Drama Korea – Sinopsis F4 Thailand: Boys Over Flowers Episode 7, Jika Kalian ingin menyaksikan full recapnya tersedia lengkap di goresan pena tulisan yang ini. Episode sebelumnya.

Merasa seumpama diawasi, Gorya pun menyaksikan ke arah Thyme berada namun nggak ada siapapun di sana. Thyme sudah turun. Ia bahkan nggak menjawab di saat Kavin dan MJ bertanya. Dan di saat ia mendengar anak yang ngomongin seorang gadis yang didapatkannya dari ig menghasilkan Thyme terpancing.
Seakan lepas kontrol ia memukuli anak itu habis-habisan. Kavin dan MJ tiba dan bertujuan untuk melerai namun Thyme malah mau menghantam mereka juga. Akhirnya mereka menjauh alasannya berpikir kalo nggak ada yang sanggup menghentikan Thyme di saat sudah seumpama itu.

Gorya tiba bareng Ren. Thyme kemudian menunjukkan kalo mulai kini cuma ada 3 orang di dalam F4. Kavin dan MJ minta Thyme untuk tenang dan bicara baik-baik. Thyme minta Kavin dan MJ untuk nggak bergaul sama Ren. Dih Thyme malah bilang kalo mereka mau melawannya juga.
Keduanya pribadi diam. Gorya menahan Thyme dan mengajaknya bicara namun Thyme dengan agresif menawan tangannya kemudian mengembalikan ponsel Gorya.


Gorya kembali mengejarnya. Thyme mengacau dengan mendorong orang dan menendang daerah sampah. Akhirnya Gorya menariknya masuk ke suatu ruangan. Ia membenarkan kalo ia salah alasannya sudah berbohong. Harusnya Thyme murka padanya bukannya melampiaskan pada orang lain. Ren juga nggak salah padanya namun kenapa ia mengeluarkannya dari F4?
Thyme nyuruh Gorya untuk bilang kalo ia benci sama Ren. Ia hingga melempar dingklik dan nyaris mengenai Gorya. Nggak cuma itu, ia juga mau menghantam Gorya dengan tangannya sendiri. Gorya tertekan berat dan cuma sanggup nangis. Thyme terdiam. Toh Gorya juga nggak akan memilihnya. Ia kemudian pergi meninggalkan Gorya.

Tia tiba ke sekolah dan berjumpa dengan administrator untuk menyelesaikan duduk kendala yang dibentuk sama adiknya. Orang renta dari anak itu menolak untuk berdamai. Selain itu ada klip yang beredar yang direkam sama anak-anak. Tia menyaksikan klip yang dimaksud dan dalam sekejap klipnya menghilang.
Sekretaris ibu datang. Ia lah yang sudah membenahi semuanya. Nggak cuma itu, ia juga menampilkan dukungan yang sungguh besar untuk sekolah. Direktur mendapatkannya dengan senang hati dan membiarkan mereka bicara. Sekretaris ibu kemudian ngasih tahu kalo ibu sudah kembali. Tia menanyakan eksistensi ibu sekarang.


Thyme mengunci diri di kamarnya. Pelayannya memintanya untuk makan namun Thyme nggak mau. Akhirnya pintunya didobrak dan ibu pun masuk. Ibu menyinggung Thyme yang sudah menghasilkan duduk kendala besar kali ini. Thyme menyindir ibu yang nggak mencemaskan dirinya. Ibu mengaku sungguh ketakutan alasannya gegara apa yang Thyme lakukan, perusahaan hingga menanggung kerugian sebesar jutaan Bath.
Ibu kemudian menjatuhkan foto Gorya dan data dirinya pada Thyme dan menyalahkan seluruhnya pada Gorya. Thyme berganti ketakutan dan menanyakan apa yang akan ibu lakukan pada Gorya? Ibu minta Thyme untuk kembali ke dirinya yang usang atau kalo enggak ibu akan melaksanakan apa yang ia lakukan pada kakaknya.


