Drama Korea – Sinopsis Secret Mother Ep 8 Part 1, Cara pintas untuk menerima spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cek Episode sebelumnya disini.
Foto SBS Foto SBS
Di mejanya, Jung Wan konsentrasi memandang layar laptopnya, menyaksikan foto rekaman CCTV dimana Eun Young yang menuruni eskalator , menenteng tas Min Joon.
Bagi yang lupa Eun Young ada di mana, ini beliau mal. Nah pas turun dari eskalator ini, Eun Young sempat papasan sama Yoon Jin dan Jung Wan namun mereka gak sadar eksistensi masing-masing. Yoon Jin dan Jung Wan di mal alasannya mendapat informasi perihal eksistensi kakaknya Eun Young.
Foto SBS
Chi Yeol datang. Jung Wan bilang fotonya buram. Dia memerintahkan Chi Yeol memperbesar fotonya kemudian mengambil gambarnya.
Chi Yeol menutup laptop Jung Wan. Berhentilah melakukan ini.
Jung Wan : Hei, saya perlu waktu tiga malam untuk menerima ini.
Chi Yeol : Ketua tim memerintahkan kita melupakannya. Ini bukan kendala wilayah kita. Kau bahkan tak punya isyarat baru.
Jung Wan : Karena itu saya mencari, Berandal. Singkirkan tanganmu.
Jung Wan menyingkirkan tangan Chi Yeol dari laptopnya.
Foto SBS
Ketua tim mereka datang.
“Kau akan dikritik alasannya menyelediki kendala wilayah lain. Aku menyuruhmu berhenti alasannya itu bukan kendala wilayah kita.”
Foto SBS Foto SBS
Jung Wan yang kesal, menampilkan foto itu terhadap ketuanya. Dia juga menampilkan brosur tubruk lari. Dia bilang, perempuan yang ada di foto sanggup saja saksi atau tersangka kendala kecelakaan itu.
Ketua tim marah, kamu berupaya menyulitkanku? Kau tidak tahu bahwa pimpinan tidak senang memindahkan kasus? Jangan bertindak kurang cendekia dan turuti perintahku, Berandal.
Jung Wan : Aku akan mencari satu hal. Apa pun itu, saya akan mencarinya.
Jung Wan pun pergi. Chi Yeol mengikuti Jung Wan.
Foto SBS
Ketua tim melaporkan itu pada Jae Yeol. Jae Yeol terkejut, Letnan Ha?
“Dia dari Unit Kejahatan Kekerasan, Kepolisian Gangnam. Dia menyelediki riwayat masuk Kim Eun Young ke negara ini.”
Foto SBS
Jae Yeol pun ingat siapa Jung Wan. Dia dan Jung Wan pernah bertemu. Di kantor polisi, kawasan Jae Yeol dahulu bertugas, usai kecelakaan Min Ji.
Rekan Jae Yeol bilang, Jung Wan lah orang pertama yang menerima TKP kawasan Min Ji kecelakaan.
Flashback end…
Foto SBS
Jae Yeol terlihat pusing. Dia memijat kepalanya teringat siapa Jung Wan.
Jae Yeol kemudian bertanya, apa itu argumentasi Jung Wan menyelediki kendala itu.
Jae Yeol : Ada hal mencurigakan perihal riwayat Kim Eun Young?
Si Ketua Tim bilang riwayat Eun Young bersih.
Foto SBS
Ponsel Jae Yeol berdering.
Jae Yeol eksklusif menjawab teleponnya.
Ketua Tim meletakkan berkas Jung Wan di atas tumpukan berkas Jae Yeol.
Di telepon, Jae Yeol berkata beliau dipindahkan ke Kepolisian Gangnam.
Jae Yeol : Itu berkat anda.
Foto SBS
Melihat Jae Yeol asik bicara di telepon, si Ketua Tim terlihat gelisah mau ngapain. Dia bertujuan mengambil lagi berkas Jung Wan, namun malah menjatuhkan beberapa berkas di meja.
Jae Yeol menyaksikan itu dan mengode, memerintahkan beliau keluar. Dia pun pergi sehabis meletakkan kembali berkas yang jatuh ke atas meja.
Foto SBS Foto SBS
Kelas mengolah masakan Yoon Jin selesai.
Hwa Sook : Apa Min Joon baik-baik saja? Kita menyadari arti seseorang sehabis mereka pergi. Dia tidak merasa kesepian?
Yoon Jin : Itu tidak berjalan lama.
Foto SBS Foto SBS
Ji Ae : Syukurlah kamu memecatnya lebih awal. Jika sanggup menghasilkan orang setenang dirimu marah, beliau niscaya luar biasa. Aku sudah mengetahuinya sejak beliau memberinya makanan ringan manis beras tumis. Latar belakang guru itu tidak baik.
