Drama Korea – Sinopsis All of Us are Dead Episode 10, Cara pintas untuk mendapatkan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Episode Sebelumnya ada disini.

Daesu dan Wujin keluar dari bawah truk dan memukuli ibu Cheongsan. Cheongsan nggak tahan lihatnya dan memukau mereka kemudian memukuli mereka. Yang lain juga memukuli ibu. Mereka gres berhenti di saat Cheongsan manggil ibu. Onjo menghampiri Cheongsan dan menggenggam tangannya.
Mereka ngajak Cheongsan untuk pergi dari sana. Cheongsan yang merasa berat alhasil meninggalkan ibunya. Ingat di saat ia ketiduran di saat belajar. Ibunya duduk di sampingnya dan menatapnya.

Daesu sama lainnya berhenti menanti Cheongsan, Onjo, Soohyuk dan Banjang. Mereka kembali lanjut di saat mereka datang.
Hyoryeong terjatuh. Jimin yang harusnya menggandeng tangannya malah pergi di saat menyaksikan ada zombie datang. Beruntung Wujin datang. Mereka diselamatkan sama Hari yang pribadi memanah titik kehabisan para zombie. Jimin sendiri dikejar sama para zombie hingga jatuh ke air. Ia juga sukses menyelamatkan diri.

Mereka hingga di gedung olahraga. Tempatnya gelap. Banjang mencicipi sesuatu dan nyuruh mereka untuk lari. Ternyata ada banyak zombie di sana. Mereka semua lari. Beberapa masuk ke ruang penyimpanan. Mijin paling telat alasannya yakni mesti memukau Junsung.
Mendadak JUnsung melepaskan ikatannya dan membiarkan dirinya jadi hidangan para zombie. Ia nyuruh Mijin untuk pergi. Hari memukau Mijin dan membawanya pergi dari sana meski ia berat untuk meninggalkan Junsung.

Daesu meminta maaf pada Cheongsan alasannya yakni nggak tahu kalo itu yakni ibunya. Cheongsan nggak menjawab. Hanya diam. Onjo menariknya dan memeluknya.
Jimin berada di lapangan seorang diri. Nangis. Beberapa zombie mendekatinya dan ia mendorongnya.
Minjae berada di luar seorang diri.
Jimin berubah jadi zombie.

Komandan dan timnya sudah menyaksikan video pak Lee. Vaksin untuk virus Jonas nggak sanggup dibentuk alasannya yakni virusnya terus berevolusi. Satu-satunya cara yakni membunuh inang sepenuhnya, alasannya yakni kalo mereka berharap untuk pengobatan maka umat insan akan punah.
Anak buah komandan melaporkan kalo BIN akan memperluas darurat militer dan kemungkinan Hyosan akan dibuang. Komandan memberi perintah biar blokade diperkuat. Ia masih berharap mereka sanggup menyelamatkan orang-orang.

Pemimpin partai menemui bu Park dan menyerahkan surat pengunduran diri. Ia diminta untuk menandatanganinya karena darurat militer akan diperluas dan Hyosan akan dikorbankan. Ia diberi waktu hingga hari ini.
Ayah masuk ke suatu toko dan mengambil beberapa pita (kayaknya).

Pagi alhasil datang. Semalaman ternyata Cheongsan nggak tidur. Onjo bangun. Cheongsan ngasih tahu kalo ia sudah memikirkannya semalaman wacana apa yang mau ia lakukan. Onjo minta biar Cheongsan mengatakannya nanti, besok, lusa atau pekan depan sehabis mereka makan dan mandi. Ia berpesan biar Cheongsan nggak menyerah.
Cheongsan mengangguk mengiyakan dan minta Onjo juga jangan hingga nyerah.

Ayah memakai pita tadi untuk menjadi penanda jalan. Ia mengikatnya di pohon. Na`as bagi ayah, di saat ia mau naik, ia terjatuh dan menghantam pohon. Senternya jatuuh tetapi ayah nggak menyadarinya dan pergi.
Semuanya sudah bangun. Banjang menyaksikan ke arah luar dan bilang kalo baunya sungguh kuat. Mereka akan datang. Ih padahal lainnya nggak mencium apa-apa. Daesu bangkit. Ia pesimis, mereka juga akan mati.

Wujin mengajukan pertanyaan pada kakaknya apa ia tersisih di babak penyisihan? Kenapa ia kembali ke sekolah dan bukannya bertanding? Lah malah Mijin yang menjawab. Ia ngasih tahu Wujin kalo kakaknya pribadi masuk tim nasional. Wujin bahagia dengarnya. Tapi kenapa Mijin yang menjawab? Dia siapanya kakak?
Hari bilang kalo Mijin yakni temannya. Mijin membenarkan. Ia bahkan menyertakan kalo mereka sungguh akrab.

