Drama Korea – Sinopsis Snowdrop Episode 4, Cara pintas untuk mendapatkan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Untuk episode sebelumnya disini.

Soo Ho mengambil dan memasangkan kalung miliknya di leher Young Ro seraya berkata kurasa saya cuma sanggup pergi tanpa mencemaskanmu dikala saya tahu kamu mengenakannya dan cuma itu yang sanggup kuberikan padamu. Seol Hui menyaksikan kearah luar, menyaksikan Soo Ho dan Young Ro lalu pergi menemuinya, menginformasikan jika Gwnag Tae melihatnya, setelahnya So Ho pergi.
Tak berselang lama, Gang Mu dan rekannya datang, menanyakan Soo Ho terhadap Young Ro dan Seol Hui yang mau masuk kedalam. Young Ro dan Seol Hui menginformasikan jika ia tidak tahu. Mungkin ia salah lihat, mari kita tanyai ia dahulu ucap Seung Jun lalu kembali kekantor dan menanyai Gwang Tae.

Soo Ho memasuki toko yang memasarkan perkakas lalu berlangsung ke dalam mengetuk pintu ruangan dan masuk sesudah Gyeok Cheol membukakan pintu untuknya. Di mana Park Geum Chul tanya Soo Ho. Gyeok Cheol menginformasikan jika Intel menyampaikan ia bunuh diri dengan meminum sianida. Aku akan melaporkannya jadi kamu tak perlu melakukan apa-apa ucap Soo Ho lalu menuju mejanya kembali merakit sesuatu.
Gyeok Cheol mengamati Soo Ho dari belakang, mengingat ucapan Soo Ryun yang menyuruhnya untuk membunuh Soo Ho dikala mencicipi pergeseran dalam ideologinya, lalu mengajukan pertanyaan apa yang terjadi.
Aku terluka dikala dikejar, saya sudah kembali jadi, kita mesti melanjutkan operasinya jawab Soo Ho. Gyeok Cheol menginformasikan tim yang dikirim akan secepatnya tiba. Aku yang mau menghasilkan Han I Seop pergi ke Utara ucap Soo Ho dan memerintahkan Gyeok Cheol mencari keberadaannya.

Bun Ok menemui Young Ro di kamar mandi lalu menyuruhnya ikut dan membawanya ke ruangan salon, mengajukan pertanyaan sudah berapa lama, apa kamu yang pertama meneleponnya. Pada hari kencan buta, di toko kaset, saya berjumpa dengannya ucap Young Ro. Dengan marah, Bun Ok kembali ke ruang informasi, membuka daftar tamu Gelar Griya dan menyaksikan nama Young Ro yang tidak di centang.
Bun Ok yang menilik tiket undangannya, ia menyaksikan lelaki yang tak pernah ia biarkan masuk ucap Jung Min. Tampaknya Bun Ok tidak memberitahunya ucap Seol Hui seraya menutup pintu, sesudah Seung Hee dan Bun Ok yang menilik kamarnya pergi.
Young Ro keluar dari kamarnya menemui Man Dong, menitipkan tas yang berisi busana Soo Ho, menginformasikan akan mengambilnya besok lalu menyediakan ubi terhadap Man Dong memerintahkan memakannya, kembali berkata Soo Ho juga memintaku menyodorkan terima kasih padamu alasannya merupakan sukses keluar. Bun Ok tertawa dan pergi sesudah mendengar pecakapan Young Ra dan Man Dong.

Kukira kamu keluar dari timku ucap Gang Mu terhadap Ha Na yang masuk kedalam kantor. Aku bergabung dengan ANSP cuma alasannya merupakan satu argumentasi alasannya merupakan lelaki yang meninggalkanku mendadak sesudah berjanji akan menikahiku. Kau bergabung dengan agensi alasannya merupakan argumentasi eksklusif jadi saya akan berpura-pura tak mendengarnya ucap Gang Mu lalu pergi.

Seung Hee mengambil telpon yang sedang digunakan Bun Ok untuk menelpon polisi. Bun Ok menginformasikan jika penghuni kamar 207 menyembunyikan mata-mata, lalu pergi ke ruangan Man Dong mengambil tas Young Ro yang berisi busana milik Soo Ho.
Seunghee melihatnya, mengingat tas yang diguanakan Soo Ho dikala bareng Young Ro lalu berterima kasih terhadap Man Dong memeberi tahu jika ia akan mencari penggantinya.
Pria yang mereka sembunyikan bukan mata-mata, namun mahasiswa pengunjuk rasa ucap Seunghee lalu memerintahkan Bun Ok mengundang orang di kamar 207 untuk menemuinya.
Seraya berlutut, Young Ro berkata seluruhnya salahku, saya memohon terhadap mereka untuk menyembunyikannya jadi biarkan saya yang dihukum. Berkemaslah dan lewati asrama besok, Eun Yeong Ro, satu pelanggaran lagi dan kalian semua akan diusir dan dilarang mendapatkan telepon dari luar ucap Seunghee.

