Secret Mother Eps 14 Part 1

Drama Korea – Sinopsis Secret Mother Ep 14 Part 1, Cara pintas untuk mendapatkan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cek Episode sebelumnya disini.

Yoon Jin ternyata memang sudah tahu siapa Eun Young!

Hari itu, usai bicara dengan Eun Young di kafe, beliau eksklusif ke kantor polisi.

Dia di ruang interogasi, tengah menginterogasi CEO Lee.

CEO Lee : Aku juga tidak tahu beliau siapa.

Yoon Jin terlihat menahan kekesalannya.

Yoon Jin : Anda tidak mengenalnya, namun kenapa beliau ada di daftar guru?

CEO Lee : Seperti guru lainnya, saya mendapatkan lamarannya.

Yoon Jin : Lantas, Kim Eun Young menyerahkan dokumennya juga?

CEO Lee : Soal dia…

CEO Lee terkejut Yoon Jin tahu.

CEO Lee : Anda tahu?

Yoon Jin : Kenapa beliau sanggup menjadi guru berguru khusus putraku?

CEO Lee : Aku sudah mencampakkan semua dokumennya. Bagaimana anda tahu?

Flashback…

Yoon Jin menyimpan sepatu Hyeon Joo di lacinya. Ponselnya kemudian berbunyi. Telepon dari Jung Wan.

Yoon Jin eksklusif keluar rumahnya, menemui Jung Wan.

Jung Wan mengobrol berkas Eun Young.

Jung Wan : Itulah kehadiran terakhir Kim Eun Young. Kau pernah melihatnya di sekeliling sini?

Sontak Yoon Jin terkejut menyaksikan foto Eun Young.

Yoon Jin : Wanita ini Kim Eun Young?

Jung Wan : Nama dan nomor KTP-nya cocok dengan orang yang kamu obati pada hari kecelakaan putrimu. Aku menemukannya di wilayah kamu menemui Hyun Chul.

Flashback end…

Yoon Jin : Wanita itu sengaja menegaskan keluarga kami?

CEO Lee : Dia menawarkanku duit dalam jumlah besar. Katanya ada seorang anak yang sungguh ingin beliau ajar. Dia eksklusif menegaskan Min Joon begitu menilik dokumennya.

Yoon Jin : Dia tidak menanyakan soal aku?

CEO Lee : Tampaknya beliau sudah tahu banyak soal anda. Pekerjaan terdahulu, kekerabatan keluarga, wilayah tinggal, dan keterangan biasa lainnya. Itu saja. Aku tidak tahu sama sekali soal argumentasi atau niatnya.

Yoon Jin : Dia orang gila yang menilik latar belakangku. Tapi anda menganjurkan beliau untuk menjadi guru les putraku.

CEO Lee : Bu, saya tidak ada kaitannya dengan beliau atau rencananya. Tolong ingat itu.

Yoon Jin pun beranjak pergi dengan wajah kesal.

Jung Wan eksklusif menghampiri Yoon Jin begitu Yoon Jin keluar.

Jung Wan : Dia juga tidak tahu banyak mengenai Kim Eun Young.

Yoon Jin : Dia ada di dekatku, jadi, mesti kucari tahu argumentasi beliau mendekatiku dan identitas Kim Eun Young yang mendatangiku tahun lalu.

Jung Wan : Bukankah itu berbahaya?

Yoon Jin : Aku sulit payah mencarinya dan beliau tiba kepadaku. Tidak ada yang perlu ditakutkan.

Jung Wan : Hubungi saya jikalau kamu butuh sesuatu. Aku akan mencari tahu soal orang-orang terdekatnya.

Yoon Jin : Terima kasih. Omong-omong, sepertinya Kepala Inspektur tidak ada di ruangannya.

Jung Wan : Dia niscaya sedang rapat di kantor pusat.

Yoon Jin : Akan kuberi tahu suamiku soal ini. Pura-puralah tidak tahu soal Eun Young. Ini tidak akan lama.

Hwa Sook menemui Pengacara Lim So Jeong.

Hwa Sook : Pria ini menyontek perceraiannya dan mengawali keluarga gres dengan orang lain.

Pengacara Lim : Kalian sudah sepakat bercerai demi memasukkan putra kalian ke institusi anak berbakat.