Paman Ga menyaksikan internet. Apa yang sudah terjadi tempo hari kini sudah menghilang dan nggak meninggalkan satu jejakpun berganti isu perihal F4 yang kini jadi F3. Ia kemudian menyaksikan Kaning dan Gorya yang sedih terus dari tadi.
Gorya sungguh merasa bersalah atas keterkaitannya dengan Tesla. Kaning sendiri merasa nggak papa alasannya itu bukan salah Gorya. Hubungannya juga jadi nggak baik sama Thyme. Melihat kondisi mereka, paman pun tentukan untuk menutup toko lebih awal.
Tiba-tiba Ren datang. Karena Gorya sudah nggak bekerja, ia pun mengajaknya untuk keluar.


Kavin dan MJ menemui Thyme dan minta biar ia berbaikan sama Ren, secara mereka sudah usang berteman. Thyme cuma diam. Kavin kemudian menampilkan tabletnya, ada isu perihal pertunangan Mira. Ia pikir Ren sudah usang mengetahuinya.
Tanpa ragu Thyme pribadi melemparnya. Dih padahal itu milik ayahnya MJ. Kavin juga merasa letih dengan tingkah Thyme. Thyme menanggapinya dengan santai. Ia nyuruh mereka untuk nggak ikut campur. Kavin tersulut dan mendekat namun MJ terburu-buru melerai. Thyme nyuruh pelayannya untuk nggak membiarkan orang luar masuk.
MJ masih mau bicara sama Thyme namun Kavin menariknya. Toh Thyme menganggapnya selaku orang luar.

Sampai di luar MJ masih berupaya untuk menenangkan Kavin namun Kavin kayak nggak mau peduli. Biar bubar sekalian. MJ kesal dan hingga nonjok dinding. Kavin pribadi terdiam. Ia kemudian bilang akan bicara sama Thyme dan Kavin bicara sama Ren. Kavin masih mau nolak namun di saat MJ membalikkan kalo Kavin yang bicara sama Thyme, ia pun menerimanya. Tapi kalo nggak berhasil, mereka mesti menyerah.

Ren sendiri sedang makan sama Gorya. Ia memesan susu kedelai dan es krim kedelai padahal alergi sama kedelai. Katanya ia pikir Gorya suka sama susu kedelai. Ia mengungkit hari itu ada noda susu kedelai di bibirnya. Ia pikir Gorya stres jadi ia ingin mengajaknya melaksanakan hal yang menyenangkan.
Ih padahal Ren sendiri juga niscaya stres perihal keterkaitannya sama Mira dan perang sama Thyme. Dan alasannya mereka sudah keluar ia kemudian mengajak Ren untuk melaksanakan hal yang menyenangkan.
Mereka kemudian bermain dan itu berhasil menghasilkan Ren jadi tersenyum lagi. Ia bahkan juga mulai menggambar lagi dengan memicu Gorya selaku objeknya.


Thyme malah sedang main catur sendirian di rumahnya. Karena merasa jenuh kesannya papan caturnya dilempar.
Kavin ke toko bunga dan dikasih tahu Kaning kalo Gorya kencan sama Ren. Ia kemudian melaksanakan panggilan video sama MJ dan menunjukkan yang didapatkannya. Ia bahkan bilang kalo Gorya mudah berpaling. Kaning keberatan dan membantahnya.
MJ kemudian nyuruh Kavin untuk mencari Ren dan bicara dengannya namun Kavin nggak mau. Ia lelah. Ih habis itu MJ bicara dengan Kaning dan mengajukan pertanyaan apa ia tahu Gorya dan Ren pergi kemana? Kaning mengaku tahu. MJ kemudian minta Kaning untuk mengirim temannya Kavin ke sana dan menyuruhnya untuk merawat Kavin juga. Kasih makan dan minum juga.

