Drama Korea – Sinopsis All of Us are Dead Episode 8, Cara pintas untuk menerima spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Episode Sebelumnya ada disini.

Eunji jalan di lapangan dengan santainya melalui para zombie. Orang-orang yang dahulu merundungnya sudah berubah jadi zombie. Ia kemudian ke ruang guru dan memperabukan kawasan itu.
Cheolsu bilang kalo nggak ada orang lain lagi yang tersisa. Semuanya berubah jadi zombie. Para prajurit yang menyelamatkannya percaya dan kemudian membawanya pergi.
Cheongsan bertarung dengan Gwinam. Ia minta Cheongsan untuk berbincang matanya. Banjang tiba dan memcekik Gwinam. Dia jauh lebih besar lengan berkuasa dari Gwinam dan melemparnya. Ia sendiri juga kayak nggak percaya dengan kekuatan yang ia miliki. Karena terjadi kebakaran, pintunya terbuka dengan sendiian. Mereka semua kelar dari sana sempurna di saat helikopternya pergi.

Cheolsu menyaksikan seluruhnya dari atas namun nggak ngasih tahu pak prajurit sedang onjo dan teman-temannya berupaya buat manggil-manggil namun mereka nggak dengar.
Gwinam di dalam meninju pintu hingga tangannya patah namun pintunya nggak mau terbuka. Banjang mendengar kalo Gwinam pergi sehabis gagal mau membuka pintu. Ia mengaku mencium baunya dan mendengar bunyi nafasnya.

Eunji meninggalkan sekolah. Ia menyaksikan sepeda kemudian menaikinya dan mengendarainya dengan perasaan lega.
Cheongsan membicarakan yang terjadi pada Gwinam dan menghubungkannya dengan yang terjadi sama Eunji. Ia khawatir kalo Banjang juga akan menyerupai itu namun Soohyuk percaya kalo Banjang akan baik-baik saja. Ia malah membalikkan. Kalo Onjo yang kayak gitu apa Cheongsan akan meninggalkannya?

Mijin menyaksikan ada helikopter di luar dan ngajakin hari untuk ke atap. Hari pesimis kalo helikopter akan tiba lagi. Gimana kalo yang tadi yaitu yang terakhir. Mijin pikir seenggaknya mereka mesti mencoba.
Junsung nyuruh mereka untuk meninggalkanya saja. Dih Mijin malah menggodanya dengan bilang akan meninggalkannya beneran. Ada tangga di gedung itu kalo mereka mau ke atap. Tangganya ada di luar.

Onjo dan teman-temannya membentuk abjad SOS di atap. Ayah Onjo ke kantor distributor peerumahan dan menyusn rencana untuk menuju ke Sekolah Menengan Atas Hyosan.
Dalam videonya pak Lee bilang kalo di saat suhu tubuh naik, sel darah putih akan aktif namun akan pribadi diserap sama virus dan diubah menjadi virus lain.

Pak polisi membebat kaki mas youtuber sama kayu yang dikasih selotip. Kakinya nggak patah jadi kalo dibiarkan menyerupai itu akan membaik. Ia mengomentari langkah-langkah mas youtuber yang hingga membahayakan nyawanya cuman demi konten.
Mas youtuber balik ngomentarin langkah-langkah nggak setia kawannya rekannya pak polisi yang meninggalkannya dan mememintingkan diri sendiri. Ia menampilkan untuk menayangkannya di chanelnya biar nanti rekannya pak polisi dikucilkan.
Pak polisi melarang. Ia kemudian melempar barang-barang ke bawah biar para zombie menyingkir dan mereka dapat pergi dari sana. Nggak berhasil. Padahal tadinya berhasil. Sebuah bus datang. Ternyata itu rekannya pak polisi. Pak polisi turun duluan gres kemudian mas youtuber nyusul.

