Drama Korea – Sinopsis Mine Episode 16 Part 1, Nieh gaes untuk Kalian ingin tahu spoilernya tersedia di tulisan yang ini lho. Makara untuk dongeng yang lain menyerupai Episode Sebelumnya ada disini.

Detektif Baek kesudahannya pergi. Kasus ditutup alasannya seorang pramusaji bilang kalo Ji Young minum obat tidur. Meski Hiso bilang kalo beliau yang membunuh Ji Young, tetapi beliau nggak ingat apa-apa.
Seohyun memperbolehkan kepala Joo untuk pergi setelah mendengar penjelasannya.

Jinho menggosok lotre lagi. Ia mengungguli 5 juta won. Ia kemudian memberikannya pada pak Jang. Setelah menggosok lotre selama 18 bulan kesudahannya ia berhasil. Pak Jang merasa nggak nikmat dan menanyakan apa yang mesti ia laksanakan untuk membalasnya. Jinho yang kesepian meminta pak Jang untuk mandi dengannya.
Jinho yang sukses mengungguli lotre memberitahukan nya ke Seohyun. Seohyun menyelamatinya. Akhirnya beliau sanggup menciptakan duit dengan kerja kerasnya sendiri. Dan selamat beliau dan pak Kim pada kesudahannya tak membunuh Ji Young. Jinho membenarkan kalo beliau sempat nyuruh Pak Kim untuk nrmbunuh Ji Young. Tapi siapa yang bahwasanya membunuh Ji Young. Seohyun cuma tersenyum. Lebih baik Jinho nggak usah tahu menyerupai biasanya.

Jasmin menetapkan relevansinya dengan Jungdo dan mengembalikannya pada Jinhee sepenuhnya tetapi Jinhee nggak mau beliau nyuruh Jasmin untuk mengambil suaminya dan beliau akan ngasih tahu suaminya Jasmin.
Sayang perdebatan mereka mesti tidak boleh alasannya ada kelas Alkitab.

Jinkyung dan Miju sudah tiba lebih dulu. Keempatnya yang mau keluar dari kelas Injil nggak jadi gegara pastor Paul ternyata tampan. Keempatnya jadi nggak sanggup konsentrasi gegara itu.

Suster Emma berkemas. Ia akan pergi dari sana. Suster Agatha menginformasikan kalo seseorang menunggunya. Suster Emma memberitahukan tas yang sudah 29 tahun bersamanya ke suster Agatha. Orang yang menanti Suster Emma yakni Hiso.
Suster Agatha memposting tas itu ke pasar loak. Mereka terkejut tas itu diberikan secara gratis. Secara harganya mahal.


Yuyeon kembali. Ia akan jadi nyonya di sana. Seohyun menyambutnya. Ibu Yuyeon sudah menjalani operasi berkat Seohyun. Selain itu Seohyun juga memberitahukan beberapa usulan alasannya Yuyeon akan menjadi menantu di rumah itu.

Hyejin memberitahukan vitamin untuk Hajun. Di dekatnya ada kalung tapal kuda. Sebenarnya itu yakni kalung derma Ji Young.

Hiso mengirim Hajun yang hendak kembali ke Amerika. Jadilah pemberani di Amerika. Hajun yang sudah tahu kalo kenangan ibunya sudah kembali mengungkit apa yang pernah dikatakannya kalo cuma ia yang sanggup melindungi dirinya sendiri. Ia juga ingin ibunya melindungi dirinya sendiri.



Keluarga Han makan bersama. Ada Yuyeon juga. Ih Yuyeon kayak nggak suka lihat Juhi senyum ke Suhyuk. Ayah menyodorkan ingin membuka lembaran baru. Ibu juga berpesan pada Yuyeon mudah-mudahan waspada dengan ucapan dan tindakannya mulai sekarang.
Suhyuk ingin kamar Hajun tetap di Rubato mudah-mudahan sanggup ditempati di saat piknik nanti. Hajun yakni adik sepupunya. Yang lain juga berpikiran sama. Hajun yakni anggota keluarga Han dan nggaj akan berubah. Seohyun bahkan berharap Hajun sanggup menjadi pemimpin Hyowon nantinya. Tentu atas ijinnya Hiso.

Suster Emma cuma sanggup pasrah di saat detektif Baek mengabarkan wacana kendala Ji Young yang ditetapkan selaku kendala bunuh diri. Setelahnya ia berdoa sambil nangis.

Hiso berada di daerah kejadian. Ia melongok ke bawah. Syok. Jam berdentang. Semuanya seakan mundur. Telur yang ada di kandangnya Nodeok menetas.

Songtae merasa sungguh nggak tenang. Dua botol gas beracun itu memang miliknya. Gegara itu beliau jadi nggak sanggup konsentrasi di saat melakukan pekerjaan merencanakan segala sesuatu untuk pesta pertunangan Suhyuk.

Suhyuk menemui Seohyun dan menghadiahinya suatu kalung untuk ucapan selamat. Ia bahkan memakaikannya. Suhyuk percaya kalo Seohyun layak menjadi pimpinan Hyowon. Bersinarlah di posisi itu. Terima kasih…karena sudah membesarkanku dengan baik. Ibu. Dih pingin nangis 😭😭😭

Acara pertunangan dimulai. Suhyuk masuk bareng Yuyeon. Setelah memakai cincin yang serupa mereka kemudian memotong kue. Semua orang bertepuk tangan atas kebahagiaan mereka.
Jinho sanggup telpon kalo Jungdo mengalami kecelakaan. Jinhee minum banyak jadi ia pergi sendiri.