Daesu menghampiri Hari dan menyodorkan kalo ia menggemari hari. Ia menyukainya di saat memanah dan senantiasa melihatnya di saat latihan. Ia juga senantiasa menonton pertandingannya dan berteriak Dewi tembaga, Jang Hari.
Hari mengulurkan tangannya dan Daesu membantunya untuk bangkit. Bukannya dijawab, Hari malah mukulin Daesu dan melemparinya sama bola. Toh Daesu akan mati. Ia sungguh murka kini dan butuh pelampiasan.
Gwinam memanjat hingga di atap tetapi sudah nggak ada siapapun di sana.

Soohyuk menyaksikan wilayah bola dan jadi punya wangsit untuk menggunakannya biar sanggup pergi dari sana. Yang lain juga setuju. Mijin ngasih rekomendasi kalo itu mesti dibentuk lebih tinggi. Dikira zombie nggak sanggup memanjat? Junyoung nggak terima. Mentang-mentang abang kelas bisanya cuman nyuruh. Mereka jadi berantem gegara itu. Sakingf kesalnya Junyoung hingga ngajakin buat jalan sendiri-sendiri.
Banjang menendang wilayah bola dan pastikan untuk melaksanakan pengambilan suara. Dan sehabis dijalankan alhasil dipastikan kalo mereka akan pergi tolong-menolong dengan menghasilkan pemberian menyerupai yang dibilang Junyoung.

Komandan bicara dengan tim peneliti yang sudah meciptakan virus Jonas dengan kemiripan 98% dengan yang dibentuk sama pak Lee. Tingkat terinfeksi sungguh cepat. Begitu terinfeksi, jantung akan pribadi berhenti dan virus menuju batang otak dan menertibkan tubuh. Nggak ada cara lain selain membunuh inang. Komandan sendiri masih berharap biar mereka sanggup mencari cara lain.
Seorang prajurit tiba dan melaporkan kalo mereka menerobos barikade dan virus meluas hingga ke Yangdong. Komandan kemudian ke ruangannya dan merencanakan langkah selanjutnya.

Tanpa sengaja Cheongsan mendapatkan cokelat batang dan menunjukkannya ke Daesu. Ternyata sudah kadaluarsa. Mereka tetap memakannya tetapi cuman boleh makan dikit. Dimulai dari Wujin dan seterusnya. Mijin, Banjang dan Hari nggak makan. Dan di saat hingga di Daesu ia malah mengkonsumsi semuanya. Lah padahal Junyoung belum makan.
Setelahnya mereka melanjutkan planning mereka. Setelah siap mereka keluar. Para zombie pribadi berdatangan tetapi mereka nggak nyerah dan terus mendorong. Gwinam ada di kelas dan mencium aroma mereka dan lompat ke bawah.

Junyoung tergigit. Nggak mau membahayakan teman-temannya dan alasannya yakni ia juga bilang akan bertanggung jawab, ia pun keluar dari bulat dan memukau mereka dari luar sambil menyingkirkan zombie yang mendekat.
Akhirnya Junyoung jadi zombie. Semuanya nangis. Apalagi Mijin yang tadi sempat berantem dengannya.

Komandan menemui anggota BIN dan membicarakan wacana pergerakan virus yang kalo dibiarkan akan hingga ke Seoul esok lusa.
Selanjutnya komandan menyaksikan Eunji yang bahkan sanggup melepaskan ikatannya dan nulis di beling kalo ia lapar. Nggak mau negaranya dalam masalah, ia kemudian menugaskan anak buahnya untuk merencanakan pengeboman. Sebenarnya anak buahnya berat mau melakukannya secara masih banyak yang belum mereka selamatkan. Komandan menekankan kalo dengan melakukannya mereka sanggup menyelamatkan negara mereka.


Ayah alhasil masuk ke sekolah melalui belakang. Ia diserang sama beberapa pekerja yang sudah menjadi zombie.
Onjo dan lainnya sudah hingga di pintu. Soohyuk dan Onjo meu membukanya tetapi nggak bisa.
Akhirnya ayah sukses lolos dari para zombie. Gwinam mencium aroma mereka dan mengikuti arahnya. Sementara itu Onjo dan Soohyuk masih belum sanggup membuka pintu. Soohyuk menghampiri Banjang dan menjauhkan zombie yang mendekatinya sedang Onjo terus berupaya mendobrak pintu.
Ternyata pintunya dikunci dari luar pakai rantai. Setelah terus menjajal alhasil pintu pun terbuka. Ada ayah di luar. Onjo pribadi menghambur ke pelukan ayah.
Bersambung…