Ren dan Gorya berlangsung bersama. Gorya mengaku senang sanggup bermalas-malasan di hari liburnya. Mendadak Ren menyinggung di saat Gorya keluar bareng Thyme. Tanpa sadar Gorya nampak bergairah di saat membicarakan perihal Thyme sebelum ia menyadari dan bilang nggak mau membicarakan perihal Thyme. Ren merasa kalo Gorya terlihat senang di saat membicarakan Thyme.
Gorya justru membantahnya. Ia bahkan merasa kalo seumpama ini lebih baik. Tiba-tiba Ren nyuruh Gorya untuk milih antara dirinya dan Thyme. Gorya nggak mau menjawabnya dan mengalihkan dengan bilang kalo ia haus dan mau beli minum.

Saat mau pergi secara tiba-tiba ponselnya nyaris jatuh. Gorya dan Ren sama-sama menangkapnya. Posisi mereka sungguh dekat. Dan bunyi kepakan sayap burung mengingatkan Gorya pada Thyme. Seakan terdengar bunyi Thyme nyuruh ia untuk berhenti. Ia pun memperoleh kesadarannya kembali.
Ren menampilkan ponsel Gorya. Kaning nelpon. Gorya kemudian pergi untuk menjawabnya.

Kaning sedang bareng Kavin. Ia ngasih tahu kalo Gorya dan Ren akan menemui mereka. Ia kemudian meriksa ponselnya. Pesannya untuk Tesla belum dibalas. Kavin menebak kalo Kaning berantem dengan temannya namun Kaning membantah. Kavin ngasih tahu kalo pacarnya mengabaikannya artinya ia sudah punya yang baru, soalnya ia juga melakukannya.
Kaning masih berpikir kalo pacarnya bukan orang yang seumpama itu. Ia kemudian menyaksikan Tesla dan menyapanya. Ih Tesla malah ketemuan sama seorang wanita. Ia bahkan juga mencium perempuan itu dan di saat menyaksikan Kaning ia berlagak nggak mengenalnya. Nggak mau nangis di depan Kavin, ia pun pamit ke toilet.

Diam-diam Kaning nangis di deket tangga. Kavin menghampirinya dan memberinya saputangan. Ia mengulangi apa yang ia bilang tadi kalo Kaning memang terlalu naif. Kaning nyuruh Kavin untuk oergi kalo cuma ingin mengejeknya. Kavin menyampaikan kalo ia justru mau menghibur Kaning.
Kavin kemudian memotret Kaning. Kaning nggak terima dan mau merebutnya. Kavin senang Kaning kembali jadi dirinya yang sebelumnya. Kalo gadis lain terlihat anggun kalo nangis, namun nggak begitu sama Kaning. Ia nampak membosankan. Habis itu Kaning sudah sanggup tersenyum.
Kavin mengajaknya untuk menyelesaikan masalah. Kaning pikir mereka akan menyelesaikan duduk kendala Gorya dan REn tahunya masalahnya.



Gorya nyaris sampai. Ia merasa abnormal Kaning mau menemuinya sama Kavin. Padahal ia sedang ada duduk kendala sendiri. Ren pikir MJ ada di balik itu semua. Gorya kemudian lihat Tesla sama gadis lain. Mereka akan berbelanja tas. Gorya mau ke sana namun Ren menahannya.
Kaning tiba bareng Kavin. Kavin masuk dan berbelanja tas yang diseleksi sama gadis itu. Dia juga minta gadis itu untuk membantunya memutuskan tas lain kali. Gadis itu pribadi berpindah pada Kavin. Mereka berantem dan kesannya putus.
Tesla keluar dan berjumpa dengan Kaning yang menanti Kavin di luar. Di dalam Kavin berterima kasih pada gadis itu alasannya sudah membantunya memutuskan tas untuk pacarnya. Ia kemudian keluar dan menghampiri Kaning dan menampilkan tas itu padanya.
Ia memperlakukan Kaning seumpama pacarnya. Dan di saat Kavin mengajukan pertanyaan apa Kaning mengenal Tesla, ia menjawabnya sama seumpama yang Tesla katakan tadi kalo ia terlihat nggak asing namun ia nggak mengenalnya.


