All Of Us Are Dead Ep 11

Drama Korea – Sinopsis All of Us are Dead Episode 11, Cara pintas untuk mendapatkan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Episode Sebelumnya ada disini.

Foto : NODRAKOR.ICU

Onjo membuka pintu dan menyaksikan ayah. Ia pribadi meluk ayah. Ayah meriksa kalo ada luka pada Onjo. Yang lain kemudian keluar dan pintu pun ditutup.

Minjae ada di wilayah memanah. Gwinam masuk dan di saat menyaksikan kalo Cheongsan nggak ada, ia pun mau keluar. Minjae pikir Gwinam juga anggota klub memanah kerena memakai jaket yang serupa dengannya. Ia pun melarang Gwinam untuk keluar alasannya merupakan ia sanggup mati nanti.

Gwinam mau pergi namun nggak jadi. Ia menciium aroma Cheongsan pada badan Minjae dan menanyakan kemana mereka. Minjae mengaku nggak tahu namun Gwinam pribadi menggigit bahunya.

Foto : NODRAKOR.ICU

Setelah memutuskan kalo Onjo dan Cheongsan nggak papa, ayah kemudian menggiring mereka buat ke lapangan tenis, melalui wilayah pembangunan kemudian ke gunung. Dalam perjalanan ke sana ayah berupaya menjauhkan para zombie agar nggak mendekat ke mereka.

Akhirnya mereka hingga di lapangan tenis. Dih para zombie malah berdatangan dan jumlahnya sungguh banyak. Ayah mengecoh mereka pakai bom asap. Para zombie mengerumuni bom asap begitu ayah melemparkannya. Nggak cuma itu, ayah juga meniup peluuit agar para zombie menyingkir dan belum dewasa sanggup pergi.

Ternyata ayah nggak ikut pergi. Tangannya digigit zombie. Ia minta Cheongsan untuk mempertahankan Onjo. Onjo nangis manggil-manggil ayah. Ayah membiarkan dirinya digigit zombie agar mereka sanggup lolos.

Foto : NODRAKOR.ICU

Selanjutnya mereka pergi ke area pembangunan. Bingung, ada zombie di mana-mana. Banjang yang punya penciuman dan indera pendengaran zombie mengarahkan kemana mereka mesti pergi.

Onjo nangis ingat ayah. Hari memeluknya dan menenangkannya. Yang lain juga ikut nangis. Cheongsan kemudian membenamkan Onjo dalam pelukannya dan menyuruhnya buat nangis.

Dalam videonya pak Lee bilang kalo virus itu bikin orang yang ia cintai menjadi makhluk lain. Ia kemudian menyaksikan istri dan anaknya. Itu merupakan wujud terakhir dari orang yang ia cintai.

Foto : NODRAKOR.ICU

Gwinam menggigit Minjae dan mendesaknya untuk ngasih tahu eksistensi Cheongsan. Minjae sendiri nggak tahu siapa yang Gwinam maksud. Mereka sempat berasama belum dewasa kelas 11 di auditorium dan ia keluar sendiri. Minjae berupaya menusuk leher Gwinam namun nggak mempan.

Gwinam nyuruh Minjae untuk kabur. Minjae berlangsung menuju busurnya dan sempat memanah Gwinam sebelum alhasil ia meningkat menjadi zombie.

Foto : NODRAKOR.ICU

Sementara itu belum dewasa yang selamat masih bertahan di wilayah pembangunan. Mereka amat menyesalkan apa yang terjadi sama Junyoung. Daesu sama Mijin sungguh merasa bersalah. Dih habis itu Daesu sama Mijin malah berantem soal gimana susahnya jadi kelas 12.

Hari ngasih tahu Onjo kalo ayahnya sudah menyelamatkan mereka semua. Ia percaya kalo ayahnya akan masuk surga.

Nggak mau cuma diam. Hari dan Mijin akan berkeliling dan mencari jalan menuju gunung.

Onjo bilang ke Cheongsan kalo ia berharap nggak akan ada yang bertindak sendiri-sendiri lagi. Ia nggak mau kehilangan lagi. Sama menyerupai yang Onjo bilang, ia ingin mereka bicara nanti, esok, lusa, pekan depan setelah mereka makan dan mandi.

Foto : NODRAKOR.ICU

Gwinam ke auditorium namun nggak ada Cheongsan di sana. Yang ada malah Junyoung yang sudah jadi zombie. Merasa kesal, ia menendang Junyoung kemudian keluar. Sampai di luar ia malah mencium aroma Cheongsan dan pergi.

Pak komandan dan timnya mengamati Eunji dan pak serdadu dan meneliti respon mereka kepada gelombang bunyi dalam frekuensi tertentu.

Selanjutnya mereka menyusun planning pengeboman dan mengkalkulasikan berapa banyak korban yang hendak ditimbulkan.

Banjang tiba-tiba berganti tanpa disadari sama yang lain. Ia merasa lapar dan ingin menggigit Soohyuk. Dan pada di saat terakhir ia sanggup menahannya dan menggigit tangannya sendiri. Soohyuk terbangun dan memeluknya biar nggak membangunkan yang lain. Ia nyuruh Banjang untuk menggigitnya dan jangan menggigit dirinya sendiri. Akhirnya Soohyuk mengikat mata Banjang pakai kain.

Hari dan Mijin kembali. Nggak ada cara untuk pergi dari sana. Terlalu berisiko alasannya merupakan ada banyak zombie di bawah. Cheongsan menyaksikan ke atas. Mereka sanggup ke atap dan seseorang sanggup mengalihkan perhatian para zombie.

Onjo nggak setuju. Nggak boleh ada yang mengorbankan diri lagi. Mereka mesti berjung sama-sama. Cheongsan alhasil mengiyakan apa yang dibilang Onjo.