Hwa Sook : Benar. Agar putra kami diterima di sekolah kedokteran, kami pun menyusun siasat dengan bercerai di atas kertas. Dahulu kami pasangan bahagia. Tapi sepertinya beliau sudah mengawali keluarga gres di Jamsil. Saat saya menyaksikan beliau keluar dari rumah itu, sulit kupercaya bahwa itu sungguhan. Jika bisa, saya ingin merusak pintu depan rumah itu dan menghajar mereka.

Pengacara Lim : Anda dihentikan melaksanakan itu. Jika respon anda gegabah, anda sanggup kehilangan segalanya. Termasuk suami anda dan semua hartanya.

Hwa Sook : Lantas saya mesti bagaimana?

Hwa Sook bersiap menulis apa yang mesti beliau lakukan.

Pengacara Lim : Cari bukti beliau sudah berselingkuh sejak kalian belum bercerai. Dalam tiga tahun sehabis perceraian kalian, diperbolehkan mengajukan somasi untuk alimentasi dan pembagian harta gana-gini. Jadi, tenanglah dan kumpulkan bukti yang menampilkan perselingkuhan mantan suami anda sebelum perceraian.

Hwa Sook : Itu… Harta gana-gini itu satu hal, namun adakah cara untuk melindungi suamiku? Aku belum mau melepaskan suamiku.

Pengacara Lim : Lantas semestinya anda mengendalikan taktik lain demi putra anda alih-alih menyontek perceraian.

Hwa Sook termenung mendengarnya.

Hwa Sook tengah menyetir. Dia nyaris hingga di rumahnya. Tapi tiba-tiba, beliau menyaksikan Seung Soo sedang berlangsung kaki.

Hwa Sook : Katanya beliau sibuk lantaran hari ini ada pertemuan.

Hwa Sook mengikuti Seung Soo.

Seung Soo berlangsung melalui rumah Byung Hak. Tapi kemudian, beliau berbelok ke tempat tinggal Byung Hak sehabis percaya tak ada yang mengikutinya.

Seung Soo masuk.

Hwa Sook terkejut menyaksikan itu, itu rumahnya Chae Rin.

Hwa Sook menghantukkan kepalanya ke setir mobil.

Hwa Sook : Bukan mimpi. Benar-benar rumahnya Chae Rin.

Lah di rumah Byung Hak, Seung Soo lagi mindahin pot gede.

Ji Ae memantau Seung Soo sambil bicara di telepon dengan Byung Hak.

Ji Ae : Sudah kubilang ini tidak mendesak. Kau tidak perlu memerintahkan dia. Aku sanggup melakukannya denganmu di saat kamu pulang nanti. Aku tidak mau orang gila masuk ke tempat tinggal kita.

Byung Hak : Aku merasa bersalah lantaran terlalu jarang di rumah. Sampai pembangunan sanggralokanya selesai, saya tidak sanggup sering-sering pulang, jadi, hubungi saya jikalau ada masalah. Akan secepatnya kukirimkan sekretarisku.

Ji Ae : Baik. Akan kusuruh beliau pulang jikalau sudah nyaris selesai.

Ji Ae selesai menelpon.

Seung Soo tanya, apa letaknya pot nya sudah pas.

Ji Ae memerintahkan Seung Soo mindahin pot nya ke wilayah semula.

Setelah Seung Soo mindahin ke wilayah semula, disuruh lagi memindah ke wilayah tadi.

Ji Ae kemudian memerintahkan Seung Soo pulang dan beranjak pergi.

Hwa Sook menghubungi Seung Soo.

Seung Soo ngos-ngosan mendapatkan telepon Hwa Sook.

Hwa Sook : Kau di mana, Sayang?

Seung Soo : Aku sedang berolahraga di luar. Astaga, punggungku. Nanti kutelepon lagi, ya.

Seung Soo pulang. Hwa Sook sudah menunggunya di ruang tengah.

Seung Soo duduk di bersahabat Hwa Sook sambil memijati punggungnya.

Hwa Sook : Kau berolahraga di mana?

Seung Soo : Olahraga apa?

Lalu Seung Soo sadar tadi beliau ngakunya lagi olahraga.

Seung Soo : Itu, ya. Aku berolahraga di taman bersahabat sini. Aku habis joging.

Hwa Sook : Bukan melatih punggungmu?

Seung Soo : Punggungku keseleo di saat saya mengangkat beban.

