Drama Korea – Sinopsis Secret Mother Ep 15 Part 2, Cara pintas untuk mendapatkan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cek Episode sebelumnya disini.
Foto SBS Foto SBS Foto SBS
Hye Kyung sepedaan di taman sama Tae Hwan. Tae Hwan yang membonceng Hye Kyung.
Hye Kyung : Aku bukan anak-anak. Bukankah saya terlalu bau tanah untuk melakukan ini?
Tae Hwan : Anak-anak tidak sanggup melakukan ini. Orang mesti berkaki kekar sepertiku untuk bersepeda keliling taman.
Tiba-tiba, Hye Kyung nyaris jatuh. Sontak lah beliau eksklusif merangkul pinggang Tae Hwan.
Tae Hwan bahagia menyaksikan tangan Hye Kyung memeluk pinggangnya.
Foto SBS
Hye Kyung kemudian terjaga dan memegang kemeja Tae Hwan saja.
Tae Hwan : Tidak akan ada orang setibanya kita di sana. Jangan mengkhawatirkan soal difoto. Kau sanggup bersantai.
Hye Kyung : Kau mau bilang apa kepadaku?
Tae Hwan gugup, soal itu…
Foto SBS
Hye Kyung : Kau bilang akan menelepon Bu Kim sendiri dan menyelesaikan ini.
Tae Hwan : Aku berupaya meneleponnya, namun tidak tersambung. Mungkin beliau menghindarimu.
Hye Kyung : Lantas kamu mau bilang apa kepadaku?
Tae Hwan : Cuma mau bilang cuacanya cerah dan anginnya sejuk. Kupikir kamu sanggup rehat sejenak dari semua masalahmu.
Hye Kyung : Aku tidak mengalami masalah.
Tae Hwan : Ada suamimu dan perempuan yang kita lihat di taman.
Hye Kyung : Tidak, saya tidak memasalahkannya.
Foto SBS
Tae Hwan : Bukankah susah mesti berpura-pura seakan-akan seluruhnya baik saja? Soo Min niscaya menirumu. Tingkat lanjut niscaya susah baginya, namun beliau sukses tanpa mengeluh sekali pun.
Hye Kyung saat itu juga berubah duka mendengar nama Soo Min.
Hye Kyung : Soo Min… Sehausnya tidak kulakukan hal itu kepadamu demi Soo Min.
Tae Hwan : Maafkan aku. Bukan itu maksudku.
Hye Kyung : Tolong berhenti. Sekarang juga.
Tae Hwan pun berhenti mengayuh sepedanya.
Hye Kyung eksklusif turun. Dia mengambil tasnya di keranjang sepeda dan pergi.
Foto SBS
Tae Hwan mengejar-ngejar Hye Kyung.
Tae Hwan : Ada yang mesti kukatakan.
Hye Kyung : Kita mesti berhenti saling berjumpa menyerupai ini. Kurasa Bu Kim tidak berniat melakukan hal jahat jikalau tetap membisu hingga hari ini. Jika beliau meneleponku, saya akan mengorganisir semuanya. Jadi, mulai sekarang, saya cuma akan menemuimu selaku pelatih renang Soo Min.
Lalu Hye Kyung memberi Tae Hwan uang.
Hye Kyung : Biaya penyelidikannya niscaya mahal. Terimalah duit ini. Maafkan aku.
Tae Hwan : Masih ada yang mesti kukatakan.
Foto SBS
Tapi ponsel Hye Kyung berbunyi.
Hye Kyung : Ya, halo. Benar. Aku lupa mesti menemuimu.
Hye Kyung pergi.
Foto SBS Foto SBS
Tae Hwan bengong memandang duit yang diberikan Hye Kyung.
Lalu beliau memandang kepergian Hye Kyung.
Foto SBS
Hye Kyung gres saja menawan napas lega sebab tak ada kiriman foto-fotonya dan Tae Hwan lagi.
Tapi tiba-tiba, beliau mendapatkan kiriman semua foto-fotonya dengan Tae Hwan. Foto beliau dan Tae Hwan ciuman di mobil. Juga foto mereka di kafe.
Lalu ada pesan, semestinya kamu lebih waspada Bu Kang.
Foto SBS Foto SBS
Sontak lah Hye Kyung eksklusif teringat kata-kata terakhir Eun Young kepadanya.
Eun Young : Bu Kang, kamu mesti berhati-hati.
Eun Young pun jadi makin percaya Eun Young pelakunya.
Foto SBS
Ji Ae dan Chae Rin dalam perjalanan. Sambil berjalan, mereka mengobrol.
Ji Ae : Bukankah kelas privatmu sulit? Mungkin susah sebab ini pelajaran tingkat lanjut.
Chae Rin : Tidak masalah, saya sudah belajar. Pelajarannya sulit, namun menyenangkan.