Dan di saat mereka pergi, Tesla secara tiba-tiba menyinggung perihal selera F4 yang menggemari gadis miskin. Ia juga menyinggung perihal Thyme yang suka pada gadis yang suka ia t#d#ri kemudian tinggalkan. Kavin melepas kacamatanya, siap untuk bertarung namun tahu-tahu Gorya tiba dan mengonfirmasi apa yang dikatakannya barusan. Karena sungguh murka ia pun menendang Tesla hingga jatuh. Nggak cuma itu, ia juga menghujat Tesla dan bilang kalo ia nggak ada apa-apanya sama pacarnya.
Tim keselamatan datang. Gorya pribadi pergi dan lari dari sana.


Di rumah MJ masih berupaya untuk bicara sama Thyme namun Thyme sama sekali nggak mendengarnya dan ia pun mulai kekurangan keteguhan dan kesannya malah marah-marah.
Di luar Ren menyaksikan iklan yang umumnya ada Mira di sana. Ia kemudian nelpon Ren.
Di rumah, Thyme pribadi keluar kamarnya begitu selesai bicara sama Ren. Ia bilang ke MJ kalo Ren ingin berjumpa dengannya di sekolah. MJ kemudian nelpon Kavin dan minta ia tiba ke sekolah. Tia yang juga ada di sana cuma mengawasi.
Sementara itu di rumahnya Gorya berupaya untuk menelpon Thyme namun nggak diangkat. Ia kemudian menulis pesan.

Ren tiba lebih dahulu gres kemudian yang lain. Ia ingin menyampaikan sesuatu namun Thyme memotongnya. Ia mengalah pada Gorya yang hingga menjadikannya kehilangan teman. Dan perihal ia mengeluarkan Ren dari F4, ia menariknya kembali. Ia menampilkan Gorya pada Ren. Ia sanggup memilikinya.
Ren senang Thyme memikirkannya. Tapi Gorya bukan miliknya jadi ia nggak sanggup menyerahkannya. Gorya menyukainya. Sebelumnya ia menanyakan perasaannya dan masih tetap sama. Ia memintanya menjadi pacarnya. Kavin berupaya untuk menghentikan Ren namun nggak dihiraukan.

Ren menyampaikan kalo Gorya suka dengan lelaki kaya dan ia cuma mau memicu Gorya selaku hiburannya dan itu sudah menjadikannya merasa senang. Thyme murka dan menghantam Ren. Ren yang nggak terima membalasnya. MJ yang niatnya mau menenangkan Thyme malah dipukul juga. Nggak terima ia juga membalasnya.
Kavin menawan MJ dan dipukul sama MJ juga. Katanya selama ini ia juga nggak peduli sama F4. Dih malah pada berantem. Di tengah kekacauan itu, di rumahnya Gorya menulis pesan ajakan maafnya atas apa yang Thyme lakukan pada pacarnya Kaning. Dan di saat ia mau mengirimkannya, Tia nelpon. Panik, ia pun secepatnya pergi dari sana.


Ren terus memprovokasi Thyme perihal Gorya hingga kesannya Thyme mengakui kalo Gorya sungguh bermanfaat baginya dan ia sungguh mencintainya. Ren juga mengaku kalo apa yang ia katakan merupakan bohong. Ia cuma ingin Thyme mengakuinya. Thyme seakan pesimis. Pun kalo ia mengasihi Gorya itu nggak ada gunanya. Mungkin ia pikir alasannya Gorya suka sama Ren.
Ren ngasih tahu kalo Gorya sungguh mengasihi Thyme. Ia dongeng kalo di saat ia pergi dengan Gorya hari ini, Gorya terus membicarakannya. Dan apa Thyme mau mundur setelah tahu perasaannya? Thyme cuma tersenyum. Ren menghampirinya dan mengulurkan tangannya. Ia menginformasikan kalo Thyme sudah berada di jalur yang benar sekarang. Tapi kalo ia memutuskan jalur yang salah lagi, ia nggak akan mundur untuk kali kedua.