Foto : NODRAKOR.ICU

Banjang kemudian mendengar pengumuman yang disiarkan para serdadu kalo mereka akan meledakkan beberapa wilayah dan sekolah mereka salah satunya.

Berpuluh-puluh drone diterbangkan di Hyosan. Ditambah dengan gelombang bunyi bikin para zombie mengikutinya.

Foto : NODRAKOR.ICU

Gwinam mendapatkan mereka. Ia mengincar Cheongsan. Soohyuk yang berupaya membantu malah didorong hingga nyaris jatuh. Minji dan lainnya berupaya menolong. Dengan tanpa ragu Gwinam memutar tangan Cheongsan kemudian mengigitnya. Onjo mau mendekat namun Soohyuk menghalangi.

Suara dari drone itu kian kuat. Komandan memperoleh laporan kalo seluruhnya sudah berada di titik yang diinginkan. Komandan menginstruksikan untuk meledakkan mereka.

Gwinam dan Banjang nampak tersiksa mendengar bunyi itu. Cheongsan memanfaatkannya dengan mendorong Gwinam hingga jatuh.

Foto : NODRAKOR.ICU

Onjo mendekat namun Cheongsan malah menjauh. Onjo menenangkan, nggak papa. Cheongsan menekankan kalo mulai kini nggak akan ada yang hendak mati lagi. Onjo nggak mau dengar dan minta Cheongsan untuk bicara besok.

Cheongsan menyediakan name tagnya dan minta Onjo untuk menyimpannya dengan baik. Ia kemudian menampilkan name tag Onjo yang ternyata ada padanya. Ia juga akan menjaganya dengan baik. Ia kemudian mencium Onjo kemudian memeluknya.

Foto : NODRAKOR.ICU

Merasa kalo ia mulai berubah, Cheongsan pun melepaskan Onjo dan mendorongnya ke Soohyuk. Ia nyuruh mereka untuk turun ke lantai satu. Onjo nangis dan Soohyuk memeluknya. Cheongsan berteriak kalo ia merupakan orang yang paling senang hari ini. Sontak semua zombie yang ada di sana berdatangan dan mendekati Cheongsan.

Cheongsan menjinjing mereka ke atas agar teman-temannya sanggup pergi dengan selamat.

Gwinam yang jatuh alhasil bangun kembali meski besi menancap di tubuhnya.

Para zombie itu jatuh ke jalur lift sesuai dengan yang Cheongsan rencanakan.

Foto : NODRAKOR.ICU

Onjo dan lainnya alhasil sanggup memasuki hutan. Sementara itu Gwinam sukses mendapatkan Cheongsan. Ia sudah mengalami mimisan. Gwinam berpikkir kalo akan menggembirakan kalo ia sanggup membunuh Cheongsan namun tahunya enggak. Tapi biarpun gitu ia akan tetap membunuhnya.

Cheongsan sengaja menyulut Gwinam dengan bilang kalo Gwinam terobsesi untuk membunuhnya alasannya merupakan takut tertangkap berair sudah membunuh kepala sekolah. Dan pada alhasil ia cuma pengecut.

Gwinam beneran tersulut dan mereka pun berkelahi. Setelah sukses mengalahkan Cheongsan. Gwinam pun mencungk#l mata kiri Cheongsan. Setelahnya ia nyuruh Cheongsan untuk lari dan ia akan melepaskannya.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Satu demi satu lokasi yang dijadikan wilayah zombie berkumpul diledakkan. Ih miris banget. Cheongsan menahan gwinam yang mau pergi dan bikin mereka mati bersama-sama.

Komandan menyaksikan kalo misi perngeboman selesai dan akan dilanjutkan dengan operasi pembersihan. Untuk operasi itu ia menugasakan anak buahnya. Ia akan tidur alasannya merupakan sudah tersadar selama beberapa hari ini. Ia kemudian menemui bu Park dan menyodorkan kalo ia melaksanakan pengeboman di Hyosan. 40% populasi Hyosan sudah binasa.

Bu Park murka banget sama pak Komandan. Pak komandan kemudian minta Bu Park untuk menghibur warga Hyosan dan menyodorkan usul maafnya.

Foto : NODRAKOR.ICU

Selanjutnya ia ke ruangannya. Dengan memakai busana dinasnya ia menyodorkan usul maafnya dikarenakan sudah melaksanakan pengeboman di Hyosan. Sebelumnya ia menonton video terakhir Lee Byeongchan, orang yang bikin virus itu. Ia yang seorang suami dan ayah nggak sanggup membunuh istri dan anaknya namun ia seorang komandan darurat militer sanggup melakukannya.

Habis itu pak komandan nelpon istrinya dan menanyakan apa ia sudah makan? Ia mengeluhkan istrinya yang belum makan jam segini. Ia kemudian menanyakan anaknya. Hari ini anaknya nggak sekolah. Pak komandan nggak marah. Bolos nggak papa yang penting sehat. Ia minta istrinya untuk mencari guru les. Mahal nggak papa. Ih namun jangan terlalu mahal ding. Saranghae.

Foto : NODRAKOR.ICU

Pak komandan kemudian mengambil senjata dari laci mejanya dan bunuh diri. Tepat di saat itu istrinya mengirim pesan. Nado saranghae. Kapan kau pulang? Yeobo?

Kita kemudian dibawa ke wilayah sisa pengeboman yang masih membara, tepatnya ke wilayah Cheongsan memukau Gwinam. Sudah nggak ada kehidupan di sana. Hanya saja name tag Onjo masih ada.

Bersambung…

Red Shoes Ep 13 Part 2

Drama Korea – Sinopsis Red Shoes Episode 13 Part 2, Cara pintas untuk mendapatkan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cara lain un...