Ji Ae : Chae Rin-ah, kamu sama menyerupai ibu dalam hal suka belajar.
Chae Rin : Bulan depan, akan kupastikan saya lolos tes untuk masuk Tempat Les Matematika Hwangjae dalam sekali coba.
Ji Ae : Sekarang belajarlah. Ibu akan menunggumu.
Foto SBS Foto SBS
Mereka tiba di wilayah les.
Chae Rin masuk bareng Ye Seo.
Setelah Chae Rin masuk, Ji Ae menyaksikan ibunya Ye Seo.
Ji Ae menghampiri ibunya Ye Seo.
“Mari minum teh. Hari ini saya yang traktir.” ajak Ji Ae.
Tapi ibu Ye Seo menatapnya dengan tatapan sinis, ayo bicara.
Foto SBS
Ibu Ye Seo mengembalikan duit Ji Ae.
“Bisa-bisanya menenteng anakmu kemari dengan duit semacam ini?”
Ji Ae bingung, apa maksudmu?
“Kau tidak tahu? Haruskah kusebutkan nama kafetaria itu?”
Ji Ae terkejut. Tapi kemudian beliau berupaya menjelaskan. Dia minta ibunya Ye Seo tidak lalai dalam mengambil kesimpulan.
Ibu Ye Seo menasihati Ji Ae.
“Kau yang semestinya tidak bersikap gegabah. Bahkan dengan satu saksi mata, hal itu sanggup tersebar ke banyak orang dalam sekejap.”
“Siapa yang bilang melihatku?” tanya Ji Ae.
“Sudah cukup. Begitu Chae Rin keluar, itu kali terakhir saya melihatmu. Kami sudah mendapatkan anggota baru. Beraninya kamu menenteng duit kotor semacam itu kemari?”
Ibu Ye Seo pergi.
Foto SBS Foto SBS
Ji Ae kesal. Dia lantas menyimpan uangnya namun uangnya jatuh.
Ji Ae berupaya menahan tangisnya sambil memungut amplop berisi uangnya.
Foto SBS Foto SBS
Ternyata itu ulahnya Hwa Sook yang cemburu.
Hwa Sook menampilkan ibu Ye Seo duit diam-diam.
Hwa Sook : Tolong jaga Ji Ho.
Hwa Sook menyaksikan Ji Ae melintas.
Foto SBS
Kelas selesai. Ji Ae dan para ibu menanti belum dewasa mereka diluar.
Tak lama, Chae Rin dan Ye Seo keluar.
Ye Seo eksklusif dibawa pergi ibunya.
Chae Rin : Bu, ini kali terakhirku berguru di sini?
Ji Ae : Soal itu…
Chae Rin : Ye Seo memberitahuku bahwa Ji Ho akan menggantikanku. Aku dihentikan berguru bareng mereka?
Ji Ae : Bukan begitu. Ibu akan mencari kelas lain. Ibu dengar ada yang lebih baik.
Chae Rin : Aku juga suka kelas ini.
Chae Rin beranjak pergi.
Foto SBS
Ji Ae berupaya menangis tangisnya.
Setelah itu beliau menyusul Ji Ae sembari memaksa dirinya tersenyum.
Foto SBS
Byung Hak di rumah selingkuhannya. Dia gembira menyaksikan piagam yang gres saja ditemukan Seung Hoon.
Seung Hoon juara satu lomba matematika.
“Dia menampilkan kenaikan sebanyak investasiku kepadanya.”
Byung Hak kemudian mengajukan pertanyaan apa Seung Hoon masih di wilayah les.
Ibunya Seung Hoon bilang les nya akan secepatnya selesai.
Byung Hak memuji Seung Hoon yang arif dalam matematika dan sains.
“Dia punya otak ilmiah. Dia akan memenangi Olimpiade Matematika, masuk ke Sekolah Menengan Atas elite, kemudian dikirim ke sekolah kedokteran selaku pelajar berbakat atau mengajukan registrasi lebih awal.”
“Kau mempersiapkan hidup Seung Hoon.”
“Kau mesti berbelanja baju gres untuk upacara anugerah ini. Kau ibu siswa terbaik, jadi, mesti berdandan.”
“Ada baju yang kupilih. Kau mau melihatnya?”
Ibunya Seung Hoon mengambil ponselnya. Dia hendak menampilkan baju yang ingin dibelinya.
Foto SBS Foto SBS
Tapi Ji Ae menelpon Byung Hak sempurna di saat itu.
Ji Ae : Yeobo, kapan kamu akan pulang?
Byung Hak : Ini akan mengkonsumsi waktu beberapa hari lagi. Terjadi sesuatu? Haruskah kuutus Sekretaris Yoon ke sana?
Ji Ae : Aku lebih senang kamu di sini. Baiklah, saya tahu kamu sibuk. Kembalilah bekerja.