Ji Young nampak tegang menyaksikan Jinho pergi. Ia bahkan menghabiskan anggurnya dalam sekali teguk. Pak Kim menuangkan anggur lagi untuknya kemudian membisikkan kalo kakaknya menanti di Cadenza. Seohyun, Hiso dan ibu memantau Ji Young yang pergi dari sana.
Seohyun sanggup pesan dari pengacara Choi kalo ada yang mau dibicarakan.

Ji Young masuk ke ruang bawah tanah lewat pintu yang ditunjukkan oleh pak Kim. Setelah memutuskan Ji Young masuk ke sana, pak Kim pribadi menutup pintu kemudian berlari pergi.
Jinho nggak ada di sana. Ji Young menelponnya tetapi telponnya nggak sanggup dihubungi.

Jinho sedang di jalan. Ia mengonfirmasi kalo ia abang iparnya Jungdo dan menanyakan apa ia terluka parah?

Pak Kim ke sentra kendali oksigen. Hiso kembali menyaksikan video di saat Suchang meninggal. Merasa nggak hening ia kemudian pergi dari sana.
Pak Kim memasukkan dua botol yang dibawanya ke tabung oksigen kemudian membuka salah satu tuasnya.

Di ruang bawah tanah Ji Young mulai sesak. Dia hingga melonggarkan pakaiannya.
Kepala Joo miris lihat Jinhee minum banyak. Ia kemudian diundang dan pergi dari sana.
Pak Kim merasa gelisah.
Ji Young manggil pak Kim dan mau keluar tetapi nggak bisa.
Pak Kim kembali memasukkan cairan dari dua botolnya ke tabung.


Ji Young sekarat. Hiso mengantarkan video itu beserta bahaya akan melaporkannya ke polisi klao beliau nggak menyerahkan diri. Ji Young menyaksikan video itu kemudian nelpon Hiso. Mendengar Ji Young menyerupai itu jenbuat Hiso khawatir. Ji Young terjatuh dan nggak sanggup mencapai ponselnya.
Pak Kim terus merasa nggak tenang. Akhirnya ia menutup tuas oksigen itu kemudian pergi.
Ji Young merangkak menuju pintu belakang layar ruang embel-embel ayah tetapi nggak sanggup sampai.
Pak Kim mau membukakan pintu untuk Ji Young tetapi pintunya nggak sanggup dibuka.
Sambil nangis pak Kim membuka pintu embel-embel ayah dan mengeluarkan Ji Young dari sana. Setelahnya ia kemudian pergi.


Hiso hingga ke Cadenza dan menyaksikan Ji Young jalan dengan nafas tersengal-sengal. Khawatir ia pun menghampirinya. Ji Young yang berpikir itu yakni perbuatan Hiso malah mencekiknya dan mau membunuhnya.
Seohyun yang sedang telponan dengan pengacara Choi di ruang kerjanya mendengar perselisihan Hiso dan Ji Young kemudian keluar.
Seseorang menghantam Ji Young dengan tabung. Keduanya jatuh. Kepala Ji Young membentur sudut pinggiran kaca. Tabung tadi ikut jatuh. Dan orang yang melakukannya yakni kepala Joo. Panik, ia pun pergi dari sana.
Ji Young yang masih terjaga memandang Hiso.


Suster Emma tiba. Ia menyaksikan lokasi pesta tetapi Ji Young nggak ada. Telponnya juga nggak sanggup dihubungi. Karena itulah ia menanyakannya ke Pak Kim. Cadenza. Jawab pak Kim.
Seohyun keluar. Ia syok lihat Ji Young dan Hiso tergeletak di bawah.
Suster Emma sampai. Ia menyaksikan Ji Young tergeletak sarat darah kemudian berlari keluar l.
Hiso kesudahannya sadar.
Suster Emma menjajal menenangkan diri di luar.


Hiso menyaksikan Ji Young sarat darah dan syok. Ia menyaksikan Ji Young meneteskan air mata.
Seohyun menghampirinya dan menariknya pergi dari sana. Mereka nggak boleh terlihat sama yang lain makanya Seohyun membawanya ke ruang kerjanya di lantai dua. Ia akan mengundang dokter Kim.
Dari atas Seohyun menyaksikan tabung di bersahabat Ji Young. Ia pun kembali lagi untuk mengambilnya.
Suster Emma kembali. Seohyun yang masih di sana kemudian sembunyi. Ough tangannya hingga terluka.
Suster Emma memutuskan orang itu. Ji Young. Ia juga menyaksikan Hiso di atas. Panik. Ia kemudian kembali keluar.

Di luar ia ketemu sama Pak Kim. Ia minta pak Kim untuk mengundang ambulans. Seseorang terluka. Pak Kim menenangkan. Ia ke sana dan meminta mudah-mudahan Suster Emma tetap di daerah dan jangan mengikutinya.
Seohyun menenteng Hiso dan tabung itu ke ruangannya. Ia nelpon dokter Kim lagi dan memintanya secepatnya datang. Ia kemudian menyaksikan luka di leher Hiso. Ia meminta Hiso untuk menunggu. Ia akan secepatnya kembali.
Bersambung…