Mereka sudah selesai menghasilkan tanda SOS. Daesu menanyakan arti dari SOS dan Onjo bilang kalo itu nggak ada artinya. Daesu nggak percaya dan menanyakannya ke Cheongsan dan banjang namun respon mereka sama.
Selanjutnya mereka menghasilkan api dengan kayu yang digosok-gosok. Dih sukar banget. Dari Onjo, Junyoung, Wujin, Daesu hingga Soohyuk nggak ada yang bisa melakukannya. Banjang kemudian ngasih pemantik. Katanya ia merokok. Lah kenapa nggak dari tadi?

Bus yang ditumpangi pak polisi menabrak pesepeda. Pak polisi mau turun namun rekannya melarang. Takutnya yang tadi itu zombie. Lah mana ada zombie naik sepeda? Pak polisi kemudian turun dan memastikannya. Mendadak mereka ditembaki. Di dalam bus rekan pak polisi senang. Itu prajurit dan kini mereka selamat.

Hari mengajari Mijin memanah namun tembakannya senantiasa meleset. Mijin pikir Hari dapat masuk universitas elok cuma dengan memanah namun tahunya enggak. Ia nggak dapat masuk tim nasional dan ia nggak dapat masuk universitas nasional. Seumur hidupnya ia cuma tahu memanah dan nggak dapat melaksanakan hal lain. Ia merasa kalo kini ia nggak punya harapan.
Mijin menghibur kalo Hari dapat masuk tim nasional dan dapat masuk universitas nasional kalo semua pemanah berubah jadi zombie. Ia masih punya harapan. Hari cuma tersenyum. Mijin kemudian minta Hari untuk kembali mengajarinya memanah. Memanah bareng lebih baik dari pada memanah seorang diri.

Api unggunnya sudah jadi. Junyoung menanyakan audisinya Daesu. Daesu ngasih tahu kalo ia disuruh buat nurunin berat badan. PadahaL Junyoung suka sama suaranya. Ia minta Daesu untuk menyanyi. Daesu menyanyikan suatu lagu. Suaranya bagus. Yang lain kemudian ikut bernyanyi bersamanya.
Nayeon keluar dari kawasan persembunyiannya.
Gwinam kembali pulih. Ia merasa kalo ia mesti ke atap.

Nayeon keluar dan mengambil kamera yang dipakai belum dewasa tadi. Beberapa zombie tiba dan ia pun kembali ke tempatnya semula. Ia menyimak apa yang teman-temannya katakan. Nggak tahu kenapa ia tergerak dan mengambil beberapa kuliner ke dalam tasnya. Dan di saat ia dengar Cheongsan menyebut perihal Gyeongsu yang meninggal alasannya yaitu dirinya alasannya yaitu ia nggak ingin Gyeongsu menggigit yang lain.
Cheongsan minta ibunya untuk secara perlahan-lahan ngasih tahu neneknya. Ia menyesal melarang Gyeongsu yang akan kerja paruh waktu di kedai makanan ayam goreng mereka gegara takut Gyeongsu akan minta ayam goreng gratis. Nayeon kian frustasi di saat Gyeongsu timbul dan bilang kalo ia sudah membunuhnya.

Horyeong mengaku suka sama lagunya Daesu padahal sebelumnya ia nggak menyukainya. Onjo juga mengajukan pertanyaan ke Banjang sejak kapan ia merokok. Katanya sejak kelas 8. Ia nggak punya kawan dekat dan nggak tahu gimana cara mengalihkan penat. Onjo pikir Banjang nggak suka berteman. Ia membangun tembok dengan senantiasa memakai penyuara telinga.
Hyoryeong juga berpikir hal yang sama. Junyoung juga benci sama Banjang alasannya yaitu ia senantiasa jadi peringkat 2 alasannya yaitu Banjang yang jadi peringkat pertama. Daesu merasa kallo peringkat 2 juga bagus. Hyoryeong ngomongnya sinis. Daesu jadi berpikir kalo Hyoryeong suka padanya. Hyoryeong membantah.
Soohyuk ngasih tahu kalo orang yang Daesu senangi yaitu kakaknya Wujin. Di matanya Hari itu menyerupai cupid. Wujin sih nggak ngijinin kakaknya sama Daesu dan nggak merestuinya.