Gorya datang. MJ menyampaikan kalo kini giliran Thyme. Thyme dan lainnya menghampiri Gorya. Dih Gorya malah memarahi Thyme dan memukulinya. Yang lain pribadi menenangkan dan bilang kalo mereka sudah menyelesaikannya. Gorya berlagak nggak tahu hingga Ren mengingatkan kalo selama di mal Gorya berteriak gembira kalo Thyme merupakan pacarnya.
Dih Gorya malu banget. Yang lain meninggalkan mereka. Gorya membantah apa yang Ren katakan padahal THyme sudah senang banget.

Ren yang berlangsung bareng MJ dan Kavin secara tiba-tiba berhenti dan memandang bintang. Mereka memuji apa yang Ren lakukan hari ini. Ren bilang kalo ia cuma ingin menghantam Thyme untuk membalas bonekanya yang sudah dirusakin sama Thyme. MJ ingat, itu di saat mereka msih TK. keduanya kemudian merangkul Ren dan mengajaknya pergi dari sana.

Gorya mengobati Thyme. Thyme menanyakan harinya Gorya. Gorya bilang lebih minim duduk kendala daripada di saat kencan sama Thyme. Ia kemudian minta maaf pada THyme. Thyme menghantam pacarnya Kaning untuk membela kehormatannya. Ia pikir ia sudah mengetahui Thyme namun ia nggak pernah berupaya untuk memahaminya. Maaf alasannya sudah salah paham.
Thyme menawan kepala Gorya dan mengacak-acak rambutnya kemudian menyandarkannya ke dadanya. Gimana ia sanggup murka sama Gorya. Dia cuma mencintainya. Nggak heran Gorya berpikir seumpama itu alasannya ia orang jahat. Thyme kemudian menawan Gorya dari sana.


Mereka ada di luar sekarang. Thyme mengambil sesuatu. Cat semprot.
Kamu tahu, seumur hidupku, orang-orang memberitahuku saya pewaris keluarga Paramaanantra. Aku terlahir lebih andal dan lebih spesial dari siapa pun. Pada kenyataannya, saya nggak pernah yakin diri. Aku takut kehilangan kekuatan itu. Aku takut nggak akan diterima.
Makin saya takut, kian saya berupaya membangun kekuatanku. Ini perihal pembuktian diri. Kupikir jikalau saya sanggup menguasai sekolah, saya sanggup menguasai Grup Parama. Sejujurnya, aku… Aku menyaksikan kehidupan orang selaku permainan yang mengasyikkan hingga saya berjumpa denganmu, Gorya.
Hanya kau yang nggak takut melawanku. Kamu membuatku berpikir ulang jikalau yang kulakukan benar. Saat mengenang kembali bab itu, saya sungguh tidak senang diriku. Aku benci Thyme yang mabuk kekuasaan. Aku benci Thyme yang cuma memakai kekerasan untuk tuntaskan masalah. Kamu tahu, kau membuatku ingin berubah. Kamu membuatku ingin mengambarkan saya layak mendapatkanmu. Aku ingin kau menerimaku, bukan Paramaanantra.
Thyme menutup pintu stadion dan menulis sesuatu sambil bilang kalo mulai kini ia nggak akan lagi memakai kekerasan dan nggak ada yang sanggup kartu merah dari F4 lagi. Gorya ikut senang dengarnya. Ia mendekat dan menyaksikan kalo Thyme salah tulis. Harusnya dihentikan masuk bukannya tidak ada santapan pembuka. Gorya mau mengubahnya namun Thyme nggak bolehin.


Gorya gres aja hingga rumah Thyme sudah mengirim pesan menyebutnya pacar. Ia membalas kalo ia salah bicara namun Thyme tetap memanggilnya pacar.
Ia kemudian ,masuk sambil minta maaf sama ayah dan ibu kalo ia pulang terlambat. Ih ternyata ada ibunya Thyme sama sekretarisnya di rumahnya.
Bersambung…