Hwa Sook : Sebelumnya kamu mengenal Lisa?
Mendengar pertanyaan Hwa Sook, sontak lah Ji Ae eksklusif menyangkal dan mencari alasan.
Ji Ae : Kita sanggup tahu dari wajahnya. Sepertinya beliau bukan dari keluarga baik-baik.
Foto SBS Foto SBS Foto SBS
Hye Kyung : Ada duduk kendala apa dengan Bu Kim?
Yoon Jin : Masalah pribadi yang melibatkan Min Joon.
Hwa Sook : Peningkatan Min Joon pesat hingga kawasan les meneleponmu. Apa yang terjadi?
Foto SBS Foto SBS
Ponsel Yoon Jin berbunyi. Yoon Jin eksklusif keluar.
Telepon dari Jung Wan.
Jung Wan : Aku menerima dia. Aku menerima beliau di mal. Akan kukirim fotonya kepadamu. Periksalah penampilannya.
Yoon Jin sudah enggan mencari eksistensi Eun Young.
Yoon Jin : Terima kasih atas tempo hari. Aku akan berhenti sekarang.
Jung Wan pun kesal, gampang bagimu mengatakannya. Siapa yang bergadang alasannya ucapanmu? Ya. Aku. Aku bergadang selama tiga hari dan menyelediki rekamannya. Kecelakaan itu juga membebaniku. Setidaknya saya punya hati nurani.
Yoon Jin : Maafkan aku.
Yoon Jin memutus panggilan Jung Wan.
Foto SBS
Eun Young ke panti asuhan. Dia bangun di halaman panti asuhan, di depan suatu pohon besar. Ada dingklik di akrab pohon itu.
Eun Young kemudian teringat kakaknya.
Flashback…
Foto SBS
“Eun Young-ah.” sang abang mendekati Eun Young.
Eun Young : Kenapa abang usang sekali? Sudah usang saya menunggu.
Sang abang bilang, beliau sibuk berbelanja kado untukmu.
Foto SBS
Sang kakak, duduklah.
Eun Young : Kenapa akak menghabiskan duit untuk cincin ini?
Kakaknya bilang, itu bukan cincin biasa. Lihatlah.
“Begitu digabungkan, cincinnya bersatu. Pegang ini.”
Foto SBS
Sang abang mengalungkan cincin itu ke leher Eun Young.
“Sama menyerupai kita. Sekalipun berpisah, kita satu. Sepeninggal ayah dan ibu, keluarga kita cuma kita berdua.”
Foto SBS
Eun Young mulai nangis, cincinnya bagus.
“Astaga. Kau menangis lagi.”
Eun Young kemudian mengalungkan cincin itu ke kakaknya.
Flashback end…
Foto SBS
Eun Young duduk di dingklik itu, di kawasan yang serupa dan memandang ke sampingnya.
Eun Young : Sudah saatnya abang muncul. Kak Hyeon Joo.
Foto SBS
Eun Young masuk, menemui Direktur Panti Asuhan, Direktur Lee Mi Young.
Direktur Lee : Sudah berapa usang kita tidak berjumpa, Eun Young-ah.
Eun Young : Sudah usang sekali. Maafkan aku. Seharusnya saya tiba lebih awal.
Foto SBS
Mereka duduk dan membahas Hyeon Joo.
Direktur Lee bilang, Hyeon Joo melarikan diri dan mereka tidak sanggup menghubunginya.
Direktur Lee : Hyeon Joo sering melarikan diri tanpa berpamitan. Kurasa Hyeon Joo tetap berkomunikasi dengan Mi Seon. Cobalah menelepon dia.
Foto SBS
Maka Eun Young pergi ke bar, menemui Mi Seon.
Mi Seon menyediakan Eun Young minuman kaleng.
Mi Seon : Kenapa kamu mencari kakakmu? Dia akan kembali sempurna waktu.
Eun Young : Kau berkomunikasi dengan kakakku?
Mi Seon : Pada dikala menyerupai ini, orang yang mencari kakakmu mendatangiku dan membuat bencana. Dia kabur dikala semestinya mengeluarkan duit utang. Aku menyuruhnya melakukan pekerjaan di sini kalau tak punya uang. Dia bertujuan mengelola seluruhnya dan meninggalkan Korea.
Eun Young : Kau alhasil melakukan hal baik untuknya?
Mi Seon : Coba pikirkan. Hyeon Joo bersusah payah untuk menjagamu.
Foto SBS Foto SBS
Eun Young pun teringat masa lalu, dikala beliau mengunjungi bar, memakai seragam sekolahnya.
Dia mencari kakaknya namun malah Ji Ae yang menghampirinya.
Ji Ae : Hei, Eun Young. Kau kembali lagi. Kau tetap dilarang masuk.
