjak keluar tanpa menyampaikan apapun lagi.

Yu Kyug menyusul Jin A ke toilet.

Yu Kyung tanya gimana sanggup Jin A mengenal bos nya.

Jin A bilang ceritanya panjang. Aku salah. Harusnya saya menghubunginya.

Yu Kyung : Ini menjengkelkan.

Jin A teringat sesuatu dan pergi lagi.

Jin A ternyata kembali ke ruangan Ki Seok.

Jin A bilang jikalau Ki Seok menampilkan bill nya, beliau akan mengubah rugi kerusakan kendaraan beroda empat Ki Seok.

Tapi Ki Seok tak peduli dan memerintahkan Jin A keluar.

Ki Seok kemudian minta klarifikasi kenapa Jin A mengabaikan teleponnya. Dia menuding Jin A tidak mau mengubah rugi.

Jin A pun menerangkan kalau adiknya meninggal dan beliau sibuk mengurusi pemakaman jadi tidak sanggup menelepon Ki Seok.

Jin A : Itu kesalahanku. Aku minta maaf.

Ki Seok terdiam.

Ponsel Jin A berbunyi.

Jin A eksklusif pergi.

Ki Seok berdiri, tunggu….

Jin A keburu pergi.

Ternyata Jin A ditelpon oleh Kim Sajang.

Kim Sajang menampilkan sepatu pesanan Jin A.

Kim Sajang minta maaf. Dia bilang beliau tahu ulang tahun adiknya Jin A telah lewat. Dan beliau yakin, adiknya Jin A akan bahagia jikalau Jin A menampilkan sepatu itu sekarang.

Jin A mengambil sepatu itu dan nangis lagi.

Hari telah malam.

Jin A duduk di halte bis sendirian. Dia menghela nafas.

Lalu beliau tak sengaja menyaksikan iklan produk sepatu modern Lora yang ditampilkan di layar LCD.

Jin A kaget, beliau merasa sepatu modern Lora seumpama dengan sepatu yang beliau rancangan untuk adiknya.

Jin A pun mengunjungi Kim Sajang. Dia minta klarifikasi kenapa Lora memasarkan sepatu yang seumpama dengan desainnya.

Jin A curiga, Kim Sajang memasarkan desainnya pada Lora.

Kim Sajang malah balik meneriaki Jin A.

Kim Sajang : Kau pikir saya membuka bisnis ini gres kemarin! Kenapa kamu tidak mempercayai orang!

Jin A : Tapi ini juga aneh. Setiap rincian terkecil…

Kim Sajang : Carilah bukti! Tidak seorang pun menggandakan rancangan orang lain lagi! Kau pikir cuma kamu satu-satunya murid sekolah desain? Aku membuatkannya untukmu tanpa meminta bayaran alasannya saya merasa tidak enak.

Jin A : Sajangnim!

Kim Sajang : Keluarlah! Jangan buang-buang waktuku!

Jin A tak menyerah. Dia menampilkan sepatu Jin Ho yang beliau rancangan sendiri.

Jin A : Lihat ini. Mereka terlalu mirip!

Kim Sajang masih gak mau ngaku.

Jin A telah di kamarnya sekarang.

Dia tengah membandingkan desainnya dengan produk modern Lora.

Jin A pun sadar, bahwa Lora menggandakan desainnya.

Jin A : Mereka tidak mungkin sanggup menjadikannya terlihat begitu identik.

Jin A heran sendiri.

Hari telah pagi. Ki Seok menemui neneknya.

Neneknya tanya, bagaimana pekerjaannya.

Ki Seok : Aku akan melakukan pekerjaan keras.

Nyonya Choi : Jangan membayangkan menjadi berhasil secara instan.

Ki Seok pun pamit.

Begitu Ki Seok pamit, pembantu memuji Ki Seok. Dia bilang Ki Seok sungguh sanggup diandalkan.

Nyonya Choi : Dia mungkin sanggup diandalkan, namun beliau tidak sepadan dengan mendiang putraku. Dia dan saya mempunyai takdir yang mengerikan.

Ponsel Nyonya Choi berdering. Pembantu eksklusif memberikannya ke Nyonya Choi.

Nyonya Choi : Halo? Ya, Tuan Ko. Apa? Kau menemukannya?

Sementara itu, Jin A pergi ke Lora.

Satpam menghampiri Jin A. Jin A bilang Lora mencuri desainnya.

Satpam menghalau Jin A. Beberapa staf keselamatan juga tiba untuk menghalau Jin A.

Hyeok Sang datang.

Jin A berteriak ke Hyeok Sang, kalau Lora telah mencuri desainnya.

Hyeok Sang bilang ada ribuan hal yang seumpama di dunia ini. Dia memerintahkan Jin A mencari pengacara dan menuntut mereka jikalau tidak terima.

Hyeok Sang memerintahkan satpam menghalau Jin A.

Jin A bersikeras menampilkan desainnya namun satpam mendorongnya hingga beliau jatuh.

Jin A kesal. Saat beliau mau mengambil buku desainnya di lantai, seorang perempuan berhak tinggi menginjak buku desainnya.

Wanita itu berteriak ke Hyeok Sang, manggil Hyeok Sang appa.

Jin A terkejut dan memandang perempuan itu.

Hye Bin menoleh, memandang Jin A.

Bersambung….

Gimana guys sejauh ini? Seru gak ceritanya? Menurut mimin sih seru, semakin seru malah…

Kira2 yang dicari Nyonya Choi siapa ya? Siapa yang didapatkan Tuan Ko?

Btw, merasa gak sih So E Hyun ini seumpama banget sama Lee Yo Won?

Red Shoes Ep 13 Part 2

Drama Korea – Sinopsis Red Shoes Episode 13 Part 2, Cara pintas untuk mendapatkan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cara lain un...