Hwa Sook : Kau bilang habis joging.

Seung Soo : Ada apa denganmu? Ada masalah?

Hwa Sook : Ayo kita rujuk.

Seung Soo kaget, apa? Kenapa?

Hwa Sook : Jawabanmu sungguh mengecewakan.

Seung Soo : Tidak. Hanya saja ini amat mendadak.

Hwa Sook : Kita memang berniat rujuk begitu Ji Ho sudah diterima di sekolah elite. Ini tidak secara tiba-tiba sama sekali.

Seung Soo : Tapi perjalanan kita masih panjang. Kita mesti lebih menimbang-nimbang kapan kita akan rujuk, bukan?

Hwa Sook : Kau tidak mau hidup denganku?

Seung Soo pun duduk di sebelah Hwa Sook.

Dia memegang pundak Hwa Sook.

Seung Soo : Apa maksudmu? Kau tahu betapa aku…

Hwa Sook : Menjauh dariku. Keringatmu bau.

Hwa Sook beranjak menuju kamar.

Seung Soo mengikuti Hwa Sook, yeobo, sanggup masakkan saya sesuatu? Aku belum makan siang.

Hwa Sook menutup pintu kamarnya.

Di kamarnya, beliau menjajal menahan emosinya.

Setelah menenangkan dirinya beberapa saat, beliau keluar lagi dan menyaksikan Seung Soo sudah pergi.

Hwa Sook kian gondok, astaga! Kenapa mereka sanggup saling mengenal? Mungkinkah beliau mengenali Seung Soo punya banyak saham? Tapi untuk apa beliau berselingkuh dari suami juragan gedungnya itu?

Hwa Sook kemudian memijat kepalanya.

Hwa Sook : Tidak, ini tidak mungkin. Mustahil.

Eun Young kembali menemui Mi Seon. Mereka duduk di salah satu kamar Kafe Blue Moon.

Mi Seon : Sulit meminta berjumpa di sana lantaran ada polisi datang. Aku sedang membenahi barangku lantaran akan pindah pekan depan. Hyeon Joo tinggal di tempatku beberapa bulan di saat di Seoul. Aku mendapatkan barang-barangnya. Hanya itu benda yang kumiliki yang berhubungan dengan Hyeon Joo.

Mi Seon mengobrol kotak kecil ke Eun Young.

Eun Young membukanya. Dia mengeluarkan satu per satu barang Hyeon Joo.

Eun Young : Kau juga tahu kakakku mengalami kesusahan hingga beliau bertujuan bunuh diri?

Mi Seon : Semua orang niscaya pernah terpikir untuk bunuh diri setidaknya sekali.

Eun Young : Tidak cuma sekali. Aku ingin tau lantaran apa beliau menderita sendirian tanpa menginformasikan siapa pun. Aku cuma merasa bersalah alasannya merupakan tidak tahu beliau amat kesulitan.

Barang terakhir yang dikeluarkan Eun Young merupakan foto mereka.

Mi Seon : Kau cuma terlalu sibuk untuk memperhatikannya lantaran sedang tinggal di luar negeri. Kau menghimpun duit mudah-mudahan sanggup menenteng kakakmu. Jadi, jangan terlalu menyalahkan dirimu.

Eun Young termenung menyaksikan foto itu.

Mi Seon : Dokternya Hyeon Joo bilang apa? Apakah dokter itu mengingatnya? Katamu beliau sedikit mencurigakan. Kau belum menanyakan apa pun?

Mi Seon kesal Eun Young membisu saja.

Mi Seon : Kenapa kamu memendamnya? Tumben sekali.

Eun Young : Sampai sekarang, kupikir kakakku merupakan korban. Tapi kurasa saya sudah salah paham.

Mi Seon : Kau mendapatkan pemilik sepatu hak tinggi itu?

Tapi belum lagi Eun Young menjawab, ponsel Mi Seon berbunyi.

Mi Seon eksklusif keluar.Sebentar.

Di luar, Mi Seon menemui Ji Ae.

Ji Ae : Aku akan melakukan pekerjaan dua bulan dahulu. Yang akan kulakukan cuma duduk dan mengisi nomor. Aku mau honor UMR. Jangan tanya alasannya, namun saya mau gajiku dibayar di muka. Transfer kepadaku sekarang.