Foto SBS Foto SBS
Ji Ae memutus panggilannya.
Ji Ae di toilet. Dia menuangkan mirasnya ke gelasnya.
Ji Ae kemudian bertanya-tanya siapa yang menginformasikan ibunya Ye Seo wacana pekerjaannya.
Ji Ae : Siapa yang mengenaliku di…
Ji Ae teringat Eun Young.
Sontak lah Ji Ae curiga.
Ji Ae : Dia bilang tidak mengingatku. Dia mengatakannya untuk mengkhianatiku menyerupai ini.
Foto SBS Foto SBS
Lalu Ji Ae menelpon Hwa Sook.
Ji Ae : Apa Bu Kim menyampaikan sesuatu kepadamu? Beberapa kali saya menyaksikan kalian bicara diam-diam.
Hwa Sook : Sama sekali tidak. Omong-omong, kenapa kamu dikeluarkan dari grup berguru itu?
Ji Ae : Kenapa? Kenapa kamu bertanya?
Hwa Sook : Aku tidak mau kamu salah paham. Aku mencari wilayah les untuk Ji Ho sebab tesnya dan kudengar ada wilayah kosong…
Foto SBS
Hwa Sook kemudian memandang layar ponselnya.
Hwa Sook : Sepertinya kamu takut. Lihat saja. Ini gres awal.
Foto SBS
Hye Kyung, Ji Ae dan Hwa Sook berkumpul di kelas memasak.
Hye Kyung : Soo Min memberitahuku, kemarin Bu Kim tidak menjemput min Joon. Kalian tahu soal itu?
Hwa Sook : Dia pergi sejak peristiwa dengan Konsultan Pendidikan Mirae. Sepertinya Bu Kim tertangkap tangan mencontek identitasnya.
Hye Kyung : Karena itulah kemarin beliau mengirimiku banyak foto.
Ketiganya nampak tidak senang Eun Young.
Ji Ae kemudian tanya apa mereka berdua akan menghadiri bazar.
Hye Kyung : Tentu saja datang. Acara itu cuma diadakan setahun sekali. Ji Ae-ya, kamu akan datang? Kau ingin berbelanja bantal yang dipakai oleh murid terbaik.
Ji Ae : Tentu saja saya hadir.
Hwa Sook menyikapi dengan sinis : Sungguh? Benarkah kamu akan hadir?
Ji Ae : Kenapa kamu bertanya? Bazarnya tidak terlarang.
Hwa Sook : Tentu, datanglah. Aku tidak melarangmu. Jangan emosi.
Foto SBS
Ji Ae : Kenapa kamu bersikap menyerupai ini kepadaku? Demi persahabatan kita, selama ini saya menahan diri biar tidak murka soal Ji Ho yang merampas kelas Chae Rin. Kenapa kamu bersikap menyerupai ini?
Hwa Sook : Aku percaya kamu tahu benar alasanku memperlakukanmu menyerupai ini.
Ji Ae : Aku bukan peramal. Mana sanggup saya membaca pikiranmu?
Hye Kyung berdiri. Dia kesal.
Hye Kyung : Ada apa dengan kalian? Aku sudah banyak pikiran. Sampai jumpa nanti malam.
Hye Kyung pergi. Ji Ae ikutan pergi.
Foto SBS
Eun Young dan Mi Seon berjumpa di kafe. Mi Seon menyaksikan foto-foto Jae Yeol dan Hyeon Joo.
Mi Seon : Aku tidak mengenalnya. Kupikir kamu kembali ke Kanada sebab saya belum mendengar kabarmu. Kau sudah mencari lelaki di foto itu? Sepertinya itu bukan foto baru.
Eun Young :Itulah masalahnya.
Mi Seon : Kau sudah mendapatkan lelaki itu?
Eun Young mengangguk.
Mi Seon : Lantas kamu mesti menghadapi dan mengancam dia. Haruskah saya menanggulangi ini?
Eun Young : Sepertinya saya mesti terpaksa mundur jikalau menghadapi beliau tanpa bersiap.
Mi Seon : Benar. Kau ingat perempuan yang kamu jumpai di saat mengambil barang Hyeon Joo?
Eun Young : Siapa?
Mi Seon : Dahulu perempuan itu melakukan pekerjaan bareng Hyeon Joo di Busan.
Eun Young : Ada apa dengan dia?
Mi Seon : Dia mengajukan pertanyaan apakah saya berkomunikasi denganmu. Kupikir kamu menceritainya soal Hyeon Joo.
Eun Young : Aku cuma membahasnya secara singkat. Aku ragu beliau meneleponmu sebab itu.
Mi Seon : Kau sanggup saja mendapatkan sesuatu. Kau mesti meneleponnya.
Eun Young memandang keluar jendela.
Bersambung….

