Soo Ho menelpon Ji Rok menginformasikan jika lukanya sudah sembuh. Kau mesti menyelesaikan misi ini dengan cara apa pun alasannya merupakan kamu senjata terakhir yang sanggup menolong Ayah membunuh mereka. Aku akan kembali sesudah menyelesaikan misi ucap Soo Ho lalu menutup telponnya.
Putraku akan menyelesaikan misi ini sesuai dengan rencana dan tim yang kamu kirim akan menolong putraku menyelesaikan misi ini jadi jangan ikut campur dalam perundingan dengan Selatan ucap Ji Rok terhadap Soo Ryun lalu pergi.
Ji Rok meminta duit Empat ratus juta dolar terhadap Tae Il dan Chang Su yang sedang berkumpul mengenai penyeleksian Persiden. Dia meminta empat kali lipat, menurutmu Kode Satu akan menyukainya tanya Chang Su.
Jika kita kalah dalam penyeleksian ini, Kode Satu, Kode Dua, kamu dan aku, seluruhnya akan tamat namun ini cuma jaminan jadi kita rampok saja brankasnya, dana tabungan yang tak dipahami jumlahnya oleh Kode Satu dan Majelis Yang tidak perlu tanda terima ucap Tae Il.

Han I Seop memasuki ruangan akreditasi dikala sedang berada di gereja lalu duduk di kursi. Seseorang menodongkan pistol terhadap Han I Sep lalu berkata putramu pergi ke Utara dengan sukarela namun negaraku belum mengumumkannya demi kebaikanmu. Han I Seop keluar dari gereja dan memasuki taksi yang Gyeok Chan selaku supir.
Di tengah perjalanan, Eung Cheol menabrakkan gerobak yang berisi buah di kendaraan beroda empat Ha Na yang mengikutinya, menjadikannya kelhilangan jejak taksi yang di tumpangi Han I Seop. Tim penyadapan memberitahuku mereka sanggup sesuatu dari penyadap ucap Ha Na terhadap Gang Mu seraya menyediakan kertas. Gang Mu mendapatkannya lalu pergi.


Gyeok Chan menjinjing Han I Seop di markasnya. Soo Ho datang, menghampirinya dan duduk di hadapannya seraya berkata kunjungilah Utara dan keluar dari sana bareng putramu, kami akan membantumu keluar sebelum CIA mengetahuinya.
Setelah mengikat Han I Seop, Soo Ho keluar menemui rekannya menyuruhnya pergi lebih dahulu bareng Profesor Han, menginformasikan jika ia akan mengambil senjata dan duit dari Gunung Ogong, jadi pada pukul 22.00, kita mesti menghasilkan kontak dengan kapal, setelahnya siapa pun mengambil senjata dan menyiapkannya.
“Universitas Wanita Hosu. Asrama. Aku sedang dicari. Risiko terbongkar tinggi, berharap pergi ke Utara secepat mungkin.” Ucap Ha Na sesudah membaca ketras goresan pena yang di susun Gang Mu. Jadi, itu merupakan asrama ucap Gang Mu lalu pergi bareng rekannya.

Young Ro sedang mengemasi barang-barangnya dan secepatnya menuju ruang keterangan sesudah mendengar pengumuman ada telpon untuknya. Young Ro menjawab panggilan tersebut ternyata dari Ae Ra, bukan dari Soo Ho yang menyuruhnya pulang menggunakan kendaraan beroda empat rumah akan di jemput supir. Young Ro kembali kekamarnya lalu menulis surat seraya menangis dan menerbangkannya sesudah di buat pesawat kertas.

Sedangkan Soo Ho sedang berada di gunung dan masih berlari lalu menghentikan langkahnya sesudah tiba dan mengeluarkan skrup dari dalam tasnya, mulai menggali tanah, mengambil suatu tas dan menganalisa isinya, yang ternyata berisi uang, senjata dan bom.
Soo Ho kembali menghentikan langkahnya dikala menyaksikan pesawat kertas yang menyangkut di pagar lalu mengambilnya, membuka pesawat kertasnya dan membacanya,
“AKU MENYURUHMU MENELEPONKU, TAPI KAU TAK MEMBERIKU JAWABAN. AKU DIUSIR DARI ASRAMA HARI INI. BUKANNYA AKU MERINDUKANMU, TAPI AKU INGIN MELIHATMU SEKALI LAGI.”

Soo Ho kembali berlari dikala menyaksikan Gang Mu dan yang yang lain di bawah lalu memasuki pondok yang berada di tengah gunung bareng Sang Beom. Gang Mu dan yang yang lain mengepung pondok tersebut lalu masuk kedalam namun tidak menyaksikan apa-apa.
Sementara Soo Ho dan Sang Beom berada di ruangan bawah tanah asrama Housu. Man Dong tiba secepatnya menghampirinya. Setelahnya Soo Ho mengikat Man Dong dan Sang Beom.


Gang Mu dan yang yang lain mengepung memasuki asrama untuk mencari Soo Ho, menghasilkan para siswa berteriak ketakutan. Soo Ho tiba dan menyerang Gang Mu yang menodongkan pistol kearahnya lalu merebut pistolnya dan berlari keluar akan pergi namun ada polisi di depan, menjadikannya kembali masuk kedalam. Soo Ho menghentikan langkahnya dikala menyaksikan Young Ro tiba dan bangun didepannya.
Soo Ho menodongkan pistol kearah para polisi yang mengepungnya lalu menawan dan menyekap Young Ro, memodongkan pistol di kepala Young Ro, memerintahkan para polisi menjatuhkan pistol dan menembakkan pistol keatas. Jatuhkan pistolnya dalam 3 detik atau ia mati ucap Soo Ho lalu mengitung mundur, setelahnya terdengar suara tembakan.
BERSAMBUNG……
Sampai berjumpa lagi di Snowdrop Eps 5 dan jangan pernah bosen untuk membaca di drama yang saya tulis, salam A2One.