Eun Young keluar dan termenung menyaksikan Ji Ae.

Ji Ae juga terkejut menyaksikan Eun Young dan eksklusif membalikkan badannya.

Mi Seon : Sudah mau pergi? Makanlah dahulu. Kalian saling mengenal? Dia dari Busan. Adiknya Hyeon Joo.

Eun Young : Sampai nanti.

Eun Young beranjak pergi.

Mi Seon : Ada apa? Kau tidak ingat Hyeon Joo?

Ji Ae : Sedang apa beliau di sini?

Mi Seon : Aku mau memberinya sesuatu, jadi, memintanya kemari. Dia tidak melakukan pekerjaan di sini.

Ji Ae mengejar-ngejar Eun Young.

Ji Ae : Kau tidak menyaksikan atau mendengar apa pun tadi. Aku juga tidak melihatmu hari ini. Jangan beri tahu soal ini terhadap siapa pun.

Eun Young : Pikirmu Chae Rin akan berterima kasih jikalau kamu melaksanakan ini untuknya? Dia akan berterima kasih jikalau tidak mengetahuinya.

Ji Ae : Kau siapa berani menceramahikui? Urus saja hidupmu sendiri.

Eun Young : Kau sungguh berpikir merahasiakannya akan mudah? Rumor cepat menyebar, Bu Song. Pulanglah saja alih-alih menyakiti putrimu.

Eun Young pun pergi.

Ji Ae kesal, beliau menjengkelkan sekali. Dia mencampuri semua urusanku.

Eun Young ke toko sepatu.

Pegawai bilang toko mereka memang memperbaiki sepatu itu.

“Desain khusus itu dikeluarkan selaku edisi terbatas untuk merayakan perilisan merek. Jika anda menyaksikan di sini, ada bekas noda anggur. Dia kemari untuk membersihkannya lantaran ada noda di kedua sisi. Kami sudah menjajal menghilangkannya, namun tetap berbekas karena…”

“Jadi, maksud anda sepatu ini benar milik kakakku?”

“Ya, namanya ada di tanda terima perbaikan sepatu.”

Sontak lah tangis Eun Young keluar mendengar itu.

Jung Wan masih menyidik kendala kecelakaan Min Ji.

Lalu Chi Yeol datang, menenteng setumpuk kertas.

Chi Yeol : Aku memperoleh laporan soal Kang Hyun Chul dari Chuncheon. Seseorang melihatnya di bersahabat rumah sakit. Aku juga ingat mendapatkan laporan serupa bulan lalu. Haruskah saya mencari tahu?

Jung Wan : Tim Manajer bilang beliau akan mencaritahunya, jadi, mungkin sudah dilakukan.

Jung Wan kemudian menyaksikan kertas yang dibawa Chi Yeol.

Jung Wan : Apa ini?

Chi Yeol : Rekam pengusutan kendala putrinya Kepala Inspektur. Tim Manajer Park memintaku mencetak setiap halnya. Karena sudah memegangnya, sanggup tolong taruh itu di meja Tim Manajer?

Jung Wan : Luar biasa.

Jung Wan beranjak ke meja Kepala Tim Park.

Tapi sehabis meletakkan kertas itu, beliau gak sengaja menyaksikan goresan pena Kepala Park di catatannya yang terbuka.

“Rumah Sakit Chuncheon Hoban, Kang Hyun Chul, Kim Ye Eun”

Kepala Tim Park tiba dan eksklusif menutup catatannya.

Kepala Tim Park : Sedang apa kau?

Jung Wan : Kudengar ada laporan mengenai Kang Hyun Chul. Sudahkah anda mendengarnya?

Kepala Tim Park : Kau mau saya melapor soal seluruhnya kepadamu?

Jung Wan : Kurasa sikapku sudah kelewatan lagi. Maafkan aku, Pak.

Jung Wan kemudian beranjak, menjauhi meja Kepala Park.

Jung Wan mengirimi Chi Yeol pesan.

Jung Wan : Mari berjumpa di luar sebentar.

Chi Yeol terkejut dan memandang Jung Wan.

Jung Wan memerintahkan Chi Yeol keluar diam-diam.

Bersambung ke part 2….

Red Shoes Ep 13 Part 2

Drama Korea – Sinopsis Red Shoes Episode 13 Part 2, Cara pintas untuk mendapatkan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cara lain un...