Foto SBS Foto SBS
Hyeon Joo melintas di depan pintu, mengenakan busana seksi.
Eun Young melongo menyaksikan kakaknya.
Foto SBS Foto SBS
Hyeon Joo bersembunyi. Dia tahu Eun Young datang.
Ji Ae menutup pintu bar.
Eun Young cuma sanggup terdiam.
Flashback end…
Foto SBS Foto SBS
Eun Young : Dia niscaya kesusahan hidup sendirian selama ini. Kau tahu teman, kekasih, atau kenalannya?
Mi Seon : Tidak terlintas orang tertentu. Aku akan mencari tahu soal itu.
Eun Young : Kabari saya kalau tahu sesuatu. Aku ingin mencarinya dan bersikap baik kepadanya.
Foto SBS Foto SBS
Eun Young kembali ke rumahnya. Dia mengambil minuman kaleng dari kulkas.
Saat minum, beliau menyaksikan ke arah boneka Min Ji yang beliau gantung di jemurannya.
Eun Young : Aku sungguh merindukan kakakku sehabis beliau secara tiba-tiba menghilang. Dia niscaya sungguh merindukan adiknya sehabis adiknya juga secara tiba-tiba menghilang.
Fto SBS
Ponsel Eun Young berbunyi.
Eun Young : Ada apa, Bu Myung? Besok? Baiklah, tentu.
Foto SBS
Yoon Jin ke kafe, menemui Joo Hee.
Joo Hee tak sendiri, namun bareng temannya.
Joo Hee minta maaf alasannya tidak memberi tahu Yoon Jin sebelumnya.
Joo Hee : Dahulu beliau mengajari sobat So Jeong.
Wanita temennya Joo Hee menyapa Yoon Jin.
“Halo, Bu Kim. Ini surat penerimaan yang kudapat dikala anak kembarku diterima di Sekolah Menengah Pertama internasional. Ini para murid yang kubantu mudah-mudahan diterima selama tiga tahun. Ini grafik kenaikan nilai mereka. Serta ini hasil investigasi medisku.”
Yoon Jin terkejut perempuan itu sudah mempersiapkan semua berkas itu.
Joo Hee : Ini persyaratan zaman sekarang.
Wanita itu kemudian meminta Yoon Jin mempersiapkan hasil investigasi medis Min Joon. Dia bilang beliau tak sanggup mendapatkan murid yang lemah dalam arahannya. Dia ingin murid yang memiliki fisik dan tekad kuat.
Yoon Jin : Begitu rupanya.
Dia kemudian mengajukan pertanyaan apa Yoon Jin tidak akan menyelediki berkasnya.
“Kudengar kamu pernah memberdayakan guru privat. Maka anakmu niscaya sudah cukup disiplin.”
“Disiplin?”
Foto SBS
Hye Kyung lagi belanja di pasar. Dia menyaksikan peterseli organik.
Singkat dongeng lagi belanja, beliau menyaksikan Tae Hwan yang juga sedang belanja tak jauh di depannya.
Sontak Hye Kyung eksklusif nutupin mukanya dengan peterseli. Si penjaja sayuran bingung.
“Anda mesti menyelediki sesuatu?”
“Aku ingin mencium aromanya.” Hye Kyung mengendus2 peterselinya. Wkwkwk…
Foto SBS
Si pedagang kemudian pergi. Hye Kyung mengintip. Dia lega Tae Hwan udah pergi. Tapi kemudian beliau dikejutkan dengan Tae Hwan yang tiba-tiba timbul disampingnya.
Tae Hwan : So Min eommoni? Kita berjumpa lagi. Aku cuma makan peterseli air yang berkembang dengan murbei lokal. Aku menghasilkan jus detoks.
Hye Kyung : Begitu rupanya. Sampai jumpa.
Hye Kyung mau pergi namun ditahan Tae Hwan.
Tae Hwan : Aku ketakutan alasannya beberapa hari kita tidak berjumpa di kolam renang.
Hye Kyung : Aku cuma sanggup mengirim Soo Min alasannya ada urusan.
Foto SBS Foto SBS
Hye Kyung mau pergi namun lagi dan lagi di tahan Tae Hwan.
Tae Hwan mendekati Hye Kyung. Hye Kyung dag dig dug.
Tae Hwan : Ada sesuatu di rambutmu.
Tae Hwan mengambil daun peterseli di rambut Hye Kyung.
Setelah itu beliau bilang ciuman mereka tempo hari baginya bukan kesalahan.
Hye Kyung terkejut.
Keduanya saling bertatapan dan diam. Sebelum alhasil Hye Kyung kabur.
Foto SBS
Ponsel Hye Kyung berdering. Ada pesan masuk dan beliau kaget. Hye Kyung pun kabur ke toilet.
Dia membuka lagi pesan itu. Ternyata ada yang mengiriminya fotonya yang lagi ciuman sama Tae Hwan di mobil.