Nayeon ingat di saat ia dan Park Ssaem keluar dari ruang siaran. Mereka dikejar zombie. Nggak tahu kenapa Nayeon seakan menyaksikan kalo zombie itu yaitu Gyeongsu. Dan demi melindungi Nayeon, Park Ssaem membiarkan dirinya digigit sama zombie.
Setelahnya Park Ssaem menariknya dan memasukkannya ke ruang musik. Ia tahu kalo Nayeon melakukannya alasannya yaitu takut. Begitu juga dengan teman-temannya. Ia berpesan mudah-mudahan Nayeon kembali pada teman-temannya dan meminta maaf pada mereka. Ia mesti tetap hidup. Lakukan sesuatu untuk menolong mereka.

Nayeon nangis lihat itu. Nggak usang kemudian Park Ssaem berubah jadi zombie. Ia bilang ke Nayeon kalo itu bukan salahnya namun salah Park Ssaem sendiri.
Kali ini Nayeon sudah lebih yakin. Ia mengambil tasnya dan mengisinya dengan minuman juga. Setelah sarat ia kemudian keluar dari sana.

Jimin dongeng kalo orang tuanya pernah mau memindahkan sekolahnya ke Seoul namun ia nggak mau. Onjo kemudian menyuruhnya untuk absen selama 5 hari alhasil kepala sekolah nggak dapat ngasih ia surat rekomendasi. Ia nggak jadi pindah alasannya yaitu Onjo. Onjo pikir JImin mau berterima kasih padanya tahunya ia malah menyalahkannya.
Wujin dongeng kalo kakaknya arif memanah sejak kecil dan orang tuanya senantiasa memperhatikannya sehingga nggak memperhatikan dirinya. Daesu menenangkan kalo ia akan senantiasa memperhatikannya, adik ipar. Dih Wujin kemudian mendorongnya. Tapi ia bersyukur Daesu senantiasa memperhatikannya.
Banjang nggak tahu mau ngomong apa. Tapi ia merasa menyerupai mendapat teman. Cheongsan kemudian dongeng perihal dirinya dan Onjo.

Nayeon keluar. Pertamanya ia menyaksikan suasana di luar kemudian mengambil makanannya. Dih malah lupa menutup pintu alhasil Gwinam masuk. Ia menyaksikan tas kuliner Nayeon dan mengajukan pertanyaan apa ia lapar? Nayeon mengangguk mengiyakan. Gwinam juga. Ia kemudian menggigit Nayeon hingga ia nggak bergerak.

Daesu mengajukan pertanyaan ke Cheongsan apa ia menggemari seseorang? Cheongsan membenarkan. Onjo jadi penasaran. Siapa orangnya? Apa ia kenal? Dih siapa pun kayaknya tahu namun cuman Onjo yang nggak tahu.
Sambil memandang Onjo, Cheongsan bilang kalo orang yang ia senangi yaitu Onjo. Onjo pikir Cheongsan cuma bercanda secara mereka berteman dari Taman Kanak-kanak dan mereka tinggal bertetangga sejak kecil. Cheongsan membenarkan kalo ia menggemari Onjo sejak umur 6 tahun selama 12 tahun dan akan terus begitu.

Onjo kayak nggak siap dan pergi. Soohyuk ngasiih instruksi nyuruh Cheongsan untuk nyusulin Onjo.
Onjo menyesalkan alasannya yaitu nggak tahu. Cheongsan menenangkan kalo nggak papa. Ia sudah mengungkapkan perasaannya dan Onjo nggak perlu menjawabnya. Onjo nggak dapat kehilangan sahabatnya. Ia sudah kehilangan Isak dan kini Cheongsan.

Gwinam keluar dari jendela ruang musik kemudian memanjat melalui susukan pipa.
Di atas Cheongsan mengajukan pertanyaan apa Onjo nggak pernah menyukainya? Onjo nggak menjawab dan bilang ingin sendiri sehingga Cheongsan pergi.
Gwinam tahu-tahu muncul. Ia mendorong Onjo. Cheongsan mendekat. Gwinam kemudian menyerang Cheongsan dan berniat mencongkel matanya.
Bersambung…