Hye Kyung ingin tau siapa pengirimnya, kemudian beliau ingat Eun Young.
Flashback…
Foto SBS
Sehabis ciuman dengan Tae Hwan di dalam mobil, Hye Kyung kembali ke dalam gedung kolam renang.
Di lobi, beliau berjumpa Eun Young. Eun Young mengembalikan ponsel Hye Kyung dan berkata kalau beliau tadi mengikuti Hye Kyung hingga ke parkiran.
Flashback end…
Foto SBS
Lantas Hye Kyung menelepon Hwa Sook.
Hwa Sook : Omong kosong. Mana mungkin saya tahu nomor guru privat itu? Tapi ada urusan apa dengannya?
Hye Kyung eksklusif matiin panggilannya.
Foto SBS
Eun Young sendiri ada di depan Hwa Sook. Dia meminum tehnya yang disuguhin Hwa SOok.
Hwa Sook : Ada yang menanyaiku soal nomor mantan guru Min Joon.
Eun Young : Apa yang ingin kamu diskusikan?
Hwa Sook : Aku akan berterus terang. Bisakah kamu mendapatkan Ji Ho selaku muridmu? Semester depan, beliau akan mendaftar ke Akademi Sains untuk Anak Berbakat. Kau cuma perlu konsentrasi pada hal itu. Kali ini, mereka mendapatkan murid dengan keadaan tertentu, jadi, kurasa beliau berkesempatan.
Eun Young : Murid dengan keadaan tertentu?
Hwa Sook : Kau tidak tahu? Aku ibu tunggal alasannya baru-baru ini bercerai. Jadi, bisakah kamu mengasihani beliau dan mengajari dia?
Eun Young : Bu Myung, aku…
Foto SBS Foto SBS
Lah Seung Soo tiba-tiba pulang.
Seung Soo : Sayang, saya lapar. Aku…
Melihat Eun Young, Seung Soo eksklusif bilang beliau niscaya salah rumah.
Tapi Hwa Sook mengundang Seung Soo.
Hwa Sook : Lupakan saja. Kau menekan kode masuknya sebelum kemari. Karena sudah menyaksikan semuanya, kamu sungguh-sungguh mesti memihakku.
Eun Young terkejut.
Hwa Sook : Ayolah, kita semua ahli. Tidak cuma kami yang melakukan ini. Banyak orang renta yang berpura-pura bercerai mudah-mudahan anak mereka sanggup berkuliah dengan mempergunakan sistem.
Eun Young : Ya, saya mengerti.
Foto SBS
Eun Young pamit namun Hwa Sook menyuruhnya berhenti.
Hwa Sook : Aku tidak mendengar respon darimu.
Eun Young : Kau sudah menghasilkan rencana hebat untuk masa depannya, jadi, kurasa kamu tidak perlu bantuan.
Foto SBS
Hwa Sook emosi, jadi kamu akan pergi begitu saja? Setelah saya membongkar semua rahasiaku kepadamu?
Eun Young : Aku akan menilai ini tidak pernah terjadi.
Hwa Sook teriak, HEI!
Eun Young kaget.
Hwa Sook : Kau dilarang pergi begitu saja!
Hwa Sook berlari ke arah Eun Young. Dia mau menyerang Eun Young. Tapi Seung Soo menghalangi.
Foto SBS Foto SBS
Hidung Seung Soo pun terluka kena sundulan kepala Hwa Sook.
Hwa Sook tengah mengompres hidung Seung Soo.
Hwa Sook : Kenapa kamu mencampuri urusan wanita?
Seung Soo bilang kalau beliau tak menghalangi, maka Hwa Sook sanggup sanggup masalah.
Hwa Sook : Apa tidak duduk kendala kalau kita membiarkan beliau pergi begitu saja? Dia tahu soal perceraian imitasi kita.
Seung Soo : Dia sudah dipecat oleh keluarga Min Joon. Aku ragu beliau sanggup menceritakannya terhadap siapa pun.
Hwa Sook : Benar, bukan? Mungkin beliau tidak akan kembali dalam waktu dekat, bukan?
Seung Soo : Tentu saja. Dia sudah dipecat. Mana mungkin mereka mendapatkannya lagi?
Hwa Sook : Berhentilah bicara dan beristirahatlah. Ini niscaya sakit sekali.
Foto SBS Foto SBS
Di ruangannya, Se Yeon terus mikirin Jae Yeol yang tadi membelanya.
Lalu beliau membuka dompet Jae Yeol dan menyaksikan kartu bisnis Jae Yeol.
Dia pun menelepon Jae Yeol.
Bersambung….
























































